Sabtu, 31 Januari 2015

"Kebebasan" Manusia Tidak Dapat Terhindar dari Hukum "Sebab-Akibat" yang Ditetapkan Allah Swt.





بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr

Bab 42

  
   “Kebebasan” Manusia  Tidak  Dapat   Terhindar dari  Hukum “Sebab-Akibat” yang Ditetapkan Allah Swt.

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
 alam akhir Bab sebelumnya telah dibahas  mengenai   keberadaan Tiang Penunjang” alam semesta  yang gaib (tidak nampak) dalam firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ ﴿﴾  الٓـمّٓرٰ ۟ تِلۡکَ اٰیٰتُ الۡکِتٰبِ ؕ وَ الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡکَ مِنۡ رَّبِّکَ الۡحَقُّ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ  النَّاسِ لَا  یُؤۡمِنُوۡنَ ﴿﴾   اَللّٰہُ الَّذِیۡ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَیۡرِ عَمَدٍ تَرَوۡنَہَا ثُمَّ  اسۡتَوٰی عَلَی الۡعَرۡشِ وَ سَخَّرَ الشَّمۡسَ وَ الۡقَمَرَ ؕ کُلٌّ یَّجۡرِیۡ لِاَجَلٍ مُّسَمًّی ؕ یُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ یُفَصِّلُ الۡاٰیٰتِ لَعَلَّکُمۡ بِلِقَآءِ رَبِّکُمۡ تُوۡقِنُوۡنَ ﴿﴾
Aku baca dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.  الٓـمّٓرٰ   --   Aku Allah Yang Maha Mengetahui Maha Melihat. تِلۡکَ اٰیٰتُ الۡکِتٰبِ  --     Inilah ayat-ayat kitab yang sempurna, وَ الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡکَ مِنۡ رَّبِّکَ الۡحَقُّ  -- dan Al-Quran yang telah diturunkan kepada engkau dari Rabb (Tuhan) engkau adalah haq (kebenaran) وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ  النَّاسِ لَا  یُؤۡمِنُوۡنَ -- tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. اَللّٰہُ الَّذِیۡ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَیۡرِ عَمَدٍ تَرَوۡنَہَا  -- Allah, Dia-lah Yang telah meninggikan seluruh langit tanpa suatu tiang pun yang kamu melihatnya,  ثُمَّ  اسۡتَوٰی عَلَی الۡعَرۡشِ  -- kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy. وَ سَخَّرَ الشَّمۡسَ وَ الۡقَمَرَ ؕ کُلٌّ یَّجۡرِیۡ لِاَجَلٍ مُّسَمًّی  --     Dan Dia  telah menundukkan bagi kamu matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut arah perjalanannya  hingga suatu masa yang telah ditetapkan. یُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ یُفَصِّلُ الۡاٰیٰتِ لَعَلَّکُمۡ بِلِقَآءِ رَبِّکُمۡ تُوۡقِنُوۡنَ  --   Dia mengatur segala urusan dan Dia menjelaskan Tanda-tanda itu, supaya kamu berkeyakinan teguh mengenai pertemuan dengan Rabb (Tuhan) kamu  (Ar-Rā’d [13]:1-3).

Makna “Tiang Penunjang” yang Gaib & Ke-Maha Esa-an Allah Swt.

       Kata-kata   اَللّٰہُ الَّذِیۡ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَیۡرِ عَمَدٍ تَرَوۡنَہَا  -- “Allah, Dia-lah Yang telah meninggikan seluruh langit tanpa suatu tiang pun yang kamu melihatnya”,  itu berarti:  (1) Kamu  melihat bahwa seluruh langit berdiri tanpa tiang-tiang; (2) bahwa seluruh langit berdiri tidak atas tiang-tiang yang dapat kamu lihat; artinya, seluruh langit itu mempunyai pendukung, tetapi kamu tidak dapat melihatnya.
        Secara harfiah ayat itu berarti  bahwa seluruh langit berdiri tanpa ditunjang oleh tiang-tiang. Secara kiasan ayat itu berarti, bahwa seluruh langit atau benda-benda langit memang memerlukan penopang, tetapi penopang-penopang itu tidak nampak kepada mata jasmani manusia, umpamanya daya tarik atau tenaga magnetis atau gerakan-gerakan khusus planit-planit atau cara-cara lain, yang ilmu pengetahuan telah menemukannya hingga saat ini atau yang mungkin akan ditemukan lagi di hari depan.
        Kata ‘Arsy (singgasana) dalam ayat  ثُمَّ  اسۡتَوٰی عَلَی الۡعَرۡشِ  -- kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy”,  telah dipakai dalam Al-Quran untuk menyatakan proses membawa hukum-hukum ruhani atau jasmani kepada kesempurnaannya. Penggunaan ungkapan itu selaras dengan kebiasaan raja-raja dunia, mereka itu menyatakan proklamasi-proklamasi penting “dari singgasana”.
Jadi, kembali kepada ayat وَ لَمۡ  یَکُنۡ  لَّہٗ   کُفُوًا  اَحَدٌ -- “dan tidak ada sesuatu pun yang setara  dengan-Nya.”  Ayat terakhir Surah Al-Ikhlash  ini menghilangkan suatu keraguan yang mungkin timbul dan boleh jadi ditimbulkan karena ayat yang mendahuluinya. Taruhlah bahwa Allah Swt. itu Maha Esa, Tunggal, dan Mulia lagi Mandiri tanpa bergantung pada wujud lain, dan taruhIah bahwa Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, tetapi boleh jadi ada wujud lain seperti Dia yang mungkin memiliki semua sifat yang dimiliki oleh-Nya, firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ﴿﴾   قُلۡ ہُوَ  اللّٰہُ  اَحَدٌ  ۚ﴿﴾  اَللّٰہُ  الصَّمَدُ ۚ﴿﴾   لَمۡ  یَلِدۡ ۬ۙ  وَ  لَمۡ  یُوۡلَدۡ ۙ﴿﴾  وَ لَمۡ  یَکُنۡ  لَّہٗ   کُفُوًا  اَحَدٌ ٪﴿﴾
Aku baca  dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.    Katakanlah: Dia-lah Allah   Yang Maha Esa. Allah, adalah Tuhan Yang segala sesuatu bergantung pada-Nya.    Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan,     dan tidak ada sesuatu pun yang setara   dengan-Nya.” (Al-Ikhlash [111]:1-5).
   Dengan demikian Surah Al-Ikhlash  mencabut akar-akar semua itikad kemusyrikan yang terdapat dalam suatu bentuk atau lain pada agama lain – kepercayaan kepada Tuhan, dua atau tiga atau lebih banyak lagi tuhan-tuhan rekaan  lainnya dan bahwa ruh dan benda itu azali seperti Tuhan.

Tantangan Allah Swt. kepada Para Pecinta Kemusyrikan

    Inilah penjelasan definisi agung mengenai Dzat Yang Maha Tinggi seperti dijelaskan dalam Al-Quran, dan tidak ada definisi dalam Kitab-kitab Suci lain yang dapat sekelumit saja menyamai keindahan, keluhuran, dan keagungan definisi yang diberikan oleh Al-Quran mengenai Tuhan Yang Hakiki yakni Allah Swt., berikut tantangan Allah Swt.  kepada para pecinta kemusyrikan, firman-Nya:  
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَیۡرِ عَمَدٍ تَرَوۡنَہَا وَ اَلۡقٰی فِی الۡاَرۡضِ رَوَاسِیَ  اَنۡ تَمِیۡدَ بِکُمۡ وَ بَثَّ فِیۡہَا مِنۡ کُلِّ دَآبَّۃٍ ؕ وَ اَنۡزَلۡنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً  فَاَنۡۢبَتۡنَا فِیۡہَا مِنۡ  کُلِّ  زَوۡجٍ  کَرِیۡمٍ ﴿﴾  ہٰذَا خَلۡقُ اللّٰہِ  فَاَرُوۡنِیۡ  مَاذَا خَلَقَ الَّذِیۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖ ؕ بَلِ الظّٰلِمُوۡنَ فِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنٍ﴿﴾
Dia telah menciptakan seluruh langit tanpa tiang yang kamu melihatnya, dan  Dia telah menempatkan  di bumi  gunung-gunung, supaya bumi ini tidak bergoncang bersama kamu, dan Dia telah menyebarkan di dalamnya segala macam binatang, dan Kami menurunkan air dari awan  lalu  Kami menumbuhkan padanya segala tumbuhan yang baik. ہٰذَا خَلۡقُ اللّٰہِ  فَاَرُوۡنِیۡ  مَاذَا خَلَقَ الَّذِیۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖ   --  Inilah ciptaan  Allah maka perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh yang lain selain Dia.  بَلِ الظّٰلِمُوۡنَ فِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنٍ  -- Tidak, bahkan sebenarnya orang-orang yang zalim itu dalam kesesatan yang nyata. (Luqman [31]:11-12).
        Berikut firman-Nya lagi kepada Nabi Besar Muhammad saw agar orang-orang musyrik mengemukakan dalil-dalil yang mendukung kepercayaan syirik mereka:
قُلۡ یَجۡمَعُ بَیۡنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ  یَفۡتَحُ بَیۡنَنَا بِالۡحَقِّ ؕ وَ ہُوَ الۡفَتَّاحُ الۡعَلِیۡمُ ﴿﴾  قُلۡ  اَرُوۡنِیَ  الَّذِیۡنَ  اَلۡحَقۡتُمۡ بِہٖ شُرَکَآءَ کَلَّا ؕ بَلۡ ہُوَ  اللّٰہُ  الۡعَزِیۡزُ  الۡحَکِیۡمُ ﴿﴾
Katakanlah: “Rabb  (Tuhan) kita akan menghimpun  kita semua  kemudian Dia akan memutuskan perselisihan di antara kita dengan benar, dan Dia Maha Pemberi Keputusan, Maha Mengetahui.”  قُلۡ  اَرُوۡنِیَ  الَّذِیۡنَ  اَلۡحَقۡتُمۡ بِہٖ شُرَکَآءَ کَلَّا  --   Katakanlah: Perlihatkanlah kepadaku mereka yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya.”  بَلۡ ہُوَ  اللّٰہُ  الۡعَزِیۡزُ  الۡحَکِیۡمُ  -- Tidak,  bahkan Dia-lah  Allah, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Saba [34]:27-28).
        Dalam firman-Nya   berikut ini mereka ditantang agar memperlihatkan “karya cipta  dari  “tuhan-tuhan” buatan yang mereka persekutukan dengan Allah Swt.:
قُلۡ  اَرَءَیۡتُمۡ شُرَکَآءَکُمُ الَّذِیۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ  دُوۡنِ اللّٰہِ ؕ اَرُوۡنِیۡ مَاذَا خَلَقُوۡا مِنَ الۡاَرۡضِ اَمۡ لَہُمۡ شِرۡکٌ فِی السَّمٰوٰتِ ۚ اَمۡ اٰتَیۡنٰہُمۡ کِتٰبًا فَہُمۡ عَلٰی بَیِّنَتٍ مِّنۡہُ ۚ بَلۡ  اِنۡ یَّعِدُ الظّٰلِمُوۡنَ بَعۡضُہُمۡ بَعۡضًا اِلَّا غُرُوۡرًا ﴿﴾  اِنَّ اللّٰہَ یُمۡسِکُ  السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ اَنۡ تَزُوۡلَا ۬ۚ   وَ لَئِنۡ زَالَتَاۤ  اِنۡ  اَمۡسَکَہُمَا مِنۡ اَحَدٍ مِّنۡۢ بَعۡدِہٖ ؕ اِنَّہٗ کَانَ حَلِیۡمًا غَفُوۡرًا ﴿﴾
Katakanlah:   ”Apakah kamu melihat tuhan-tuhan sekutumu yang kamu seru selain Allah?  اَرُوۡنِیۡ مَاذَا خَلَقُوۡا مِنَ الۡاَرۡضِ اَمۡ لَہُمۡ شِرۡکٌ فِی السَّمٰوٰتِ  -- Perlihatkanlah kepada-Ku apa yang telah mereka  ciptakan dari bumi, ataukah mereka punya persekutuan dalam penciptaan seluruh langit? اَمۡ اٰتَیۡنٰہُمۡ کِتٰبًا فَہُمۡ عَلٰی بَیِّنَتٍ مِّنۡہُ  --  Ataukah Kami telah memberikan kepada mereka suatu Kitab, sehingga mereka memiliki bukti darinya?”  بَلۡ  اِنۡ یَّعِدُ الظّٰلِمُوۡنَ بَعۡضُہُمۡ بَعۡضًا اِلَّا غُرُوۡرًا  -- Tidaklah demikian! Bahkan orang-orang zalim itu tidak menjanjikan satu sama lain melainkan tipuan belaka.    اِنَّ اللّٰہَ یُمۡسِکُ  السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ اَنۡ تَزُوۡلَا  --   Sesungguhnya  Allah menahan seluruh langit dan bumi supaya keduanya jangan  menyimpang, وَ لَئِنۡ زَالَتَاۤ  اِنۡ  اَمۡسَکَہُمَا مِنۡ اَحَدٍ مِّنۡۢ بَعۡدِہ  -- dan jika keduanya benar-benar menyimpang juga maka tidak ada seorang pun dapat menahan keduanya selain Dia. اِنَّہٗ کَانَ حَلِیۡمًا غَفُوۡرًا --  Sesungguhnya Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (Al-Fāthir [35]:41-42).

Hanya Allah Swt. yang Wajib  Disembah dan Diminta Pertolongan-Nya

        Kedua sistem yang berlaku di langit dan di bumi terus bekerja dengan keserasian sempurna tanpa sedikit pun menyimpang dari jalan tempuhan mereka yang telah ditetapkan. Keserasian ini memperlihatkan adanya Wujud Maha Bijaksana dan Maha Kuasa di belakangnya. Wujud Yang Maha Agung dan Maha Bijaksana itulah  -- yakni Allah Swt.  – Wujud  Yang berhak dan menuntut penyembahan dan pemujaan dari semua umat manusia, itulah makna firman-Nya: اِنَّ اللّٰہَ یُمۡسِکُ  السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ اَنۡ تَزُوۡلَا  --   Sesungguhnya  Allah menahan seluruh langit dan bumi supaya keduanya jangan  menyimpang, وَ لَئِنۡ زَالَتَاۤ  اِنۡ  اَمۡسَکَہُمَا مِنۡ اَحَدٍ مِّنۡۢ بَعۡدِہ  -- dan jika keduanya benar-benar menyimpang juga maka tidak ada seorang pun dapat menahan keduanya selain Dia. اِنَّہٗ کَانَ حَلِیۡمًا غَفُوۡرًا --  Sesungguhnya Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun” (Al-Fāthir [35]:42).
      Berikut firman-Nya mengenai  proses dan jangka waktu  (periode) tahap-tahap penciptaan seluruh tatanan alam semesta sebagai dalil lainnya mengenai keberadaan dan kekuasaan Allah Swt. sebagai satu-satunya  Tuhan Maha Pencipta tatanan alam semesta:
 قُلۡ  اَئِنَّکُمۡ  لَتَکۡفُرُوۡنَ بِالَّذِیۡ خَلَقَ الۡاَرۡضَ فِیۡ یَوۡمَیۡنِ وَ تَجۡعَلُوۡنَ لَہٗۤ  اَنۡدَادًا ؕ  ذٰلِکَ رَبُّ  الۡعٰلَمِیۡنَ ۚ﴿﴾  وَ جَعَلَ  فِیۡہَا رَوَاسِیَ مِنۡ فَوۡقِہَا وَ بٰرَکَ فِیۡہَا وَ قَدَّرَ فِیۡہَاۤ  اَقۡوَاتَہَا فِیۡۤ  اَرۡبَعَۃِ  اَیَّامٍ ؕ سَوَآءً   لِّلسَّآئِلِیۡنَ ﴿﴾  ثُمَّ  اسۡتَوٰۤی  اِلَی السَّمَآءِ وَ ہِیَ دُخَانٌ فَقَالَ  لَہَا وَ لِلۡاَرۡضِ ائۡتِیَا طَوۡعًا  اَوۡ کَرۡہًا ؕ قَالَتَاۤ   اَتَیۡنَا  طَآئِعِیۡنَ ﴿﴾  فَقَضٰہُنَّ سَبۡعَ سَمٰوَاتٍ فِیۡ یَوۡمَیۡنِ وَ اَوۡحٰی فِیۡ کُلِّ سَمَآءٍ  اَمۡرَہَا ؕ وَ زَیَّنَّا السَّمَآءَ  الدُّنۡیَا بِمَصَابِیۡحَ ٭ۖ وَ حِفۡظًا ؕ ذٰلِکَ تَقۡدِیۡرُ  الۡعَزِیۡزِ  الۡعَلِیۡمِ ﴿﴾  فَاِنۡ  اَعۡرَضُوۡا فَقُلۡ  اَنۡذَرۡتُکُمۡ  صٰعِقَۃً  مِّثۡلَ  صٰعِقَۃِ عَادٍ  وَّ  ثَمُوۡدَ﴿ؕ﴾
Katakanlah: ”Apakah kamu benar-benar kafir kepada Dzat Yang menciptakan bumi dalam dua hari? Dan kamu menjadikan bagi-Nya sekutu-sekutu?” Itulah Rabb (Tuhan) seluruh alam.   Dan Dia menjadikan   padanya gunung-gunung di atasnya, dan memberkatinya, dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya dalam empat hari,  سَوَآءً   لِّلسَّآئِلِیۡنَ --  sama rata bagi orang-orang yang bertanya. ثُمَّ  اسۡتَوٰۤی  اِلَی السَّمَآءِ وَ ہِیَ دُخَانٌ  -- Kemudian Dia mengarahkan perhatian ke langit, ketika itu masih merupakan asap, فَقَالَ  لَہَا وَ لِلۡاَرۡضِ ائۡتِیَا طَوۡعًا  اَوۡ کَرۡہًا  -- lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi: ”Datanglah kamu berdua dengan rela atau pun terpaksa.”  قَالَتَاۤ   اَتَیۡنَا  طَآئِعِیۡنَ --  Keduanya menjawab: ”Kami berdua datang dengan rela.” Maka Dia menciptakannya tujuh langit dalam dua hari, وَ اَوۡحٰی فِیۡ کُلِّ سَمَآءٍ  اَمۡرَہَا  --  dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit tugasnya.    وَ زَیَّنَّا السَّمَآءَ  الدُّنۡیَا بِمَصَابِیۡحَ --  Dan Kami menghiasi langit bawah dengan lampu-lampu serta  memeliharanya. ذٰلِکَ تَقۡدِیۡرُ  الۡعَزِیۡزِ  الۡعَلِیۡمِ --  Demikian itu  adalah takdir dari Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.  (Al-Fushshilat [41] :10-13).

“Kebebasan” Manusia Bukan Tanpa Akibat

    Memang benar  bahwa sekali pun Allah Swt. telah menganugerahi manusia dengan   berbagai kemampuan sempurna  -- baik secara jasmani mau pun ruhani  (QS.95:5) --  serta telah menetapkan tujuan utama diciptakan-Nya mereka yaitu untuk beribadah kepada-Nya  (QS.51:57), tetapi Allah Swt. memberi kebebasan   kepada mereka untuk mentaati Allah Swt. atau pun untuk melakukan pembangkangan terhadap-Nya (QS.18:30), namun demikian   mereka tidak akan dapat melepaskan diri dari akibat-akibat dari perbuatan  buruk yang dilakukannya (QS.17:14;  QS.45:29;  QS.83:7-10), sebagaimana  firman Allah Swt. selanjutnya mengenai kaum-kaum purbakala yang diazab Allah Swt.  dengan perantaraan kekuatan-kekuatan alam (QS.29:15-45) akibat kedurhakaan yang mereka lakukan terhadap Allah Swt. dan para Rasul Allah yang dibangkitkan di kalangan mereka:
فَاِنۡ  اَعۡرَضُوۡا فَقُلۡ  اَنۡذَرۡتُکُمۡ  صٰعِقَۃً  مِّثۡلَ  صٰعِقَۃِ عَادٍ  وَّ  ثَمُوۡدَ ﴿ؕ﴾  اِذۡ جَآءَتۡہُمُ  الرُّسُلُ مِنۡۢ بَیۡنِ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مِنۡ خَلۡفِہِمۡ  اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا  اِلَّا اللّٰہَ ؕ قَالُوۡا لَوۡ شَآءَ  رَبُّنَا لَاَنۡزَلَ مَلٰٓئِکَۃً  فَاِنَّا بِمَاۤ  اُرۡسِلۡتُمۡ  بِہٖ کٰفِرُوۡنَ ﴿﴾  فَاَمَّا عَادٌ  فَاسۡتَکۡبَرُوۡا فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ وَ قَالُوۡا مَنۡ  اَشَدُّ مِنَّا قُوَّۃً ؕ اَوَ لَمۡ  یَرَوۡا  اَنَّ اللّٰہَ  الَّذِیۡ خَلَقَہُمۡ ہُوَ اَشَدُّ مِنۡہُمۡ  قُوَّۃً ؕ وَ کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا یَجۡحَدُوۡنَ ﴿﴾  فَاَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِمۡ  رِیۡحًا صَرۡصَرًا فِیۡۤ اَیَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِیۡقَہُمۡ عَذَابَ الۡخِزۡیِ فِی الۡحَیٰوۃِ  الدُّنۡیَا ؕ وَ لَعَذَابُ الۡاٰخِرَۃِ   اَخۡزٰی  وَ ہُمۡ  لَا  یُنۡصَرُوۡنَ ﴿﴾  وَ اَمَّا ثَمُوۡدُ فَہَدَیۡنٰہُمۡ  فَاسۡتَحَبُّوا الۡعَمٰی عَلَی الۡہُدٰی فَاَخَذَتۡہُمۡ صٰعِقَۃُ الۡعَذَابِ الۡہُوۡنِ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ ﴿ۚ﴾  وَ نَجَّیۡنَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ کَانُوۡا یَتَّقُوۡنَ ﴿٪﴾
Lalu jika mereka itu berpaling, maka katakanlah:  Aku memperingatkan kamu dengan  petir yang membinasakan seperti petir yang menimpa kaum 'Ād dan Tsamud.”  Ketika datang kepada mereka rasul-rasul dari depan mereka dan dari belakang mereka seraya berkata: اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا  اِلَّا اللّٰہَ  --  Janganlah kamu menyembah selain Allah.”  قَالُوۡا لَوۡ شَآءَ  رَبُّنَا لَاَنۡزَلَ مَلٰٓئِکَۃً  فَاِنَّا بِمَاۤ  اُرۡسِلۡتُمۡ  بِہٖ کٰفِرُوۡنَ  -- Mereka berkata: ”Seandainya Rabb (Tuhan) kami menghendaki niscaya Dia  menurunkan malaikat-malaikat,   maka sesungguhnya kami mengingkari  apa yang dengannya kamu diutus.” فَاَمَّا عَادٌ  فَاسۡتَکۡبَرُوۡا فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ وَ قَالُوۡا مَنۡ  اَشَدُّ مِنَّا قُوَّۃً ؕ    -- Adapun mengenai kaum 'Ād maka mereka berlaku sombong di bumi tanpa kebenaran وَ قَالُوۡا مَنۡ  اَشَدُّ مِنَّا قُوَّۃً  --  dan mereka berkata:   Siapakah lebih hebat dari kami dalam kekuatan?” اَوَ لَمۡ  یَرَوۡا  اَنَّ اللّٰہَ  الَّذِیۡ خَلَقَہُمۡ ہُوَ اَشَدُّ مِنۡہُمۡ  قُوَّۃً    --  Apakah mereka tidak melihat bahwa Allah Yang menciptakan mereka Dia lebih hebat dari-pada mereka dalam kekuatan? وَ کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا یَجۡحَدُوۡنَ  -- Tetapi mereka menolak Tanda-tanda Kami.  فَاَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِمۡ  رِیۡحًا صَرۡصَرًا فِیۡۤ اَیَّامٍ نَّحِسَاتٍ  -- Maka Kami mengirimkan kepada mereka angin sangat kencang dalam beberapa hari yang naas itu, لِّنُذِیۡقَہُمۡ عَذَابَ الۡخِزۡیِ فِی الۡحَیٰوۃِ  الدُّنۡیَا  -- supaya Kami membuat mereka merasakan azab kehinaan dalam kehidupan di dunia, وَ لَعَذَابُ الۡاٰخِرَۃِ   اَخۡزٰی  وَ ہُمۡ  لَا  یُنۡصَرُوۡنَ  -- dan niscaya azab alam akhirat itu lebih hina dan mereka tidak akan ditolong.  وَ اَمَّا ثَمُوۡدُ فَہَدَیۡنٰہُمۡ  فَاسۡتَحَبُّوا الۡعَمٰی عَلَی الۡہُدٰی  --  Dan adapun mengenai  kaum Tsamud maka Kami telah memberi mereka petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai kebutaan daripada petunjuk, فَاَخَذَتۡہُمۡ صٰعِقَۃُ الۡعَذَابِ الۡہُوۡنِ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ -- lalu azab yang menghinakan  menimpa mereka  disebabkan apa yang selalu mereka usahakan. وَ نَجَّیۡنَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ کَانُوۡا یَتَّقُوۡنَ -- Dan Kami menyelamatkan  orang-orang yang beriman serta bertakwa. (Al-Fushshilat [41]:14-19).
       Pendek  kata, Allah Swt. pasti akan meminta pertanggungjawaban  kepada semua pihak yang melakukan pendustaan dan penentangan  kepada para Rasul Allah, baik mereka itu sebagai para pemuka kaum atau jin  mau pun para pengikutnya  yakni ins, firman-Nya:
وَ  یَوۡمَ یَحۡشُرُہُمۡ جَمِیۡعًا ۚ یٰمَعۡشَرَ   الۡجِنِّ قَدِ اسۡتَکۡثَرۡتُمۡ مِّنَ الۡاِنۡسِ ۚ وَ قَالَ اَوۡلِیٰٓؤُہُمۡ مِّنَ الۡاِنۡسِ رَبَّنَا اسۡتَمۡتَعَ بَعۡضُنَا بِبَعۡضٍ وَّ بَلَغۡنَاۤ  اَجَلَنَا الَّذِیۡۤ  اَجَّلۡتَ لَنَا ؕ قَالَ النَّارُ مَثۡوٰىکُمۡ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَاۤ اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰہُ ؕ اِنَّ رَبَّکَ حَکِیۡمٌ  عَلِیۡمٌ ﴿﴾  وَ  کَذٰلِکَ نُوَلِّیۡ بَعۡضَ الظّٰلِمِیۡنَ بَعۡضًۢا بِمَا  کَانُوۡا  یَکۡسِبُوۡنَ ﴿﴾٪
Dan ingatlah hari ketika Dia akan menghimpun mereka semua, Dia berfirman: یٰمَعۡشَرَ   الۡجِنِّ قَدِ اسۡتَکۡثَرۡتُمۡ مِّنَ الۡاِنۡسِ   -- “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah menarik banyak dari kalangan ins (manusia)”, dan teman-temannya dari kalangan ins (manusia)  berkata:  رَبَّنَا اسۡتَمۡتَعَ بَعۡضُنَا بِبَعۡضٍ وَّ بَلَغۡنَاۤ  اَجَلَنَا الَّذِیۡۤ  اَجَّلۡتَ لَنَا -- “Hai Rabb (Tuhan) kami, sebagian kami telah mengambil  keuntungan dari sebagian yang lainnya,  dan kami telah sampai kepada jangka waktu kami yang telah Engkau tetapkan bagi kami.”  قَالَ النَّارُ مَثۡوٰىکُمۡ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَاۤ اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰ -- Dia berfirman: Api itulah tempat tinggal kamu semua, ka-mu kekal di dalamnya, kecuali apa yang Allah kehendaki”. اِنَّ رَبَّکَ حَکِیۡمٌ  عَلِیۡمٌ   -- sesungguhnya  Rabb (Tuhan) engkau Maha Bijaksana, Maha Pengampun. وَ  کَذٰلِکَ نُوَلِّیۡ بَعۡضَ الظّٰلِمِیۡنَ بَعۡضًۢا بِمَا  کَانُوۡا  یَکۡسِبُوۡنَ  --  Dan demikianlah Kami menjadikan sebagian orang-orang yang zalim sebagai teman  sebagian   yang lain disebabkan apa yang senantiasa mereka usahakan. (Al-An’ām [6]:129-130).
   Kata ma’syar dalam ayat  یٰمَعۡشَرَ   الۡجِنِّ قَدِ اسۡتَکۡثَرۡتُمۡ مِّنَ الۡاِنۡسِ   -- “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah menarik banyak dari kalangan ins (manusia)”, berarti segolongan orang yang mempunyai urusan dan kepentingan yang sama (Lexicon Lane). Dalam ayat ini sebutan  jin jelas menunjukkan orang-orang besar dan orang-orang kuat atau para pemuka kaum sebagai lawan kata ins, yakni golongan orang-orang lemah dan miskin (rakyat jelata).

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 28  Januari      2015