بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr
Bab 23
Kesuksesan Duniawi Sebagai Sarana Untuk Memperoleh “Rumah
Akhirat” & Makna “Ashhaabul- Kahf” (Penghuni Gua) dan “Ar-Raqīm”
(Prasasti-prasasti)
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam akhir
Bab sebelumnya telah dikemukakan mengenai kesuksesan
duniawi bangsa-bangsa Kristen
dari Barat: اِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَی الۡاَرۡضِ زِیۡنَۃً لَّہَا
لِنَبۡلُوَہُمۡ اَیُّہُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا -- sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi
perhiasan baginya supaya Kami
menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. وَ اِنَّا لَجٰعِلُوۡنَ مَا عَلَیۡہَا صَعِیۡدًا جُرُزًا -- dan sesungguhnya Kami niscaya akan menjadikan segala yang
ada di atasnya menjadi tanah-rata
yang tandus.”
Qarun Milyader Purbakala yang
Takabbur
Hendaknya keberhasilan meraih kesuksesan
duniawi tersebut hendaknya
dimaksudkan untuk memberikan manfaat,
bukannya justru menimbulkan mudharat
(kerugian), yakni sebagai sarana untuk memperoleh “rumah akhirat”, sebagaimana
firman-Nya mengenai Qarun –
seorang milyader kaum purbakala -- di
Mesir yang bersikap takabbur karena kesuksesan
duniawinya, firman-Nya:
اِنَّ
قَارُوۡنَ کَانَ مِنۡ قَوۡمِ مُوۡسٰی
فَبَغٰی عَلَیۡہِمۡ ۪ وَ اٰتَیۡنٰہُ مِنَ الۡکُنُوۡزِ مَاۤ اِنَّ مَفَاتِحَہٗ
لَتَنُوۡٓاُ بِالۡعُصۡبَۃِ اُولِی
الۡقُوَّۃِ ٭ اِذۡ قَالَ لَہٗ
قَوۡمُہٗ لَا تَفۡرَحۡ اِنَّ اللّٰہَ
لَا یُحِبُّ الۡفَرِحِیۡنَ ﴿﴾ وَ ابۡتَغِ
فِیۡمَاۤ اٰتٰىکَ اللّٰہُ الدَّارَ الۡاٰخِرَۃَ وَ لَا تَنۡسَ نَصِیۡبَکَ مِنَ الدُّنۡیَا وَ
اَحۡسِنۡ کَمَاۤ اَحۡسَنَ اللّٰہُ اِلَیۡکَ وَ لَا تَبۡغِ الۡفَسَادَ فِی
الۡاَرۡضِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُحِبُّ
الۡمُفۡسِدِیۡنَ ﴿﴾ قَالَ
اِنَّمَاۤ اُوۡتِیۡتُہٗ عَلٰی
عِلۡمٍ عِنۡدِیۡ ؕ اَوَ لَمۡ یَعۡلَمۡ اَنَّ اللّٰہَ قَدۡ اَہۡلَکَ مِنۡ قَبۡلِہٖ مِنَ الۡقُرُوۡنِ
مَنۡ ہُوَ اَشَدُّ مِنۡہُ قُوَّۃً وَّ
اَکۡثَرُ جَمۡعًا ؕ وَ لَا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذُنُوۡبِہِمُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ ﴿﴾
Sesungguhnya
Qārun adalah termasuk
kaum Musa tetapi ia berlaku aniaya
terhadap mereka. Dan Kami telah
memberinya khazanah-khazanah yang kunci-kuncinya sangat susah diangkat oleh sejumlah
orang-orang kuat. اِذۡ قَالَ لَہٗ
قَوۡمُہٗ لَا تَفۡرَحۡ اِنَّ اللّٰہَ
لَا یُحِبُّ الۡفَرِحِیۡنَ -- Ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah
engkau terlalu bangga, sesungguhnya Allah
tidak mencintai orang-orang yang terlalu membanggakan diri, وَ ابۡتَغِ فِیۡمَاۤ
اٰتٰىکَ اللّٰہُ الدَّارَ
الۡاٰخِرَۃَ -- dan carilah rumah akhirat itu dalam apa yang telah Allah berikan kepada engkau, وَ لَا تَنۡسَ نَصِیۡبَکَ مِنَ الدُّنۡیَا -- dan janganlah
engkau melupakan nasib engkau di dunia, وَ اَحۡسِنۡ
کَمَاۤ اَحۡسَنَ اللّٰہُ اِلَیۡکَ -- dan berbuat ihsanlah sebagaimana Allah telah berbuat ihsan terhadap engkau,
وَ لَا تَبۡغِ الۡفَسَادَ فِی الۡاَرۡضِ -- dan janganlah engkau menimbulkan kerusakan di
bumi, اِنَّ اللّٰہَ
لَا یُحِبُّ الۡمُفۡسِدِیۡنَ -- sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berbuat kerusakan.” قَالَ اِنَّمَاۤ اُوۡتِیۡتُہٗ
عَلٰی عِلۡمٍ عِنۡدِیۡ -- Ia berkata: “Sesungguhnya ini telah diberikan-Nya kepadaku karena ilmu yang ada padaku.” اَوَ لَمۡ
یَعۡلَمۡ اَنَّ اللّٰہَ قَدۡ اَہۡلَکَ
مِنۡ قَبۡلِہٖ مِنَ الۡقُرُوۡنِ مَنۡ ہُوَ اَشَدُّ مِنۡہُ قُوَّۃً وَّ اَکۡثَرُ جَمۡعًا -- Tidakkah ia mengetahui bahwa
sungguh Allah telah membinasakan banyak generasi
sebelumnya yang lebih besar kekua-saannya daripada dia dan lebih banyak harta kekayaannya? وَ لَا
یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذُنُوۡبِہِمُ
الۡمُجۡرِمُوۡنَ -- Dan orang-orang
yang berdosa tidak akan ditanyakan mengenai dosa-dosa mereka. (Al-Qashash [28]:77-79).
Qarun adalah seorang orang kaya
raya. Ia dihargai sekali oleh Fir’aun
dan sangat mungkin ia bendaharanya.
Agaknya ia pejabat yang mengawasi tambang-tambang mas milik Fir’aun dan
seorang ahli dalam teknik penggalian mas dari tambang-tambang.
Bagian selatan Mesir, wilayah Qaru,
terkenal dengan tambang-tambang emasnya.
Karena akhiran “an” atau “on” berarti “tiang,” atau “cahaya,” maka kata
majemuknya “Qur-on” berarti “tiang Qaru” dan merupakan gelar menteri pertambangan. Konon ia seorang dari Bani
Israil dan beriman kepada Nabi
Musa a.s.. Namun untuk mengambil hati Fir’aun agaknya ia telah menganiaya
bangsanya sendiri dan berlaku sombong
terhadap mereka. Sebagai akibatnya azab
Tuhan menimpa dirinya dan ia binasa.
Keberhasilan Duniawi Sebagai Sarana Memperoleh “Rumah Akhirat”
Mafatih
dalam ayat وَ اٰتَیۡنٰہُ مِنَ الۡکُنُوۡزِ مَاۤ اِنَّ
مَفَاتِحَہٗ لَتَنُوۡٓاُ
بِالۡعُصۡبَۃِ اُولِی الۡقُوَّۃِ -- “Dan Kami telah memberinya khazanah-khazanah
yang kunci-kuncinya sangat susah
diangkat oleh sejumlah orang-orang kuat,” adalah jamak dari dua kata maftah
dan miftah, yang pertama berarti timbunan; khazanah; dan kata yang kedua
berarti anak kunci (Lexicon Lane).
Dari jawaban Qarun atas nasihat kaumnya – mungkin Nabi Musa a.s. atau
Nabi Harun a.s. – diketahui, bahwa tujuan
Allah Swt. memberikan kesuksesan duniawi adalah agar
dengan perantaraannya
manusia -- melalui pengorbanan
harta di jalan Allah melaksanakan haququl- ‘ibad (memenuhi hak-hak sesama
hamba Allah) -- mendapatkan “rumah akhirat”, Allah Swt. berfirman: اِذۡ
قَالَ لَہٗ قَوۡمُہٗ
لَا تَفۡرَحۡ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُحِبُّ الۡفَرِحِیۡنَ -- ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau terlalu bangga,
sesungguhnya Allah tidak mencintai
orang-orang yang terlalu membanggakan diri, وَ ابۡتَغِ فِیۡمَاۤ
اٰتٰىکَ اللّٰہُ الدَّارَ
الۡاٰخِرَۃَ -- dan carilah
rumah akhirat itu dalam apa yang telah Allah berikan kepada engkau,
وَ لَا تَنۡسَ نَصِیۡبَکَ مِنَ الدُّنۡیَا -- dan janganlah
engkau melupakan nasib engkau di dunia”.
Pelajaran lainnya yang dapat diambil dari nasihat kepada Qarun tersebut,
bahwa pada hakikatnya kesuksesan duniawi
yang diraih oleh seseorang atau suatu
bangsa merupakan sikap ihsan
(kebaikan) Allah Swt., sesuai dengan
Sifat Rahmāniyat-Nya yang berlaku
umum, baik terhadap mukmin mau pun orang kafir (QS.1:3), karena mereka mentaati hukum-hukum yang ditetapkan
Allah Swt. dalam masalah duniawi
(QS.2:201; QS.4:135; QS.17:19-23; QS.42:21).
Namun
sayang, umumnya manusia senantiasa menisbahkan kesuksesan duniawinya karena semata-mata kemampuan
dirinya sendiri, seperti ucapan Qarun
mengenai keberhasilan duniawi yang diperolehnya: قَالَ اِنَّمَاۤ اُوۡتِیۡتُہٗ
عَلٰی عِلۡمٍ عِنۡدِیۡ -- Ia berkata: “Sesungguhnya ini telah diberikan-Nya kepadaku karena ilmu yang ada padaku.”
Terhadap ketakaburan Qarun tersebut Allah Swt. menjawab: اَوَ لَمۡ یَعۡلَمۡ اَنَّ اللّٰہَ
قَدۡ اَہۡلَکَ مِنۡ قَبۡلِہٖ مِنَ الۡقُرُوۡنِ مَنۡ ہُوَ اَشَدُّ
مِنۡہُ قُوَّۃً وَّ اَکۡثَرُ جَمۡعًا -- Tidakkah ia mengetahui bahwa
sungguh Allah telah membinasakan banyak generasi
sebelumnya yang lebih besar kekuasaannya daripada dia dan lebih banyak harta kekayaannya? وَ لَا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذُنُوۡبِہِمُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ -- Dan
orang-orang yang berdosa tidak
akan ditanyakan mengenai dosa-dosa mereka.” (Al-Qashash [28]:79).
Qarun dan Seluruh Kekayaannya “Ditelan
Bumi”
Makna ayat وَ لَا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذُنُوۡبِہِمُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ -- “Dan
orang-orang yang berdosa tidak
akan ditanyakan mengenai dosa-dosa mereka,” yaitu bahwa kesalahan kaum kafir akan begitu nyata sehingga pengusutan lebih lanjut akan dianggap
tidak perlu untuk membuktikannya; atau artinya ialah orang-orang yang bersalah
tidak akan diberi peluang membela diri,
karena dosa-dosa dan keburukan-keburukan mereka telah begitu nyata sekali.
Peringatan
Allah Swt. tersebut benar-benar terjadi
pada diri Qarun di hadapan kaumnya (Bani Israil), firman-Nya:
فَخَرَجَ
عَلٰی قَوۡمِہٖ فِیۡ زِیۡنَتِہٖ ؕ قَالَ الَّذِیۡنَ یُرِیۡدُوۡنَ الۡحَیٰوۃَ الدُّنۡیَا یٰلَیۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَاۤ اُوۡتِیَ
قَارُوۡنُ ۙ اِنَّہٗ لَذُوۡ حَظٍّ
عَظِیۡمٍ ﴿﴾ وَ قَالَ الَّذِیۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ وَیۡلَکُمۡ ثَوَابُ اللّٰہِ
خَیۡرٌ لِّمَنۡ اٰمَنَ وَ عَمِلَ صَالِحًا ۚ وَ لَا یُلَقّٰہَاۤ
اِلَّا الصّٰبِرُوۡنَ ﴿﴾ فَخَسَفۡنَا بِہٖ وَ بِدَارِہِ الۡاَرۡضَ ۟ فَمَا کَانَ لَہٗ
مِنۡ فِئَۃٍ یَّنۡصُرُوۡنَہٗ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ ٭ وَ مَا کَانَ مِنَ الۡمُنۡتَصِرِیۡنَ ﴿﴾
Maka ia keluar
di hadapan kaumnya dengan kemegahan.
Berkata orang-orang yang menghendaki
kehidupan dunia: “Alangkah baiknya,
apabila kami pun mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, ۙ اِنَّہٗ لَذُوۡ حَظٍّ عَظِیۡمٍ -- sesungguhnya ia mempunyai bagian harta yang besar.” Tetapi orang-orang yang diberi pengetahuan berkata:
وَیۡلَکُمۡ
ثَوَابُ اللّٰہِ خَیۡرٌ لِّمَنۡ اٰمَنَ وَ عَمِلَ صَالِحًا -- “Celakalah kamu,
ganjaran dari Allah adalah lebih baik bagi siapa yang beriman dan beramal
saleh, dan itu tidak akan diberikan kecuali kepada orang-orang yang sabar.”
فَخَسَفۡنَا بِہٖ وَ بِدَارِہِ الۡاَرۡضَ ۟ -- Maka Kami membenamkan dia beserta
rumahnya ke dalam bumi, فَمَا کَانَ
لَہٗ مِنۡ فِئَۃٍ یَّنۡصُرُوۡنَہٗ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ -- maka
tidak ada baginya selain Allah satu
golongan pun yang menolongnya, وَ مَا کَانَ مِنَ الۡمُنۡتَصِرِیۡنَ -- dan tidak pula ia
termasuk orang-orang yang dapat membela (menolong)
diri. (Al-Qashash [28]:80-82).
Selanjutnya Allah Swt. berfirman mengenai
orang-orang yang mendambakan “kekayaan duniawi” seperti Qarun:
وَ اَصۡبَحَ
الَّذِیۡنَ تَمَنَّوۡا مَکَانَہٗ بِالۡاَمۡسِ یَقُوۡلُوۡنَ وَیۡکَاَنَّ اللّٰہَ
یَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖ وَ یَقۡدِرُ ۚ لَوۡ لَاۤ اَنۡ مَّنَّ
اللّٰہُ عَلَیۡنَا لَخَسَفَ بِنَا ؕ وَیۡکَاَنَّہٗ لَا
یُفۡلِحُ الۡکٰفِرُوۡنَ ﴿٪﴾ تِلۡکَ الدَّارُ الۡاٰخِرَۃُ نَجۡعَلُہَا لِلَّذِیۡنَ لَا یُرِیۡدُوۡنَ
عُلُوًّا فِی الۡاَرۡضِ وَ لَا فَسَادًا ؕ وَ الۡعَاقِبَۃُ لِلۡمُتَّقِیۡنَ﴿﴾
Dan jadilah orang-orang yang kemarin ingin mendapat
kedudukannya itu berkata: وَیۡکَاَنَّ اللّٰہَ یَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖ وَ
یَقۡدِرُ -- “Celakalah
bagi engkau! Sesungguhnya
Allah-lah Yang melapangkan rezeki
bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkan. لَوۡ
لَاۤ اَنۡ مَّنَّ اللّٰہُ عَلَیۡنَا لَخَسَفَ بِنَا -- Seandainya Allah tidak menganugerahkan kemurahan-Nya kepada
kami niscaya Dia akan membenamkan
kami juga. وَیۡکَاَنَّہٗ لَا یُفۡلِحُ
الۡکٰفِرُوۡنَ -- Celakalah bagi engkau! Orang-orang
yang kafir tidak akan berhasil.” تِلۡکَ الدَّارُ الۡاٰخِرَۃُ
نَجۡعَلُہَا لِلَّذِیۡنَ لَا یُرِیۡدُوۡنَ عُلُوًّا فِی الۡاَرۡضِ وَ لَا
فَسَادًا -- Inilah rumah akhirat itu, Kami menjadikannya bagi orang-orang yang tidak menghendaki kesombongan di bumi, dan tidak pula kerusakan. وَ الۡعَاقِبَۃُ لِلۡمُتَّقِیۡنَ -- Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Qashash
[28]:83-84).
Makna ayat وَ الۡعَاقِبَۃُ لِلۡمُتَّقِیۡنَ -- “dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”, bahwa hukum pembalasan dari Allah Swt. bekerja dengan cara ini, yaitu untuk amal-amal
yang baik ganjarannya beberapa kali lipat lebih besar, sedangkan hukuman atas amal buruk kurang dari apa yang harus diterima atas perbuatan orang
yang berdosa itu, atau paling banyak setimpal dengan itu.
Makna “Ashhaabul Kahf” (Penghuni Gua) dan Raqim (Prasasti)
Dalam Bab sebelumnya telah dikemukakan firman Allah Swt. mengenai tantangan Allah Swt. kepada golongan jin
dan ins -- yakni bangsa-bangsa Kristen dari Barat atau Gog
(Ya’juj) dan Magog (Ma’juj), penganut paham Kapitalisme
dan penganut paham Sosialisme atau Komunisme
-- untuk melakukan upaya menembus batas-batas seluruh
langit dan bumi, firman-Nya:
یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ
اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ
تَنۡفُذُوۡا مِنۡ اَقۡطَارِ
السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ فَانۡفُذُوۡا ؕ لَا
تَنۡفُذُوۡنَ اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ
﴿ۚ﴾
Hai
golongan jin dan ins (manusia)! اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ
اَنۡ تَنۡفُذُوۡا مِنۡ اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ
فَانۡفُذُوۡا -- Jika kamu memiliki
kekuatan untuk menembus batas-batas
seluruh langit dan bumi maka tembuslah, لَا
تَنۡفُذُوۡنَ اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ -- namun kamu tidak dapat menembusnya
kecuali dengan kekuatan. (Ar-Rahmān [55]:34).
Kenyataan membuktikan
bahwa sampai batas tertentu kedua
golongan tersebut -- yang diwakili
oleh Amerika Serikat dan Uni
Sovyet (Rusia) -- di Akhir
Zaman ini dapat melaksanakan tantangan dan juga nubuatan Allah Swt. dalam Al-Quran tersebut. Namun demikian dalam
Surah Al-Kahf ayat 9 Allah
Swt. berfirman mengenai akhir dari kesuksesan duniawi mereka itu: وَ اِنَّا لَجٰعِلُوۡنَ مَا عَلَیۡہَا صَعِیۡدًا جُرُزًا -- dan sesungguhnya Kami niscaya akan menjadikan segala yang
ada di atasnya menjadi tanah-rata
yang tandus.”
Ayat ini mengandung
suatu kabar gaib (nubuatan) bahwa bangsa-bangsa Kristen dari barat
-- yakni Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj) -- sesudah memperoleh kekayaan, kekuatan, kekuasaan, dan sesudah mendapat penemuan-penemuan besar dalam bidang kehidupan duniawi, akhirnya akibat
“fitnah Dajjal” yang mereka sebarkan akan membuat bumi
Allah itu penuh dengan kedosaan dan keburukan, seperti yang dituturkan oleh Bible (Wahyu 20:1-10).
Kemurkaan
Allah akan bangkit, dan sesuai dengan nubuatan-nubuatan
yang diucapkan oleh mulut para nabi Allah,
di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru,
Al-Quran dan hadits, bencana-bencana mengerikan
-- di antaranya adalah Perang Dunia I
dan Perang Dunia II serta
ancaman Perang Dunia III atau Perang Nuklir yang mengerikan -- akan menimpa bumi secara
meluas, serta segala kemajuan
duniawi yang tadinva telah dicapai
oleh mereka dan semua buah tangan mereka,
gedung-gedung mereka yang
tinggi megah, keindahan negeri mereka, serta segala kemuliaan, kemegahan, dan
keagungan mereka sama sekali akan menjadi hancur
berantakan, firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ﴿﴾ اَلۡحَمۡدُ
لِلّٰہِ الَّذِیۡۤ اَنۡزَلَ عَلٰی عَبۡدِہِ الۡکِتٰبَ وَ لَمۡ
یَجۡعَلۡ لَّہٗ عِوَجًا ؕ﴿ٜ﴾ قَیِّمًا لِّیُنۡذِرَ بَاۡسًا شَدِیۡدًا مِّنۡ لَّدُنۡہُ وَ یُبَشِّرَ
الۡمُؤۡمِنِیۡنَ الَّذِیۡنَ یَعۡمَلُوۡنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَہُمۡ اَجۡرًا حَسَنًا ۙ﴿﴾ مَّاکِثِیۡنَ فِیۡہِ اَبَدًا ۙ﴿﴾ وَّ یُنۡذِرَ
الَّذِیۡنَ قَالُوا
اتَّخَذَ اللّٰہُ وَلَدًا ٭﴿﴾ مَا لَہُمۡ بِہٖ مِنۡ
عِلۡمٍ وَّ لَا لِاٰبَآئِہِمۡ ؕ کَبُرَتۡ
کَلِمَۃً تَخۡرُجُ مِنۡ اَفۡوَاہِہِمۡ ؕ اِنۡ یَّقُوۡلُوۡنَ اِلَّا کَذِبًا ﴿﴾ فَلَعَلَّکَ بَاخِعٌ
نَّفۡسَکَ عَلٰۤی اٰثَارِہِمۡ اِنۡ لَّمۡ
یُؤۡمِنُوۡا بِہٰذَا الۡحَدِیۡثِ اَسَفًا ﴿﴾ اِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَی الۡاَرۡضِ زِیۡنَۃً لَّہَا لِنَبۡلُوَہُمۡ اَیُّہُمۡ
اَحۡسَنُ
عَمَلًا ﴿﴾ وَ اِنَّا لَجٰعِلُوۡنَ مَا
عَلَیۡہَا صَعِیۡدًا جُرُزًا ؕ﴿﴾ اَمۡ حَسِبۡتَ
اَنَّ اَصۡحٰبَ الۡکَہۡفِ وَ الرَّقِیۡمِ ۙ کَانُوۡا مِنۡ اٰیٰتِنَا عَجَبًا ﴿﴾
Aku
baca dengan nama Allah Yang Maha Pemurah,
Maha Penyayang. Segala
puji bagi Allah Yang telah
menurunkan kepada hamba-Nya Kitab Al-Quran ini dan Dia tidak menjadikan padanya kebengkokan, قَیِّمًا لِّیُنۡذِرَ بَاۡسًا شَدِیۡدًا مِّنۡ لَّدُنۡہُ -- sebagai penjaga untuk memberi peringatan mengenai siksaan yang dahsyat dari hadirat-Nya, وَ یُبَشِّرَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ الَّذِیۡنَ یَعۡمَلُوۡنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَہُمۡ اَجۡرًا حَسَنًا -- dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman
yang beramal saleh bahwa
sesungguhnya bagi mereka ada ganjaran
yang baik, مَّاکِثِیۡنَ فِیۡہِ اَبَدًا -- mereka menetap di
dalamnya selama-lamanya. وَّ یُنۡذِرَ الَّذِیۡنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰہُ وَلَدًا -- dan supaya memperingatkan orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak laki-laki.” مَا لَہُمۡ بِہٖ مِنۡ عِلۡمٍ وَّ لَا لِاٰبَآئِہِمۡ -- mereka sekali-kali tidak memiliki pengetahuan mengenainya, dan tidak pula bapak-bapak mereka memilikinya. کَبُرَتۡ کَلِمَۃً تَخۡرُجُ مِنۡ اَفۡوَاہِہِمۡ -- sangat besar keburukan perkataan yang keluar dari mulut mereka, اِنۡ یَّقُوۡلُوۡنَ اِلَّا کَذِبًا -- mereka tidak
mengucapkan kecuali kedustaan. فَلَعَلَّکَ بَاخِعٌ
نَّفۡسَکَ عَلٰۤی اٰثَارِہِمۡ اِنۡ لَّمۡ یُؤۡمِنُوۡا بِہٰذَا الۡحَدِیۡثِ اَسَفًا -- maka
sangat mungkin engkau akan membinasakan diri engkau karena sangat
sedih sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini. اِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَی الۡاَرۡضِ زِیۡنَۃً لَّہَا لِنَبۡلُوَہُمۡ اَیُّہُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا -- sesungguhnya
Kami telah menjadikan apa yang ada di
bumi perhiasan baginya supaya Kami
menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. وَ اِنَّا لَجٰعِلُوۡنَ مَا عَلَیۡہَا صَعِیۡدًا جُرُزًا -- dan sesungguhnya Kami niscaya akan menjadikan segala yang
ada di atasnya menjadi tanah-rata
yang tandus. اَمۡ حَسِبۡتَ اَنَّ اَصۡحٰبَ الۡکَہۡفِ وَ الرَّقِیۡمِ ۙ کَانُوۡا
مِنۡ اٰیٰتِنَا عَجَبًا -- atau engkau
menyangka bahwa penghuni gua dan prasasti-prasastinya itu adalah dari antara Tanda-tanda Kami yang menakjubkan?
(Al-Kahf [18]:1-10).
Celaan
Keras Allah Swt. Terhadap
Paham Dusta “Fitnah Dajjal”
Mengenai ayat وَّ یُنۡذِرَ الَّذِیۡنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰہُ وَلَدًا -- dan supaya memperingatkan orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak laki-laki.” مَا لَہُمۡ بِہٖ مِنۡ عِلۡمٍ وَّ لَا لِاٰبَآئِہِمۡ -- mereka sekali-kali tidak memiliki pengetahuan mengenainya, dan tidak pula bapak-bapak mereka memilikinya. کَبُرَتۡ کَلِمَۃً تَخۡرُجُ مِنۡ اَفۡوَاہِہِمۡ -- sangat besar keburukan perkataan yang keluar dari mulut mereka, اِنۡ یَّقُوۡلُوۡنَ اِلَّا کَذِبًا -- mereka tidak
mengucapkan kecuali kedustaan,”
dalam Surah lain Allah Swt. berfirman:
وَ
قَالُوا اتَّخَذَ الرَّحۡمٰنُ
وَلَدًا ﴿ؕ﴾ لَقَدۡ جِئۡتُمۡ
شَیۡئًا اِدًّا ﴿ۙ﴾ تَکَادُ السَّمٰوٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡہُ وَ
تَنۡشَقُّ الۡاَرۡضُ وَ تَخِرُّ الۡجِبَالُ ہَدًّا ﴿ۙ﴾ اَنۡ دَعَوۡا
لِلرَّحۡمٰنِ وَلَدًا ﴿ۚ﴾ وَ مَا یَنۡۢبَغِیۡ لِلرَّحۡمٰنِ اَنۡ یَّتَّخِذَ
وَلَدًا ﴿ؕ﴾ اِنۡ کُلُّ مَنۡ فِی
السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ اِلَّاۤ
اٰتِی الرَّحۡمٰنِ عَبۡدًا﴿ؕ﴾ لَقَدۡ
اَحۡصٰہُمۡ وَ عَدَّہُمۡ عَدًّا ﴿ؕ﴾ وَ
کُلُّہُمۡ اٰتِیۡہِ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ فَرۡدًا ﴿﴾
Dan
mereka berkata: اتَّخَذَ الرَّحۡمٰنُ
وَلَدًا -- "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil seorang anak laki-laki." Sungguh kamu benar-benar telah mengucapkan sesuatu yang sangat mengerikan. تَکَادُ السَّمٰوٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡہُ
وَ تَنۡشَقُّ الۡاَرۡضُ وَ تَخِرُّ الۡجِبَالُ ہَدًّا -- Hampir-hampir seluruh
langit pecah karenanya, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka
menyatakan bagi Tuhan Yang Maha Pemurah punya anak laki-laki. وَ مَا یَنۡۢبَغِیۡ
لِلرَّحۡمٰنِ اَنۡ یَّتَّخِذَ وَلَدًا
-- Padahal sekali-kali tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil seorang
anak laki-laki, اِنۡ کُلُّ مَنۡ فِی
السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ اِلَّاۤ
اٰتِی الرَّحۡمٰنِ عَبۡدًا -- Tidak ada seorang pun di seluruh langit
dan bumi melainkan ia akan datang kepada Tuhan Yang Maha
Pemurah sebagai hamba. لَقَدۡ
اَحۡصٰہُمۡ وَ عَدَّہُمۡ عَدًّا -- Sungguh Dia benar-benar mengetahui jumlah mereka dan menghitung mereka dengan
menyeluruh. وَ کُلُّہُمۡ اٰتِیۡہِ
یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ فَرۡدًا -- Dan setiap
mereka akan datang kepada-Nya pada Hari Kiamat sendiri-sendiri. (Maryam
[19]:89-96).
(Bersambung)
Rujukan:
The
Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 5 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar