Sabtu, 07 Februari 2015

Pembangunan "Tembok Darband" oleh Dzulqarnain (Cyrus) & Ya'juj (Gog) dan Ma'juj (Magog) adalah Raja Rus (Rusia), Mesekh (Moskwa), dan Tubal (Tobols)





بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr


Bab 50

 Pembangunan “Tembok Darband” oleh  Dzulqarnain (Cyrus) &   Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) adalah Raja Rus (Rusia), Mesekh (Moskwa) dan Tubal (Tobols) 
     

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam akhir Bab sebelumnya telah dibahas    golongan Jin (penganut system Kapitalisme) dan Ins (penganut paham Sosialisme), sehubungan  hal tersebut  Allah Swt. berfirman tentang  kesesatan kedua golongan besar tersebut berkenaan dengan  Tuhan Pencipta alam semesta, Allah Swt.:
فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ  اِنۡسٌ وَّ لَا  جَآنٌّ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ ہٰذِہٖ جَہَنَّمُ  الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا الۡمُجۡرِمُوۡنَ ﴿ۘ﴾ یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ  بَیۡنَ حَمِیۡمٍ  اٰنٍ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿٪﴾
Pada hari itu tidak akan ditanya dosa  ins (manusia)  dan tidak pula  jin.        Maka  nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu  berdua dustakan?   Orang-orang berdosa  ciri-ciri mereka akan dikenal lalu mereka akan dipegang pada jambul dan kakinya Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan?   Inilah Jahannam yang orang-orang berdosa mendustakannya,  mereka akan berkeliling-keliling di antara Jahannam  itu  dan air panas mendidih.      Maka yang manakah di antara nikmat-nikmat  Rabb (Tuhan) kamu berdua  yang kamu berdua dustakan? (Al-Rahmān [55]:40-46).
     Amal-amal buruk orang-orang durhaka akan tertera pada wajah mereka, sehingga mereka tidak akan ditanya lagi mengenai apakah mereka telah melakukan kedurhakaan atau tidak. Sebagaimana tersebut pada tempat lain dalam Alquran (QS.41:21), anggota-anggota tubuh orang-orang kafir itu sendiri akan menjadi saksi atas mereka.
       Beberapa ayat sebelumnya dan ayat berikut   ini  یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ  بَیۡنَ حَمِیۡمٍ  اٰنٍ  -- “mereka akan berkeliling-keliling di antara Jahannam  itu  dan air panas mendidih” nampaknya mengisyaratkan kepada keadaan resah yang akan mencekam umat manusia, bila kedua blok raksasa (jin dan ins)  tersebut di atas berhadap-hadapan, dan mengisyaratkan kepada kekhawatiran akan terjadi peperangan nuklir yang laksana pedang algojo dalam keadaan terhunus di atas kepala mereka.
   Pengelompokan negara-negara dan ketegangan-ketegangan internasional dewasa ini, niscaya akan menjurus kepada suatu bentrokan senjata, dengan kebinasaan sebagai akibatnya yang akan tiada tara bandingnya. Bentrokan itu sendiri akan benar-benar merupakan suatu neraka, tetapi persiapan-persiapan untuk bertarung itu sendiri menimbulkan keadaan-keadaan yang tidak kurang dari siksaan lahir maupun batin yang abadi dalam satu atau lain bentuk.
   Pendek kata, itulah hubungan antara “Abu Lahab” (bapak nyala api) dengan iblis dan jin   -- yang secara kiasan diciptakan dari api --  serta korelasinya dengan  pelepasannya dari “pemenjaraan selama 1000 tahun” yaitu  penyebaran  Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj)   di Akhir Zaman ini.

Upaya Dzulqarnain (Cyrus) “Membendung” Gerakan Liar Gog (Ya’juj) dan  Magog (Ma’juj)

     Sehubungan dengan  “pemenjaraan”     iblis mau  pun Satan,  yakni naga si ular tua,   --  yang di Akhir Zaman ini mengambil bentuk   penyebaran kembali  Gog (Ya’juj)  dan Magog (Ma’juj) berupa fitnah Dajjal, si pendusta  besar yang matanya buta sebelah  (Wahyu 20:1-10) --  itu pulalah upaya yang dilakukan Dzulqarnain atau Cyrus  “membendung” gerakan liar Gog (Ya’juj) dan  Magog (Ma’juj) sebagaimana dikemukakan Bible dalam Kitab Wahyu  berikut ini

Kerajaan seribu tahun
20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga  memegang anak kunci   jurang maut    dan suatu rantai besar di tangannya; 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan.   Dan ia mengikatnya seribu tahun   lamanya , 20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut,   dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya  di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa,  sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya……..
Iblis dihukum
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir,   Iblis akan dilepaskan   dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa    pada keempat penjuru bumi,   yaitu Gog dan Magog,   dan mengumpulkan mereka untuk berperang  dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.   20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung   perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi   itu. Tetapi dari langit   turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka,   dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang  yaitu tempat binatang   dan nabi palsu   itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”
       Sehubungan dengan keterangan Bible tersebut Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran mengenai gerakan militer Cyrus – Raja kerajaan Media dan Persia   -- yakni Dzulqarnain:
ثُمَّ  اَتۡبَعَ  سَبَبًا ﴿﴾  حَتّٰۤی  اِذَا بَلَغَ  بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾  قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ  اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ  تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ  بَیۡنَہُمۡ  سَدًّا ﴿﴾
Kemudian ia mengikuti jalan lain.  Hingga ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit ia mendapati di samping  keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun.  Mereka berkata: "Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membuat  kerusakan di bumi,  maka bolehkah kami memberikan upeti  kepada engkau supaya engkau membuat penghalang di antara kami dengan mereka.  (Al-Kahf [18]:95).
      Upaya Dzulqarnain (Cyrus) “membendung” gerakan liar Gog (Ya’juj) dan  Magog (Ma’juj),      sehubungan dengan  “pemenjaraan”     iblis mau  pun Satan,  yakni naga si ular tua,   --  yang di Akhir Zaman ini mengambil bentuk   penyebaran kembali  Gog (Ya’juj)  dan Magog (Ma’juj) berupa fitnah Dajjal, si pendusta  besar yang matanya buta sebelah  (Wahyu 20:1-10) sebagaimana dikemukakan Bible dalam Kitab Wahyu  berikut ini

Kerajaan seribu tahun
20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga  memegang anak kunci   jurang maut    dan suatu rantai besar di tangannya; 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan.   Dan ia mengikatnya seribu tahun   lamanya , 20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut,   dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya  di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa,  sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya……..
Iblis dihukum
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir,   Iblis akan dilepaskan   dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa    pada keempat penjuru bumi,   yaitu Gog dan Magog,   dan mengumpulkan mereka untuk berperang  dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.   20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung   perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi   itu. Tetapi dari langit   turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka,   dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang  yaitu tempat binatang   dan nabi palsu   itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”
       Sehubungan dengan keterangan Bible tersebut Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran mengenai gerakan militer Cyrus – Raja kerajaan Media dan Persia   -- yakni Dzulqarnain, yang artinya “Pemilik dua tanduk kekuasaan”, yakni Media dan Persia:
ثُمَّ  اَتۡبَعَ  سَبَبًا ﴿﴾  حَتّٰۤی  اِذَا بَلَغَ  بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾  قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ  اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ  تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ  بَیۡنَہُمۡ  سَدًّا ﴿﴾
Kemudian ia mengikuti jalan lain.  Hingga ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit ia mendapati di samping  keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun.  Mereka berkata: "Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membuat  kerusakan di bumi,  maka bolehkah kami memberikan upeti  kepada engkau supaya engkau membuat penghalang di antara kami dengan mereka.  (Al-Kahf [18]:95).

Arti Kata Ya’juj dan Ma’juj    

  Kata-kata Ya’juj dan Ma’juj kedua-duanya berasal dari akar kata ajja, yang berarti  ia cepat  langkahnya; ia atau sesuatu itu menjadi api yang menyala-nyala (Lexicon Lane), kedua makna tersebut erat sekali hubungannya dengan kemampuan  bangsa-bangsa Kristen dari Barat yang berhasil menciptakan sarana transportasi baru yang memiliki gerakan yang sangat cepat karena  memanfaatkan “energi api”,  jauh melebihi  kecepatan gerak  pasukan berkuda (kavaleri) yang dilakukan oleh  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) di masa lalu.
   Ya’juj dan Ma’juj menunjuk kepada bangsa Scythia sebelah timur yang terjauh. Atau  seperti dikatakan oleh beberapa pakar, semua bangsa yang mendiami bagian utara Asia dan Eropa (Encyclopaedia Britannica  & Jewish Encyclopaedia, pada kata "Gog" dan "Magog", dan Historians'  History of the World, jilid 2 hlm. 582 & Yehezkiel 38 : 2-6 & 39 : 6).
  Kata-kata ini dapat pula dikenakan kepada bangsa-bangsa Kristen dari barat oleh karena mereka sangat gemar memakai api yang menyala­-nyala dan air yang mendidih, dan disebabkan semua kemajuan kebendaan dan penemuan-penemuan serta ciptaan-ciptaan mereka itu, merupakan akibat penggunaan barang-barang tersebut dengan tepat dan sangat luas.
  Atau kata ajja yakni  Ya’juj dan Ma’juj itu dapat menunjuk kepada gerak-gerik bangsa-bangsa itu yang gelisah resah oleh sebab mereka senantiasa mencari-cari kesempatan dengan tidak mengenal lelah dan tidak sabar mengadakan penaklukan-penaklukan baru ke berbagai wilayah dunia, termasuk ke Nusantara dan berkuasa selama 350 tahun.
Gambaran Ya’juj-Ma’juj seperti yang diberikan dalam Bible, tidak meragukan sedikit pun, cocok dengan beberapa kerajaan Kristen dari barat:
 Pertama karena mereka   sangat banyak, gagah-perkasa dan berkuasa:  "Maka pada masa itu engkau akan datang naik seperti guruh yang membinasakan dan seperti awan-awan yang menudungi muka tanah, engkau dengan segala balatentaramu dan beberapa bangsa sertamu” (Yehezkiel 38:9).   
 Seperti Ya’juj dan Ma’juj, supaya menghimpun mereka itu akan berperang, yang banyaknya mereka seperti pasir di pantai laut" (Wahyu 20:8).
 "Daging orang pahlawan akan kamu makan dan darah orang besar di dunia akan kamu minum; domba jantan dan anak kambing dan  kambing jantan dan lembu muda. semuanya binatang tambun-tambun dari Bazan! Kamu akan makan lemaknya sampai kenyang dan minum darah sampai mabuk dari sembelihan, yano, telah kusembelih bagi kamu" (Yehezkiel 39:18, 19).
Kedua, mereka digambarkan sebagai datang dari bagian-bagian bumi sebelah utara dan dari pulau-pulau:  "Bahkan, engkau akan datang dari tempatmu, dari sebelah utara sekali. baik engkau. baik beberapa bangsa besertamu.” (Yehezkiel 38:15).
Ketiga, mereka akan tersebar di seluruh dunia: "Maka mereka itu naik pula ke tanah yang luas” (Wahyu 20:9).
Keempat, dari kediaman mereka di utara, mereka akan hijrah ke negeri-negeri lain dan menetap di seluruh penjuru dunia, dan di masa peperangan mereka akan datang berkumpul dari jajahan-jajahan mereka yang jauh-jauh:  "Apabila genap seribu tahun maka iblis akan dilepaskan pula dari dalam belenggunya. lalu keluar hendak menyesatkan segala bangsa yang ada di dalam empat penjuru alam, seperti Yajuj-Majuj, supaya menghimpun mereka itu akan berperang, maka banyaknya mereka itu seperti pasir di pantai laut" (Wahyu 2:7-8).

Raja Rus, Mesekh dan Tubal     

Kitab Yehezkiel menyebut Ya’juj atau (Gog) "sebagai raja Rus, Mesekh dan Tubal", jelas kata Rus di sini menujuk kepada Rusia. Mesekh kepada Moskwa. Tubal kepada Tobolsk. Ya’juj (Gog) disebut juga sebagian dari tanah Ma’juj (Magog  - Yehezkiel 38:2), dan Ma’juj menurut para  ahli tafsir Bible, merupakan daerah-daerah yang pada zaman purba disebut dengan nama Scythia (termasuk Rusia dan Tartar), dari sana pada masa yang lampau telah datang banyak gerombolan manusia liar dan biadab.
Oleh sebab Rusia termasuk dalam daerah Ma’juj, maka Rus, Meskh, dan Tubal dapat dianggap sebagai ganti Rusia, Moskwa dan Tobolsk. Ma’juj telah disebutkan pula sebagai nama suatu kaum dalam Yehezkiel 39:6 dan dalam Wahyu 20:8. Dalam Yehezkiel, Ma’juj telah disebutkan bersama-sama mereka "yang duduk di tepi laut itu dengan sentosanya."
Menurut kutipan-kutipan tersebut Ya’juj dan Ma’juj menggambarkan beberapa  kekuatan besar di Eropa, termasuk Rusia. Dalam Al-Quran (QS.18:95) mereka telah disebut mengadakan serangan-serangan terhadap daerah-daerah yang terletak di perbatasan utara Iran, yang menunjukkan bahwa mereka itu dari suku-suku yang umumnya dikenal sebagai bangsa Scythia.
Telah merupakan kenyataan sejarah yang cukup diketahui  bahwa zaman purba bangsa Scythia terus-menerus bergerak dari  Asia ke Eropa dalam rombongan-rombongan besar,  sedang jalan mereka terletak di sebelah utara pegunungan Kaukasus (Encyclopaedia Britannica jilid 12, h1m, 263. Edisi 14).
 Apabila gelombang pertama telah menetap di Eropa, gelombang-gelombang barn menyusul dari timur dan terus mendesak gelombang-gelombang yang  mendahuluinya ke arah lebih barat lagi. Jadi bangsa-bangsa Eropa secara sah, telah  disebut Ya’juj dan Ma’juj dalam nubuatan Bible.
  Anehnya kisah dua pahlawan  bernama Ya’juj dan Ma’juj  masih tersimpan di Guild Hall (di London) berupa dua patung. Lagi pula  nampak dari kitab Yehezkiel dan Wahyu. bahwa Ya’juj dan Ma’juj  akan muncul di Akhir Zaman, yaitu di masa menjelang kebangkitan Nabi Isa Al-Masih a.s.   kedua kalinya yakni kedatangan Al-Masih Mau’ud a.s. atau misal Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (QS.43:58):
"Dan engkau pun akan mendatangi umatku Israil hendak menudungi muka tanah seperti awan-awan" (Yehezkiel 38:16. Lihat pula Wahyu 20:7-10).
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa nubuatan ini menunjuk kepada suatu kaum yang akan muncul pada masa mendatang. Zaman yang ditakdirkan akan munculnva Ya’juj dan Ma’juj itu ditandai peperangan-peperangan, gempa bumi. Wabah  dan berbagai malapetaka yang mengerikan.  

Pembangunan   “Tembok  Darband” oleh Dzulqarnain (Cyrus)

  Suku bangsa Scythia. yaitu Ya’juj dan Ma’juj. menguasai daerah-daerah di sebelah utara dan timur laut Laut Hitam, dan mereka datang dari daerah-daerah itu melalui lembah Darband dan menjarah dan menaklukkan serta memerintah orang-orang Persia. Cyrus atau Dzulqarnain mengalahkan mereka dan melepaskan orang-orang Persia dari cengkeraman mereka (Historians' History of the World)., sebagaimana firman-Nya:
ثُمَّ  اَتۡبَعَ  سَبَبًا ﴿﴾  حَتّٰۤی  اِذَا بَلَغَ  بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾  قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ  اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ  تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ  بَیۡنَہُمۡ  سَدًّا ﴿﴾
Kemudian ia mengikuti jalan lain.  Hingga ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit ia mendapati di samping  keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun.  Mereka berkata: "Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membuat  kerusakan di bumi,  maka bolehkah kami memberikan upeti  kepada engkau supaya engkau membuat penghalang di antara kami dengan mereka.  (Al-Kahf [18]:95).
Persis di tempat itu, yang menurut Herodotus ada lembah, dan melalui itu bangsa-bangsa Scythia mengadakan serbuan-serbuan terhadap  negeri Persia, terdapat sebuah dinding, yaitu  dinding Darband yang tersohor. Derbent atau Darband adalah sebuah kota di Persia.
Kaukasia, di Propinsi Deghestan, di sebelah barat pantai Laut Kaspia, dan di selatan terletak tanah-ujung dinding Kaukasus menjorok ke laut, panjangnya 50 mil, yang dinamakan juga dinding Iskandar, menutup lembah sempit Iron Gate (Pintu Besi) atau Caspian Gate (Pintu Gerbang Kaspia). Dinding ini, ketika masih utuh. tingginya 29 kaki dan tebalnya kurang lebih 10 kaki, dengan pintu‑pintu besinya dan sejumlah besar menara-menara penjagaan, membentuk pertahanan yang kuat di perbatasan Persia" (Encyclopaedia  Britannica pada kata "Derbent").
Bertentangan dengan kenyataan-kenyataan sejarah yang telah terbukti kebenarannya, pada umumnya dianggap, bahwa dinding itu telah dibangun oleh Iskandar Agung (Alexander the Great). Tetapi gerakan-gerakan militer Iskandar, tidak ubahnya seperti angin puyuh yang ada ketika itu, ia tidak akan sempat mengurus rencana luas, seperti mendirikan dinding yang begitu besar.
Demikian pula wafatnya dalam usia begitu muda tidak memberi kepadanya  waktu yang cukup untuk menghadapi suatu rencana yang begitu besar. Rupanya anggapan itu telah timbul dari kenyataan, bahwa ahli tafsir Al-Quran dari kalangan orang-orang Islam mempunyai anggapan salah, bahwa Dzulqarnain itu Iskandar.

Terhentinya Gerakan Liar Ya’juj dan Ma’juj

     Bukti-bukti kenyataan berikut menunjukkan, bahwa Cyrus-lah yang mendirikan “Tembok  Darband” itu :
(a) Untuk mematahkan kekuatan bangsa Scythia, Darius, yang menaiki takhta kerajaan sesudah wafat putra Cyrus, dengan melalui Yunani menyerang bangsa Scythia, dari jurusan Eropa. Tidak masuk akal, bahwa ia menempuh perjalanan begitu jauh lagi sukar dan mengambil jalan keliling, untuk menyerang kaum itu melalui Eropa Tengah, padahal mereka tinggal sangat dekat kepadanya di sebelah utara.
 Kesimpulan yang tidak dapat dielakkan ialah, bahwa memang ada suatu dinding yang sangat besar, hanya mungkin didirikan oleh Cyrus sebelum zaman Darius. Seandainya tembok yang menghalangi musuh tidak ada, maka hal itu tidak memungkinkan Darius dengan pasukan yang besar, pergi ke sebelah lain dengan mengambil jalan memutar, sambil meninggalkan negeri sendiri terbuka terhadap serangan-serangan musuh dari utara.
(b) Sebelum masa Cyrus, bangsa Scythia mengadakan penyerbuan-penyerbuan terus-menerus dengan tidak ada henti-hentinya terhadap Persia, tetapi sesudah diadakannya penaklukan-penaklukan maka penyerbuan-penyerbuan itu terhenti sama sekali.
  Kenyataan ini membawa kepada kesimpulan yang sangat mungkin, yaitu bahwa niscaya Cyrus yang telah mendirikan dinding penghalang yang berhasil menghentikan serangan-serangan itu,  dan penghalang itu tentunya dinding Darband yang tersohor, yang keliru orang kenal sebagai “dinding Iskandar”.  Sehubungan dengan hal tersebut selanjutnya Allah Swt. berfirman mengenai Dzulqarnain:
قَالَ مَا مَکَّنِّیۡ فِیۡہِ رَبِّیۡ خَیۡرٌ فَاَعِیۡنُوۡنِیۡ بِقُوَّۃٍ  اَجۡعَلۡ بَیۡنَکُمۡ وَ بَیۡنَہُمۡ  رَدۡمًا ﴿ۙ﴾  اٰتُوۡنِیۡ زُبَرَ الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی  اِذَا سَاوٰی بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ حَتّٰۤی  اِذَا جَعَلَہٗ  نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ  اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ قِطۡرًا ﴿ؕ﴾
la berkata: "Kekuasaan  yang dianugerahkan kepadaku oleh Rabb-ku (Tuhan-ku) dalam hal ini adalah lebih baik, tetapi kamu boleh membantuku dengan kekuatan (tenaga),  aku akan mendirikan di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang  Berikanlah kepadaku kepingan-kepingan besi.”  Hingga ketika ia telah meratakan di antara kedua bukit itu, ia berkata: “Hembuskanlah.” Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti api ia berkata: "Berikanlah kepadaku cairan tembaga, supaya aku dapat menuangkan di atasnya."   Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya. (Al-Kahf [18]:96-98).
    Cyrus minta kepada penduduk setempat untuk menyediakan baginya tenaga manusia, sebab kata quwwah berarti  kekuatan fisik, yaitu tenaga kasar. Selain tecuali tenaga kasar,  Cyrus pun meminta pula dari penduduk setempat  besi dan tembaga yang dicairkan. Tembaga itu — bukan seperti besi — tidak berkarat dan bila dicampur dengan besi, maka hasil campuran itu menjadi lebih keras serta tahan karat. Tenaga ahli bangunan dan teknik diisi oleh ahli-ahli teknik Cyrus.
  Kubu itu didirikan di antara Laut Kaspia dan pegunungan Kaukasus, dan setelah pembuatan dinding penghalang itu selesai  maka  serangan­-serangan Ya’juj dan Ma’juj dari utara berhenti, sebab  dinding penghalang tersebut  terlalu tebal untuk dipecahkan dan ditembus, dan terlalu tinggi untuk dipanjat. Dinding itu tingginva 29 kaki dan lebarnya 10 kaki (Encyclopaedia Britannica.) dan mempunyai pintu-pintu besi dan menara-menara penjagaan. Dinding perhalang itu merupakan penjaga batas Persia yang paling ampuh.

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 7 Februari      2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar