بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr
Bab 58
Pentingnya Memahami
Makna Doa Mohon Perlindungan Allah Swt. dari Keburukan
“Fitnah Dajjal” yang Diajarkan Nabi Besar Muhammad Saw.
Oleh
Ki Langlang Buana
Kusuma
|
D
|
alam akhir Bab
sebelumnya telah dibahas mengenai berapa
Hadits Nabi Besar Muhammad saw. berkenaan dengan Dajjal, termasuk kasus Abu Shayyad yang dicurigai sebagai Dajjal:
Dari
Qatadah, beliau mendengar daripada Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw. telah
bersabda, “Tidak seorang nabi
kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhan kamu tidak buta dan
di antara kedua matanya tertulis kāf, fā,
rā (kafir)” (Hadits riwayat Muslim).
Abu Said
Al-Khudri r.a. ia berkata: Suatu hari Rasulullah Saw. pernah bercerita
kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal.
Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: Ia akan datang tetapi ia
diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang
lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: “Aku bersaksi bahwa engkau
adalah Dajjal yang telah diceritakan
Rasulullah Saw. kepada kami”. Dajjal
berkata: “Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya
lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku?” Mereka berkata, “Tidak!” Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya
kembali. Ketika telah dihidupkan,
lelaki itu berkata: “Demi Allah, aku
sekarang lebih yakin tentang diri engkau
dari sebelumnya.” Maka Dajjal itu
hendak membunuhnya kembali namun ia tidak kuasa melakukannya.
(Hadits riwayat Muslim).
Mughirah bin Syu`bah r.a. ia berkata, “Tidak ada seorang yang bertanya
kepada Nabi Saw. tentang Dajjal
lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda, “Kenapa engkau bersusah-payah menanyakan hal
itu? Sesungguhnya ia tidak akan
membahayakan engkau”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, mereka mengatakan
bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai?” Beliau menjawab, “Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah
dari itu.” (Hadits riwayat Muslim).
Dari Anas bin Malik r.a. dari Nabi Saw.
beliau telah bersabda, “Tidak ada satu
negeripun melainkan akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah yang
setiap pintu gerbangnya ada malaikat-malaikat
yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah
menggoncang penghuninya tiga kali, sehingga, Allah mengeluarkan seluruh
orang kafir dan munafik." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
Keganjilan Ibnu Shayyad &
Kemunculan 30 Dajjal
Dari Abu Said Al-Khudri r.a. ia berkata,
“Aku menemani Ibnu Shaid
(Ibnu Shayyad) pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku: “Aku telah bertemu dengan
beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal. Apakah engkau pernah
mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak.” Aku jawab, “ Ya!” Ia berkata
lagi, “Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekkah.” Aku menjawab, “Ya!” Ia berkata lagi, “Dan aku telah
dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah.” Kemudian di
akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku, “Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu
kelahirannya, tempatnya dan di mana dia”. Ia berkata, “Ia telah mengaburkanku
tentang perkara itu”. (Hadits riwayat Muslim).
Dari Muhammad Al-Munkadir ia berkata: “Aku
melihat Jabir bin Abdullah bersumpah demi Allah bahwa Ibnu Shaid (Ibnu Shayyad) adalah seorang Dajjal, maka aku bertanya, “Kenapa engkau bersumpah demi Allah?” Dia menjawab:, “Aku
mendengar Umar bersumpah tentang hal itu di hadapan Nabi Saw. dan beliau tidak
mengingkarinya”. (Hadits riwayat Muslim).
Dari Abu Hurairah RA: Dari Nabi saw. beliau
bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi
sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal
pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia
adalah utusan Allah.” (Hadits riwayat Muslim).
Demikianlah beberapa hadits Nabi Besar Muhammad
saw. berkenaan dengan akan munculnya Dajjal serta
masalah Ibnu Shayyad yang
menjadi bahan perdebatan di kalangan
para Sahabah beliau saw., apakah Ibnu
Shayyad itu itu benar-benar Dajjal yang dimaksudkan oleh
para Rasul Allah dan Nabi
Besar Muhammad saw. ataukah bukan?
Ibnu Shayyad dan Dajjal
dan Hubungannya dengan Ilham
Syaitan
Nampaknya
tujuan Nabi Besar Muhammad saw. berkenaan dengan Ibnu Shayyad hanya sekedar
memberikan gambaran mengenai Dajjal kepada para sahabah beliau saw. yaitu seperti halnya Ibnu Shayyad di masa
mudanya, demikian juga Dajjal pun menerima ilham syaitan sebagaimana diisyaratkan dalam dialog antara beliau saw. dengan dia:
“Apakah
engkau bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?” Ibnu Shayyad memandang beliau lalu
berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta
huruf.” Lalu Ibnu Shayyad balik
bertanya kepada Rasulullah Saw., “Apakah engkau
bersaksi bahwa aku utusan Allah?” Beliau menolaknya dan bersabda, “Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.” Kemudian Rasulullah berkata
kepadanya, “Apa yang engkau lihat?” Ibnu
Shayyad berkata, “Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta.”
Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Perkara ini telah menjadi kabur bagi engkau.”
Demikian pula kalimat “Maka Rasulullah Saw. dapat melihat ia sedang berbaring di
atas tikar kasar sambil mengeluarkan
suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah Saw. yang sedang bersembunyi di
balik batang pohon kurma lalu menyapa Ibnu
Shayyad, “Hai Shaaf, (nama
panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad!”
Lalu bangunlah Ibnu Shayyad.
Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Seandainya ibunya membiarkannya, maka akan
jelaslah perkara dia,” keterangan
tersebut mengisyaratkan kepada ilham-ilham
syaitan yang turun kepada Ibnu Shayyad, walau pun dalam
kenyataannya setelah Ibnu
Shayyad pun menjadi seorang Muslim dan meninggal sebagai seorang Muslim
dan dikuburkan sebagai seorang Muslim.
Lagi pula dalam kenyataannya Ibnu Shayyad selama hidupnya tidak memenuhi
kriteria mengenai ciri-ciri
Dajjal lainnya yang diterangkan oleh Nabi Besar
Muhammad saw., misalnya matanya buta
sebelah, di dahinya ada tulisan kā fā rā (kafir) serta mampu perbuatan-perbuatan
luar biasa lainnya sebagaimana dikemukakan hadits-hadits yang lain berkenaan dengan keluarbiasaan perbuatan Dajjal.
Terlebih lagi Nabi Besar Muhammad saw.
telah bersabda bahwa dengan membaca
serta memahami 10 ayat awal dan 10 ayat
terakhir Surah Al-Kahf dapat menyelamatkan orang-orang Islam dari fitnah Dajjal yang disebarkan oleh bangsa-bangsa yang disebut Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj) -- yakni bangsa-bangsa Kristen dari Barat
yang mulai 17
Masehi di Akhir Zaman ini -- mereka telah mulai meraih
kesuksesan duniawi yang sangat menakjubkan (QS.18:1-9).
Makna “Maidah” (Makanan)
yang Turun dari “Langit”
Menurut
Allah Swt. pada hakikatnya keberhasilan duniawi yang diraih bangsa-bangsa
Kristen pada dua masa yang berbeda merupakan pengabulan doa Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. atas permintaan pengikutnya di masa awal (hawari), yang disebut ‘Id (perayaan yang berulang), firman-Nya:
وَ اِذۡ اَوۡحَیۡتُ اِلَی الۡحَوَارِیّٖنَ اَنۡ اٰمِنُوۡا
بِیۡ وَ بِرَسُوۡلِیۡ ۚ قَالُوۡۤا
اٰمَنَّا وَ اشۡہَدۡ بِاَنَّنَا
مُسۡلِمُوۡنَ﴿﴾ اِذۡ قَالَ الۡحَوَارِیُّوۡنَ یٰعِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ ہَلۡ
یَسۡتَطِیۡعُ رَبُّکَ اَنۡ یُّنَزِّلَ عَلَیۡنَا مَآئِدَۃً مِّنَ السَّمَآءِ ؕ
قَالَ اتَّقُوا اللّٰہَ اِنۡ کُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِیۡنَ ﴿﴾ قَالُوۡا نُرِیۡدُ اَنۡ نَّاۡکُلَ مِنۡہَا وَ تَطۡمَئِنَّ
قُلُوۡبُنَا وَ نَعۡلَمَ اَنۡ قَدۡ صَدَقۡتَنَا وَ نَکُوۡنَ عَلَیۡہَا
مِنَ الشّٰہِدِیۡنَ ﴿﴾ قَالَ عِیۡسَی ابۡنُ
مَرۡیَمَ اللّٰہُمَّ رَبَّنَاۤ اَنۡزِلۡ عَلَیۡنَا مَآئِدَۃً مِّنَ السَّمَآءِ
تَکُوۡنُ لَنَا عِیۡدًا لِّاَوَّلِنَا وَ اٰخِرِنَا وَ اٰیَۃً
مِّنۡکَ ۚ وَ ارۡزُقۡنَا وَ اَنۡتَ خَیۡرُ الرّٰزِقِیۡنَ ﴿﴾ قَالَ اللّٰہُ
اِنِّیۡ مُنَزِّلُہَا عَلَیۡکُمۡ ۚ فَمَنۡ یَّکۡفُرۡ بَعۡدُ مِنۡکُمۡ
فَاِنِّیۡۤ اُعَذِّبُہٗ عَذَابًا لَّاۤ اُعَذِّبُہٗۤ اَحَدًا مِّنَ
الۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾٪
Dan ingatlah ketika Aku
mewahyukan kepada para hawari bahwa: “Berimanlah
kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.”
Mereka berkata: “Kami telah beriman,
dan bersaksilah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang
berserah diri.” Ingatlah ketika para hawari berkata: “Hai ‘Isa ibnu Maryam, ہَلۡ
یَسۡتَطِیۡعُ رَبُّکَ اَنۡ یُّنَزِّلَ عَلَیۡنَا مَآئِدَۃً مِّنَ السَّمَآءِ -- mampukah Rabb (Tuhan) engkau menurun-kan
kepada kami hidangan dari langit?” Ia berkata: “Bertakwalah
kepada Allah jika kamu orang-orang yang
beriman.” Mereka berkata: “Kami
ingin memakan dari hidangan itu,
supaya hati kami tenteram,
dan supaya kami mengetahui bahwa
engkau sungguh telah berkata benar kepada kami dan supaya kami termasuk di antara orang-orang
yang menjadi saksi.” ‘Isa ibnu
Maryam berkata: اللّٰہُمَّ رَبَّنَاۤ اَنۡزِلۡ عَلَیۡنَا مَآئِدَۃً مِّنَ السَّمَآءِ
تَکُوۡنُ لَنَا عِیۡدًا لِّاَوَّلِنَا وَ اٰخِرِنَا وَ اٰیَۃً مِّنۡکَ ۚ وَ ارۡزُقۡنَا وَ اَنۡتَ خَیۡرُ الرّٰزِقِیۡنَ -- “Ya Allah, Rabb (Tuhan) kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit supaya menjadi suatu perayaan yang berulang
bagi kami, bagi orang-orang yang awal dari kami, juga
bagi yang datang di belakang kami, dan
sebagai Tanda-tanda kebenaran
dari Engkau, berilah kami rezeki,
dan Engkau sebaik-baik Pemberi rezeki.
قَالَ اللّٰہُ اِنِّیۡ مُنَزِّلُہَا عَلَیۡکُمۡ -- Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkannya kepada kamu, فَمَنۡ یَّکۡفُرۡ بَعۡدُ مِنۡکُمۡ -- maka barangsiapa
di antara kamu kafir sesudah itu, maka
sesungguhnya Aku akan mengazabnya
dengan azab yang tidak pernah
Aku mengazab kepada seorang pun di
seluruh alam.” (Al-Maidah [5]:112-116).
Jadi, menurut ayat terakhir, kalau kaum-kaum
purbakala umumnya mendapat azab Ilahi
yang berasal dari kekuatan alam (QS.29:41),
tetapi
azab Ilahi (QS.29:41) yang
menimpa Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) di
Akhir Zaman ini selain
“kekuatan alam”, juga “karya cipta” mereka berupa ledakan-ledakan hebat sebagai akibat penggunaan berbagai jenis senjata pemusnah massal yang memanfaatkan
“energi api” -- temasuk “energi nuklir” -- akan menghancur-lulurkan
semua kekayaan duniawi yang mereka bangga-banggakan (QS.18:33-45; QS.36:21-33 & 49-54; II Petrus 3:1-13; Wahyu 20:7-10).
Dengan demikian jelaslah bahwa penyebab mengapa fitnah Dajjal tersebut di Akhir
Zaman ini merupakan kemusyrikan
yang paling berbahaya dari antara
seluruh jenis kemusyrikan yang pernah
muncul di kalangan umat manusia, adalah
karena didukung oleh kesuksesan duniawi para penganutnya sebagaimana dikemukakan
dalam hadits-hadits Nabi Besar Muhammad saw. lainnya.
Ke-Muslim-an Ibnu
Shayyad dan Kemunculan 30 Dajjal:
Dari
Abu Said Al-Khudri r.a. ia berkata, “Aku menemani Ibnu Shaid (Ibnu Shayyad) pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku: “Aku
telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal. Apakah engkau pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda,
“Sesungguhnya Dajjal itu tidak
mempunyai anak.” Aku jawab, “ Ya!” Ia berkata lagi, “Dan aku telah mempunyai
anak. Bukankah engkau telah mendengar
Rasulullah Saw. bersabda: “Dajjal
itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekkah.” Aku menjawab, “Ya!” Ia berkata
lagi, “Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke
Mekah.” Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku, “Demi Allah,
sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia”. Ia
berkata, “Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu”. (Hadits riwayat
Muslim).
Dari Muhammad Al-Munkadir ia berkata: “Aku
melihat Jabir bin Abdullah bersumpah demi Allah bahwa Ibnu Shaid (Ibnu Shayyad) adalah seorang Dajjal, maka aku bertanya, “Kenapa engkau bersumpah demi Allah?” Dia menjawab:, “Aku
mendengar Umar bersumpah tentang hal itu di hadapan Nabi Saw. dan beliau tidak
mengingkarinya”. (Hadits riwayat Muslim).
Dari Abu Hurairah RA: Dari Nabi saw. beliau
bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi
sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal
pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia
adalah utusan Allah.” (Hadits riwayat Muslim).
Demikianlah beberapa hadits Nabi Besar Muhammad saw.
berkenaan dengan akan munculnya Dajjal serta
masalah Ibnu Shayyad yang
menjadi bahan perdebatan di kalangan
para Sahabah beliau saw., apakah Ibnu
Shayyad itu itu benar-benar Dajjal yang dimaksudkan oleh
para Rasul Allah dan Nabi
Besar Muhammad saw. ataukah bukan?
Nampaknya
tujuan Nabi Besar Muhammad saw. berkenaan dengan Ibnu Shayyad hanya sekedar
memberikan gambaran mengenai Dajjal kepada para sahabah beliau saw. yaitu seperti halnya Ibnu Shayyad demikian juga Dajjal
pun menerima ilham syaitan sebagaimana diisyaratkan dalam dialog
antara beliau saw. dengan dia:
“Apakah
engkau bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?” Ibnu Shayyad memandang beliau lalu
berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta
huruf.” Lalu Ibnu Shayyad balik
bertanya kepada Rasulullah Saw., “Apakah engkau
bersaksi bahwa aku utusan Allah?” Beliau menolaknya dan bersabda, “Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.” Kemudian Rasulullah berkata
kepadanya, “Apa yang engkau lihat?” Ibnu
Shayyad berkata, “Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta.”
Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Perkara ini telah menjadi kabur bagi engkau.”
Demikian pula kalimat “Maka Rasulullah Saw. dapat melihat ia sedang berbaring di
atas tikar kasar sambil mengeluarkan
suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah Saw. yang sedang bersembunyi di
balik batang pohon kurma lalu menyapa Ibnu
Shayyad, “Hai Shāf, (nama
panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad!”
Lalu bangunlah Ibnu Shayyad.
Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Seandainya ibunya membiarkannya maka akan
jelaslah perkara dia” hal
tersebut mengisyaratkan kepada ilham-ilham
syaitan yang turun kepada Ibnu Shayyad, walau pun dalam kenyataannya setelah
itu Ibnu Shayyad pun menjadi
seorang Muslim dan
meninggal sebagai seorang Muslim
dan dikuburkan sebagai seorang Muslim.
Lagi pula dalam kenyataannya Ibnu Shayyad selama hidupnya tidak memenuhi
kriteria mengenai ciri-ciri
Dajjal lainnya yang diterangkan oleh Nabi Besar
Muhammad saw., misalnya matanya buta
sebelah, di dahinya ada tulisan kā fā rā (kafir) serta mampu perbuatan-perbuatan
luar biasa lainnya sebagaimana dikemukakan hadits-hadits yang lain berkenaan dengan keluarbiasaan perbuatan Dajjal.
Terlebih lagi Nabi Besar Muhammad saw.
telah bersabda bahwa dengan membaca
serta memahami 10 ayat awal dan 10 ayat
terakhir Surah Al-Kahf dapat menyelamatkan orang-orang Islam dari fitnah Dajjal yang disebarkan oleh bangsa-bangsa
yang disebut Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj) yakni bangsa-bangsa Kristen dari Barat,
yang mulai 17 Masehi di Akhir Zaman ini mereka meraih kesuksesan
duniawi yang sangat menakjubkan (QS.18:1-9), yang pada
hakikatnya merupakan pengabulan doa Nabi Isa Ibnu Maryam
a.s. atas permintaan pengikutnya di masa awal (hawari – QS.5:112-116).
Doa Mohon Perlindungan
dari Keburukan
“Fitnah Dajjal”
Dengan demikian jelaslah bahwa salah
satu penyebab mengapa fitnah Dajjal
tersebut di Akhir Zaman ini merupakan
kemusyrikan yang paling berbahaya dari antara seluruh jenis kemusyrikan yang pernah muncul di kalangan umat manusia, adalah karena didukung oleh kesuksesan duniawi para penganutnya sebagaimana dikemukakan
dalam hadits-hadits Nabi Besar Muhammad saw. lainnya, yang telah diartikan
secara harfiah padahal merupakan kiasan.
Berikut beberapa sabda Nabi Besar Muhammad
saw. mengenai sangat berbahayanya “fitnah Dajjal”, sehingga -- sebagai peringatan -- sering dibaca
pada akhir bacaan tahiyyat dalam shalat:
“Jika salah seorang diantara kalian
duduk dalam tasyahud akhir, maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dari
empat perkara. Hendaknya dia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati serta
jeleknya fitnah Dajjal. (HR. Muslim, no. 588.).
Dari Abu
Darda’ a bahwasanya
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal
sepuluh ayat dari surah Al-Kahfi, maka dia
akan dijaga dari fitnah Dajjal. (HR. Muslim 809).
“Dari
Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alahi wa
sallam bersabda: Selain Dajjal
lebih menakutkanku atas kalian, seandainya dia keluar dan saya di tengah-tengah
kalian, maka sayalah yang akan menghadapinya, tetapi apabila dia keluar
sedangkan saya tidak ada di tengah-tengah kalian, maka masing-masing orang
mengurus dirinya sendiri, Allah penolong setiap muslim. Dajjal adalah pemuda berambut keriting, matanya buta,
seakan diriku memperumpamakannya dengan Abdul Uzza bin Qathn. Barangsiapa d iantara kalian menjumpainya,
maka hendaknya membacakan padanya awal-awal surat Al-Kahfi, dia keluar di jalan antara Syam dan Iraq lalu
membuat kerusakan di kanan dan kiri. Wahai hamba Allah, tetap kokohlah kalian! Kami bertanya:
Hai Rasulullah, berapa lama dia tinggal
di bumi? Nabi menjawab: Empat puluh
hari, sehari seperti setahun,
sehari seperti sebulan, sehari
seperti sepekan kemudian hari berikutnya
seperti hari-hari biasa. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, hari seperti setahun
tadi apakah cukup bagi shalat sehari? Jawabnya: Tidak, perkirakanlah waktunya!.
Kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah, bagaimana
kecepatannya di atas bumi? Beliau menjawab: Seperti hujan yang dihembuskan oleh angin. Kemudian Dajjal mendatangi suatu kaum lalu mereka
percaya dan mendukungnya, maka dia
memerintahkan langit untuk menurunkan air hujan sehingga turun hujan dan tanah untuk menumbuhkan tanaman dan tumbuh. Dia lalu mendatangi suatu kaum dan mereka menolak kemudian dia berpaling, akhirnya mereka paceklik tidak memiliki harta sedikitpun, dia melewati tempat reruntuhan seraya berkata: Keluarkan perbendaharaanmu, maka keluarlah perbendaharaanya seperti buah
kurma. Lalu dia memanggil seorang
pemuda dan memukulnya dengan pedang menjadi dua bagian seukuran lemparan panah kemudian memanggilnya lagi dan pemuda
tersebut bangun dengan wajah berseri-seri sambil tertawa.”
Kesuksesan
duniawi dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi)
yang dimiliki bangsa-bangsa Kristen dari
Barat (QS.18:8; QS.21:96-101) di Akhir Zaman ini merupakan tafsir atau makna sebenarnya dari gambaran kiasan mengenai Dajjal
yang disabdakan oleh Nabi Besar Muhammad saw. tersebut.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik
Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 15 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar