بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr
Bab 50
Pembangunan “Tembok Darband” oleh Dzulqarnain (Cyrus) & Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) adalah Raja Rus
(Rusia), Mesekh (Moskwa) dan Tubal (Tobols)
Oleh
Ki Langlang Buana
Kusuma
|
D
|
alam akhir Bab sebelumnya telah
dibahas golongan
Jin (penganut system Kapitalisme) dan
Ins (penganut paham Sosialisme), sehubungan
hal tersebut Allah Swt. berfirman tentang kesesatan
kedua golongan besar tersebut berkenaan dengan Tuhan Pencipta alam semesta, Allah Swt.:
فَیَوۡمَئِذٍ
لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ اِنۡسٌ
وَّ لَا جَآنٌّ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ یُعۡرَفُ
الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ ہٰذِہٖ جَہَنَّمُ الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا الۡمُجۡرِمُوۡنَ ﴿ۘ﴾ یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ بَیۡنَ حَمِیۡمٍ اٰنٍ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿٪﴾
Pada hari itu tidak akan ditanya dosa ins (manusia) dan tidak pula jin.
Maka nikmat-nikmat
Rabb (Tuhan) kamu berdua yang
manakah yang kamu berdua dustakan? Orang-orang berdosa ciri-ciri
mereka akan dikenal lalu mereka akan
dipegang pada jambul dan kakinya. Maka
nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua
yang manakah yang kamu berdua dustakan?
Inilah Jahannam yang orang-orang
berdosa mendustakannya, mereka akan berkeliling-keliling di antara Jahannam
itu dan air panas mendidih. Maka yang
manakah di antara nikmat-nikmat Rabb (Tuhan)
kamu berdua yang kamu berdua dustakan? (Al-Rahmān
[55]:40-46).
Amal-amal buruk orang-orang durhaka akan tertera pada wajah mereka, sehingga mereka tidak akan ditanya lagi mengenai apakah mereka telah melakukan kedurhakaan atau tidak. Sebagaimana
tersebut pada tempat lain dalam Alquran (QS.41:21), anggota-anggota tubuh orang-orang kafir itu sendiri akan menjadi saksi atas mereka.
Beberapa ayat sebelumnya dan ayat berikut ini یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ بَیۡنَ حَمِیۡمٍ اٰنٍ -- “mereka akan berkeliling-keliling di antara Jahannam
itu dan air panas mendidih” nampaknya
mengisyaratkan kepada keadaan resah
yang akan mencekam umat manusia, bila
kedua blok raksasa (jin dan ins) tersebut di atas berhadap-hadapan, dan mengisyaratkan
kepada kekhawatiran akan terjadi peperangan
nuklir yang laksana pedang algojo
dalam keadaan terhunus di atas kepala mereka.
Pengelompokan
negara-negara dan ketegangan-ketegangan
internasional dewasa ini, niscaya akan menjurus kepada suatu bentrokan senjata, dengan kebinasaan sebagai akibatnya yang akan
tiada tara bandingnya. Bentrokan itu sendiri akan benar-benar merupakan suatu neraka, tetapi persiapan-persiapan untuk bertarung itu sendiri menimbulkan keadaan-keadaan yang tidak kurang dari siksaan lahir maupun batin yang abadi dalam satu atau lain
bentuk.
Pendek kata, itulah
hubungan antara “Abu Lahab” (bapak
nyala api) dengan iblis dan jin -- yang secara kiasan diciptakan dari api --
serta korelasinya dengan
pelepasannya dari “pemenjaraan selama 1000 tahun” yaitu penyebaran
Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj) di Akhir
Zaman ini.
Upaya Dzulqarnain (Cyrus) “Membendung” Gerakan Liar Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj)
Sehubungan dengan “pemenjaraan” iblis
mau pun Satan, yakni naga si ular tua, -- yang di Akhir
Zaman ini mengambil bentuk
penyebaran kembali Gog (Ya’juj) dan Magog
(Ma’juj) berupa fitnah Dajjal, si pendusta besar yang matanya buta sebelah (Wahyu 20:1-10) -- itu pulalah upaya yang dilakukan Dzulqarnain atau Cyrus “membendung” gerakan liar Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj) sebagaimana dikemukakan Bible dalam Kitab Wahyu berikut ini
Kerajaan seribu tahun
20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia
mengikatnya seribu tahun lamanya , 20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut,
dan menutup
jurang maut itu dan memeteraikannya
di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir
masa seribu tahun itu; kemudian dari
pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya……..
Iblis dihukum
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya,
20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog
dan Magog, dan mengumpulkan
mereka untuk berperang dan jumlah
mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan
mereka, dilemparkan
ke dalam lautan api dan belerang
yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka
disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”
Sehubungan
dengan keterangan Bible tersebut
Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran mengenai gerakan militer Cyrus – Raja kerajaan Media dan Persia -- yakni Dzulqarnain:
ثُمَّ اَتۡبَعَ
سَبَبًا ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا بَلَغَ بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾ قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ
مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ
لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ بَیۡنَہُمۡ سَدًّا ﴿﴾
Kemudian
ia mengikuti jalan lain. Hingga ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit ia mendapati di
samping keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun. Mereka berkata: "Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj
dan Ma’juj membuat kerusakan
di bumi, maka bolehkah
kami memberikan upeti kepada engkau
supaya engkau membuat penghalang di
antara kami dengan mereka. (Al-Kahf [18]:95).
Upaya Dzulqarnain (Cyrus) “membendung” gerakan
liar Gog (Ya’juj) dan Magog
(Ma’juj), sehubungan dengan “pemenjaraan” iblis
mau pun Satan, yakni naga si ular tua, -- yang di Akhir
Zaman ini mengambil bentuk
penyebaran kembali Gog (Ya’juj) dan Magog
(Ma’juj) berupa fitnah Dajjal, si pendusta besar yang matanya buta sebelah (Wahyu 20:1-10) sebagaimana
dikemukakan Bible dalam Kitab Wahyu berikut ini
Kerajaan seribu tahun
20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia
mengikatnya seribu tahun lamanya , 20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut,
dan menutup
jurang maut itu dan memeteraikannya
di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir
masa seribu tahun itu; kemudian dari
pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya……..
Iblis dihukum
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya,
20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog
dan Magog, dan mengumpulkan
mereka untuk berperang dan jumlah
mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan
mereka, dilemparkan
ke dalam lautan api dan belerang
yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka
disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”
Sehubungan
dengan keterangan Bible tersebut
Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran mengenai gerakan militer Cyrus – Raja kerajaan Media dan Persia -- yakni Dzulqarnain, yang artinya “Pemilik dua
tanduk kekuasaan”, yakni Media dan Persia:
ثُمَّ اَتۡبَعَ
سَبَبًا ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا بَلَغَ بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾ قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ
مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ
لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ بَیۡنَہُمۡ سَدًّا ﴿﴾
Kemudian
ia mengikuti jalan lain. Hingga ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit ia mendapati di
samping keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun. Mereka berkata: "Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj
dan Ma’juj membuat kerusakan
di bumi, maka bolehkah
kami memberikan upeti kepada engkau
supaya engkau membuat penghalang di
antara kami dengan mereka.
(Al-Kahf [18]:95).
Arti Kata Ya’juj dan Ma’juj
Kata-kata Ya’juj dan Ma’juj
kedua-duanya berasal dari akar kata ajja, yang berarti ia
cepat langkahnya; ia atau sesuatu
itu menjadi api yang menyala-nyala (Lexicon Lane), kedua makna tersebut erat sekali hubungannya
dengan kemampuan bangsa-bangsa Kristen dari Barat yang berhasil menciptakan sarana transportasi baru yang memiliki gerakan
yang sangat cepat karena memanfaatkan “energi api”, jauh melebihi
kecepatan gerak pasukan berkuda (kavaleri) yang dilakukan
oleh Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) di masa lalu.
Ya’juj dan Ma’juj menunjuk kepada bangsa Scythia sebelah timur yang
terjauh. Atau seperti dikatakan oleh
beberapa pakar, semua bangsa yang mendiami bagian utara Asia dan Eropa (Encyclopaedia Britannica & Jewish
Encyclopaedia, pada kata "Gog"
dan "Magog", dan Historians' History of the World, jilid 2 hlm.
582 & Yehezkiel 38 : 2-6
& 39 : 6).
Kata-kata ini
dapat pula dikenakan kepada bangsa-bangsa
Kristen dari barat oleh karena
mereka sangat gemar memakai api yang menyala-nyala dan air yang mendidih, dan
disebabkan semua kemajuan kebendaan
dan penemuan-penemuan serta ciptaan-ciptaan mereka itu, merupakan akibat penggunaan barang-barang tersebut dengan tepat dan sangat luas.
Atau kata ajja
yakni Ya’juj dan Ma’juj itu
dapat menunjuk kepada gerak-gerik
bangsa-bangsa itu yang gelisah resah
oleh sebab mereka senantiasa mencari-cari kesempatan
dengan tidak mengenal lelah dan tidak
sabar mengadakan penaklukan-penaklukan
baru ke berbagai wilayah dunia, termasuk ke Nusantara dan berkuasa
selama 350 tahun.
Gambaran Ya’juj-Ma’juj
seperti yang diberikan dalam Bible,
tidak meragukan sedikit pun, cocok dengan beberapa kerajaan Kristen dari barat:
Pertama karena mereka sangat
banyak, gagah-perkasa dan berkuasa: "Maka pada masa itu engkau akan datang naik
seperti guruh yang membinasakan dan seperti awan-awan yang menudungi muka
tanah, engkau dengan segala balatentaramu dan beberapa bangsa sertamu” (Yehezkiel 38:9).
“Seperti Ya’juj
dan Ma’juj, supaya menghimpun mereka
itu akan berperang, yang banyaknya mereka seperti pasir di pantai laut"
(Wahyu 20:8).
"Daging orang pahlawan akan kamu makan dan
darah orang besar di dunia akan kamu minum; domba jantan dan anak kambing
dan kambing jantan dan lembu muda.
semuanya binatang tambun-tambun dari Bazan! Kamu akan makan lemaknya sampai
kenyang dan minum darah sampai mabuk dari sembelihan, yano, telah kusembelih
bagi kamu" (Yehezkiel
39:18, 19).
Kedua, mereka digambarkan sebagai datang dari bagian-bagian
bumi sebelah utara dan dari pulau-pulau: "Bahkan,
engkau akan datang dari tempatmu, dari sebelah utara sekali. baik engkau. baik
beberapa bangsa besertamu.” (Yehezkiel
38:15).
Ketiga, mereka akan tersebar di seluruh dunia: "Maka mereka itu naik pula ke tanah yang luas”
(Wahyu 20:9).
Keempat, dari kediaman mereka di utara, mereka akan hijrah ke negeri-negeri lain dan menetap
di seluruh penjuru dunia, dan di
masa peperangan mereka akan datang berkumpul dari jajahan-jajahan mereka yang
jauh-jauh: "Apabila genap seribu tahun maka iblis
akan dilepaskan pula dari dalam belenggunya. lalu keluar hendak menyesatkan
segala bangsa yang ada di dalam empat penjuru alam, seperti Yajuj-Majuj, supaya menghimpun mereka
itu akan berperang, maka banyaknya mereka itu seperti pasir di pantai laut"
(Wahyu 2:7-8).
Raja Rus,
Mesekh dan Tubal
Kitab Yehezkiel menyebut Ya’juj atau (Gog) "sebagai raja Rus, Mesekh dan Tubal",
jelas kata Rus di sini menujuk kepada
Rusia. Mesekh kepada Moskwa. Tubal
kepada Tobolsk. Ya’juj (Gog) disebut
juga sebagian dari tanah Ma’juj (Magog - Yehezkiel
38:2), dan Ma’juj menurut para ahli
tafsir Bible, merupakan daerah-daerah yang pada zaman purba disebut dengan
nama Scythia (termasuk Rusia dan
Tartar), dari sana pada masa yang lampau telah datang banyak gerombolan manusia liar dan biadab.
Oleh sebab Rusia
termasuk dalam daerah Ma’juj, maka Rus,
Meskh, dan Tubal dapat dianggap sebagai ganti Rusia, Moskwa dan Tobolsk. Ma’juj telah disebutkan pula sebagai nama suatu kaum dalam Yehezkiel
39:6 dan dalam Wahyu 20:8. Dalam Yehezkiel, Ma’juj telah disebutkan bersama-sama mereka "yang duduk di tepi laut itu dengan
sentosanya."
Menurut kutipan-kutipan tersebut Ya’juj dan Ma’juj menggambarkan
beberapa kekuatan besar di Eropa, termasuk Rusia. Dalam Al-Quran (QS.18:95) mereka telah disebut mengadakan serangan-serangan terhadap daerah-daerah
yang terletak di perbatasan utara Iran,
yang menunjukkan bahwa mereka itu dari suku-suku yang umumnya dikenal sebagai bangsa Scythia.
Telah merupakan kenyataan sejarah yang cukup
diketahui bahwa zaman purba bangsa Scythia terus-menerus bergerak
dari Asia ke Eropa dalam rombongan-rombongan
besar, sedang jalan mereka terletak di
sebelah utara pegunungan Kaukasus (Encyclopaedia
Britannica jilid 12, h1m, 263. Edisi 14).
Apabila
gelombang pertama telah menetap di Eropa,
gelombang-gelombang barn menyusul dari timur dan terus mendesak
gelombang-gelombang yang mendahuluinya
ke arah lebih barat lagi. Jadi bangsa-bangsa
Eropa secara sah, telah disebut Ya’juj dan Ma’juj dalam nubuatan
Bible.
Anehnya kisah
dua pahlawan bernama Ya’juj dan Ma’juj masih tersimpan di
Guild Hall (di London) berupa dua patung.
Lagi pula nampak dari kitab Yehezkiel
dan Wahyu. bahwa Ya’juj dan Ma’juj
akan muncul di Akhir Zaman,
yaitu di masa menjelang kebangkitan Nabi
Isa Al-Masih a.s. kedua kalinya yakni kedatangan Al-Masih
Mau’ud a.s. atau misal Nabi
Isa Ibnu Maryam a.s. (QS.43:58):
"Dan engkau pun akan mendatangi umatku Israil
hendak menudungi muka tanah seperti awan-awan" (Yehezkiel 38:16. Lihat pula Wahyu 20:7-10).
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa nubuatan ini menunjuk kepada suatu kaum yang akan muncul pada masa
mendatang. Zaman yang ditakdirkan akan munculnva Ya’juj dan Ma’juj itu
ditandai peperangan-peperangan, gempa bumi. Wabah dan berbagai malapetaka yang mengerikan.
Pembangunan “Tembok
Darband” oleh Dzulqarnain (Cyrus)
Suku bangsa Scythia. yaitu Ya’juj dan Ma’juj. menguasai daerah-daerah di sebelah utara dan timur laut Laut Hitam, dan mereka datang dari
daerah-daerah itu melalui lembah Darband
dan menjarah dan menaklukkan serta memerintah orang-orang Persia. Cyrus atau Dzulqarnain
mengalahkan mereka dan melepaskan orang-orang
Persia dari cengkeraman mereka (Historians'
History of the World)., sebagaimana firman-Nya:
ثُمَّ اَتۡبَعَ
سَبَبًا ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا بَلَغَ بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾ قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ
مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ
لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ بَیۡنَہُمۡ سَدًّا ﴿﴾
Kemudian
ia mengikuti jalan lain. Hingga ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit ia mendapati di
samping keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun. Mereka berkata: "Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj
dan Ma’juj membuat kerusakan
di bumi, maka bolehkah
kami memberikan upeti kepada engkau
supaya engkau membuat penghalang di
antara kami dengan mereka.
(Al-Kahf [18]:95).
Persis di tempat itu, yang menurut Herodotus ada lembah, dan melalui itu bangsa-bangsa Scythia mengadakan
serbuan-serbuan terhadap negeri Persia, terdapat sebuah dinding, yaitu dinding
Darband yang tersohor. Derbent
atau Darband adalah sebuah kota di
Persia.
Kaukasia, di Propinsi Deghestan, di sebelah barat
pantai Laut Kaspia, dan di selatan
terletak tanah-ujung dinding Kaukasus
menjorok ke laut, panjangnya 50 mil, yang dinamakan juga dinding Iskandar, menutup lembah sempit Iron Gate (Pintu Besi) atau Caspian
Gate (Pintu Gerbang Kaspia). Dinding ini, ketika masih utuh. tingginya 29
kaki dan tebalnya kurang lebih 10 kaki, dengan pintu‑pintu besinya dan sejumlah
besar menara-menara penjagaan, membentuk pertahanan yang kuat di perbatasan
Persia" (Encyclopaedia Britannica pada kata "Derbent").
Bertentangan dengan kenyataan-kenyataan sejarah yang
telah terbukti kebenarannya, pada umumnya dianggap, bahwa dinding itu telah dibangun oleh Iskandar
Agung (Alexander the Great). Tetapi gerakan-gerakan militer Iskandar, tidak ubahnya seperti angin
puyuh yang ada ketika itu, ia tidak akan sempat mengurus rencana luas, seperti mendirikan dinding yang begitu besar.
Demikian pula wafatnya dalam usia begitu muda tidak
memberi kepadanya waktu yang cukup untuk
menghadapi suatu rencana yang begitu
besar. Rupanya anggapan itu telah timbul dari kenyataan, bahwa ahli tafsir
Al-Quran dari kalangan orang-orang Islam mempunyai anggapan salah, bahwa Dzulqarnain
itu Iskandar.
Terhentinya Gerakan Liar Ya’juj dan Ma’juj
Bukti-bukti
kenyataan berikut menunjukkan, bahwa Cyrus-lah
yang mendirikan “Tembok Darband” itu :
(a) Untuk mematahkan kekuatan bangsa Scythia, Darius, yang menaiki takhta kerajaan
sesudah wafat putra Cyrus, dengan
melalui Yunani menyerang bangsa Scythia, dari jurusan Eropa. Tidak masuk akal,
bahwa ia menempuh perjalanan begitu jauh lagi sukar dan mengambil jalan
keliling, untuk menyerang kaum itu melalui Eropa Tengah, padahal mereka tinggal
sangat dekat kepadanya di sebelah utara.
Kesimpulan yang
tidak dapat dielakkan ialah, bahwa memang ada suatu dinding yang sangat besar, hanya mungkin didirikan oleh Cyrus sebelum zaman Darius. Seandainya tembok
yang menghalangi musuh tidak ada, maka hal itu tidak memungkinkan Darius dengan pasukan yang besar, pergi
ke sebelah lain dengan mengambil jalan memutar, sambil meninggalkan negeri
sendiri terbuka terhadap serangan-serangan musuh dari utara.
(b) Sebelum masa Cyrus,
bangsa Scythia mengadakan penyerbuan-penyerbuan terus-menerus dengan tidak ada
henti-hentinya terhadap Persia, tetapi sesudah diadakannya
penaklukan-penaklukan maka penyerbuan-penyerbuan itu terhenti sama sekali.
Kenyataan ini membawa kepada kesimpulan yang sangat
mungkin, yaitu bahwa niscaya Cyrus
yang telah mendirikan dinding penghalang
yang berhasil menghentikan serangan-serangan
itu, dan penghalang itu tentunya dinding Darband yang tersohor, yang
keliru orang kenal sebagai “dinding Iskandar”. Sehubungan dengan hal tersebut selanjutnya
Allah Swt. berfirman mengenai Dzulqarnain:
قَالَ مَا
مَکَّنِّیۡ فِیۡہِ رَبِّیۡ خَیۡرٌ فَاَعِیۡنُوۡنِیۡ بِقُوَّۃٍ اَجۡعَلۡ بَیۡنَکُمۡ وَ
بَیۡنَہُمۡ رَدۡمًا ﴿ۙ﴾ اٰتُوۡنِیۡ زُبَرَ
الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی اِذَا سَاوٰی بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ حَتّٰۤی اِذَا جَعَلَہٗ نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ قِطۡرًا ﴿ؕ﴾
la
berkata: "Kekuasaan yang
dianugerahkan kepadaku oleh Rabb-ku (Tuhan-ku)
dalam hal ini adalah lebih baik,
tetapi kamu boleh membantuku dengan kekuatan (tenaga), aku
akan mendirikan di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang. Berikanlah kepadaku kepingan-kepingan besi.” Hingga ketika ia telah meratakan di antara kedua bukit itu, ia
berkata: “Hembuskanlah.” Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti api ia berkata: "Berikanlah
kepadaku cairan tembaga, supaya aku
dapat menuangkan di atasnya." Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya. (Al-Kahf
[18]:96-98).
Cyrus minta kepada penduduk setempat untuk
menyediakan baginya tenaga manusia,
sebab kata quwwah berarti
kekuatan fisik, yaitu tenaga kasar. Selain tecuali tenaga kasar, Cyrus
pun meminta pula dari penduduk setempat
besi dan tembaga yang
dicairkan. Tembaga itu — bukan
seperti besi — tidak berkarat dan bila dicampur dengan besi, maka hasil campuran itu menjadi lebih keras serta tahan karat. Tenaga ahli
bangunan dan teknik diisi oleh
ahli-ahli teknik Cyrus.
Kubu itu didirikan di antara Laut Kaspia dan pegunungan Kaukasus, dan
setelah pembuatan dinding penghalang
itu selesai maka serangan-serangan Ya’juj dan Ma’juj dari
utara berhenti, sebab dinding penghalang tersebut terlalu
tebal untuk dipecahkan dan ditembus, dan terlalu tinggi untuk dipanjat. Dinding
itu tingginva 29 kaki dan lebarnya 10 kaki (Encyclopaedia Britannica.) dan mempunyai pintu-pintu besi dan menara-menara
penjagaan. Dinding perhalang itu
merupakan penjaga batas Persia yang paling ampuh.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik
Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 7 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar