Senin, 09 Februari 2015

Kedatangan "Anak Manusia" yakni "Al-Masih Mau'ud a.s." di Akhir Zaman Seperti Datangnya "Pencuri di Malam Hari" Sehingga Banyak yang "Kecolongan" Dalam Penantian yang Sia-sia





بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr

Bab 52

  
Kedatangan “Anak Manusia” yakni Al-Masih’Mau’ud a.s.   di Akhir Zaman Seperti Datangnya “Pencuri di Malam Hari” Sehingga Banyak yang “Kecolongan” Dalam Penantian yang Sia-sia

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam akhir Bab sebelumnya telah dibahas Surah Al-Kahf ayat 52-55,  mengenai   ayat  فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا  -- Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya  dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang,"    ayat    ini dapat berarti, bahwa bangsa-bangsa itu akan membangun dinding-dinding peraturan harga-harga barang yang tinggi atau akan membuat tirai-tirai besi serta akan melakukan boikot ekonomi terhadap satu sama lain; dan dapat pula berarti mereka akan terlibat dalam peperangan-peperangan sengit yang akan membinasakan mereka.
   Makna ayat وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ  یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا --  dan  orang-orang yang berdosa akan melihat Api itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan dapat menemukan  tempat berpaling darinya,” yakni bangsa-bangsa kafir dari barat akan menyaksikan mendekatnya suatu peperangan yang sangat dahsyat. Mereka akan mempergunakan segala macam cara yang mungkin untuk menghindarinya, tetapi segala rencana dan usaha mereka untuk tujuan itu akan terbukti sia-sia belaka.
   Dunia Barat sebelumnya telah melalui kesengsaraan yang ditimbulkan oleh dua  perang dunia yang sangat membinasakan, yang telah hampir-hampir memusnahkan kekuasaan politik dan kehormatannya di dunia, serta telah menggoncangkan kebudayaan barat sampai ke dasar-dasarnya. Malapetaka ketiga berupa ancaman Perang Nuklir sedang mengancam kebudayaan itu, mungkin juga mengancam seluruh dunia.
   Ayat وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ    -- Dan  sungguh Kami benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia  setiap perumpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ  شَیۡءٍ  جَدَلًا  --   tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah,”  dapat berarti:
 (a) Dari semua makhluk Allah,  manusia telah dianugerahi akal dan kemampuan-kemampuan otak, tetapi amat disayangkan ia mempergunakannya untuk menolak kebenaran dan juga untuk tujuan-tujuan buruk lainnya;
 (b) atau dapat pula berarti, bahwa manusia itu adalah kurban prasangka-prasangka dan keragu-raguan mendalam yang jarang memperoleh kepuasan; dan oleh karena sifat ragu-ragu menjadi darah­-dagingnya maka ia berusaha menemukan celah-celah untuk mengelak dari dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang sangat meyakinkan sekalipun.

Makna “Peniupan Nafiri” & Penciptaan “Langit Baru dan Bumi Baru

Sehubungan dengan nubuatan Dzulqarnain (Cyrus) dalam penjelasan sebelumnya mengenai “robohnya tembok Darband” oleh seruan liar Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) di Akhir Zaman, setelah  lepas dari “pemenjaraan seribu tahun”, firman-Nya:
فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ  وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا  لَہٗ  نَقۡبًا ﴿﴾ قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ  حَقًّا  ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾
Ia, Dzulqarnain,  berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ -- tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku), Dia akan me­mecahkannya  berkeping-keping,  وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ  حَقًّا -- dan  janji Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar. وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ --   Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain, وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا  --  dan nafiri akan ditiup, lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya. (Al-Kahf [18]:99-100).
        Makna peniupan nafiri  dalam ayat وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ --   dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain, وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا  --  dan nafiri akan ditiup, lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya  mengisyaratkan kepada pengutusan Rasul Akhir  Zaman yang kedatangannya  ditunggu-tunggu oloeh semua umat beragama dalam rangka tercipta keamanan dan kedamaian yang hakiki di dunia   -- yang disebut sebagai penciptaan “langit baru dan bumi baru” (QS.14:48-53; Wahyu 21:1-5) atau “Yerusalem yang baru   (Wahyu 21:9-11), firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
فَلَا تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ مُخۡلِفَ وَعۡدِہٖ  رُسُلَہٗ ؕ اِنَّ  اللّٰہَ  عَزِیۡزٌ  ذُو انۡتِقَامٍ ﴿ؕ﴾  یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ  بَرَزُوۡا  لِلّٰہِ  الۡوَاحِدِ  الۡقَہَّارِ ﴿﴾ وَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ مُّقَرَّنِیۡنَ فِی  الۡاَصۡفَادِ ﴿ۚ﴾  سَرَابِیۡلُہُمۡ مِّنۡ قَطِرَانٍ وَّ تَغۡشٰی وُجُوۡہَہُمُ  النَّارُ ﴿ۙ﴾  لِیَجۡزِیَ اللّٰہُ  کُلَّ  نَفۡسٍ مَّا کَسَبَتۡ ؕ اِنَّ  اللّٰہَ  سَرِیۡعُ  الۡحِسَابِ ﴿﴾  ہٰذَا بَلٰغٌ  لِّلنَّاسِ وَ لِیُنۡذَرُوۡا بِہٖ وَ لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا ہُوَ  اِلٰہٌ  وَّاحِدٌ  وَّ لِیَذَّکَّرَ اُولُوا  الۡاَلۡبَابِ ﴿٪﴾
Maka janganlah engkau sama sekali menyangka  bahwa  Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya, sesungguhnya  Allah Maha Perkasa, Yang memiliki pembalasan. یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ  بَرَزُوۡا  لِلّٰہِ  الۡوَاحِدِ  الۡقَہَّارِ  --   Pada hari ketika bumi ini akan digantikan dengan bumi yang lain, dan begitu pula seluruh langit, dan mereka akan tampil menghadap Allah, Yang Maha Esa, Maha Perkasa.    --  Dan  engkau akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat dengan rantai  Baju mereka dari pelangkin (ter), dan wajah mereka akan tertutup  api, supaya Allah membalas setiap jiwa  apa yang telah diusahakannya, sesungguhnya penghisaban Allah sangat cepat    Al-Quran ini adalah penjelas-an yang cukup bagi manusia, dan supaya dengannya mereka mendapat peringatan, dan supaya mereka mengetahui bahwa sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, dan supaya orang-orang yang berakal memberikan perhatian. (Ibrahim [14]:48-53).

Makna “Yerusalem Baru” yang Turun dari “Surga

       Dalam Bible, Kitab Wahyu dijelaskan mengenai topik yang sama  serta tentang “Yerusalem  baru” yang turun dari Sorga: 

Langit yang baru dan bumi yang baru
21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru ,   sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu,   dan lautpun tidak ada lagi. 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus,   Yerusalem yang baru , turun dari sorga, dari Allah,   yang berhias bagaikan pengantin perempuan   yang berdandan untuk suaminya. 21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka.   Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah   mereka. 21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka , dan maut   tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita,  sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. " 21:5 Ia yang duduk di atas takhta   itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru! " Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." (Wahyu 21:1-5).
Yerusalem yang baru
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka   terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan,  mempelai Anak Domba ." 21:10 Lalu, di dalam roh   ia membawa aku   ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.   21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah   dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis,  jernih seperti kristal.  (Wahyu 21:9-11).
       Ada pun yang dimaksud dengan “Yerusalem yang baru” adalah kaum Bani Israil atau “golongan Ahli Kitab” atau orang-orang Yahudi   yang sikapnya tidak seperti  para penghuni “Yerusalem” sebelumnya (Yerusalem lama), yang sampai dengan masa pengutusan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus Kristus),  melakukan berbagai perbuatan buruk serta zaman -- termasuk kepada para nabi Allah yang dibangkitkan di kalangan mereka (QS.2:88-90).
      Mengenai  sikap buruk mereka, Allah Swt. melalui lidah Nabi Isa Ibnu  Maryam a.s. bernubuatan dengan bahasa kiasan (perumpamaan) mengenai azab Ilahi kedua kali  (QS.17:5-9) yang akan menimpa Bani Israil (Yahudi)   -- sebelumnya kutukan Ilahi yang pertama menimpa mereka melalui lidah Nabi Daud a.s. (QS.5:79-81; QS.2:260):
Keluhan terhadap Yerusalem
23:37 "Yerusalem, Yerusalem , engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!  Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya,   tetapi kamu tidak mau. 23:38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.   23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga   kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! " (Matius 23:37-39).
       Mengenai keburukan-keburukan lainnya para ulama golongan Ahli Taurat yakni orang-orang Yahudi dijelaskan  dalam Matius 23:1-36, yang disambung dengan keluhan  terhadap “Yerusalem” tersebut.
       Kedua nubuatan dalam Al-Quran dan Bible tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dan merujuk kepada satu peristiwa yang sama, yaitu terciptanya  langit baru dan bumi baru”, pertama  pada masa pengutusan Nabi Besar Muhammad saw. sebagai Nabi yang seperti Musa (Ulangan 18:15-19;  QS.46:11) atau “Roh Kebenaran” yang membawa “Seluruh Kebenaran” (Yohanes 16:12-13), atau “Dia yang datang dalam nama Tuhan”, sebagaimana yang diisyaratkan dalam  Matius 23:38-39 tersebut:
23:38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.   23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga   kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! " (Matius 23:38-39).
      Penciptaan “langit baru dan bumi baru” yang kedua kali adalah  di Akhir Zaman ini  melalui kedatangan Al-Masih Mau’ud a.s.  atau misal Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (QS.43:58) yang digambarkan atau diumpamakan sebagai kedatangan  Anak Manusia”, bukan “Anak Tuhan”:
Kedatangan Anak Manusia Perumpamaan tentang pohon ara
24:29 "Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap   dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.    24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang  di atas awan-awan di langit   dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya  dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya   dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. 24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara : Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. 24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini , ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.  24:34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini  tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.   24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.   24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa   sendiri."  (Matius 24:29-36).

Azab Ilahi Senantiasa Terjadi Setelah Pendustaan dan Penentangan Terhadap Rasul Allah  & Bagaikan Datangnya “Pencuri” di Malam Hari

        Perang Dunia I dan Perang Dunia II telah terjadi, demikian pula bala bencana  besar pun telah dan sedang melanda berbagai kawasan di dunia, demikian pula pertentangan di kalangan antar dan intern umat beragama pun terus menerus terjadi, semuanya itu merupakan “tanda-tanda” bahwa ”Anak Manusia” yang kedatangannya dijanjikan tersebut telah datang.
        Mengapa demikian? Sebab Allah Swt. dalam Al-Quran dengan tegas mengatakan, bahwa Dia tidak pernah menimpakan berbagai bentuk azab-Nya sebelum terlebih dulu mengutus Rasul Allah yang kedatangannya dijanjikan kepada umat manusia (umat beragama), sebab jika tidak maka ada alasan bagi manusia untuk menghujat Allah Swt.  – QS.6:132;  QS.11:118; QS.17:16;  QS.20:135;  QS,26:209; QS.28:60), firman-Nya:
مَا یَفۡعَلُ اللّٰہُ بِعَذَابِکُمۡ  اِنۡ شَکَرۡتُمۡ وَ اٰمَنۡتُمۡ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ شَاکِرًا عَلِیۡمًا ﴿﴾
Mengapa Allah akan mengazab kamu jika kamu bersyukur dan beriman? Dan  Allah  benar-benar Maha Menghargai,  Maha Mengetahui (An-Nisa [4]:148).
        Ada pun yang dimaksud dengan “Anak Manusia” tersebut adalah Al-Masih Mau’ud a.s., Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah, yakni Mirza Ghulam Ahmad (QS.1835-1906). Beliau diutus Allah Swt. sebelum terjadinya Perang Dunia I pada tahun 1914, pada saat Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj) sedang berada di puncak  kekuasaannya di berbagai wilayah dunia, termasuk di Hindustan.
       Jika dalam kenyataan di Akhir Zaman ini banyak manusia atau umat beragama yang mendustakan atau menentang kedatangan  serta pendakwaan  Anak Manusia   -- yakni Al-Masih Mau’ud a.s.       hal itu sesuai dengan ucapan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus Kristus) bahwa kedatangan “Anak Manusia” tersebut akan seperti  datangnya “pencuri  di malam hari”:
Nasihat supaya berjaga-jaga
24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh,   demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia   . 24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, s  sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.  24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan ; 24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 24:42 Karena itu berjaga-jagalah , sebab kamu tidak tahu pada hari mana  Tuhanmu datang. 24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri  akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

Tugas Utama Kedatangan “Anak Manusia” Sebagai “Nafiri (Sangkakala)” Allah Swt.

      “Anak Manusia” tersebut datang untuk mengajak umat manusia  hanya menyembah satu Tuhan yang sama, yaitu Allah Swt., sebab  hanya Allah Swt. sajalah yang berkuasa melakukan menciptakan “langit baru dan bumi baru” atau “Yerusalem baru yang turun dari surga,  sedangkan “tuhan Yesus  serta “tuhan-tuhan palsu” lainnya telah gagal menyelamatkan  para penyembahnya  dari bencana dahsyat Perang Dunia I dan Perang Dunia II, sekali pun telah dibentuk Liga Bangsa-bangsa yang kemudian menjadi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa), yang pembentukannya disponsori oleh golongan Jin  (penganut sistem Kapitalisme) dan ins (penganut system Sosialisme), firman-Nya:
 مَاۤ  اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ وَ مَا کُنۡتُ مُتَّخِذَ  الۡمُضِلِّیۡنَ  عَضُدًا ﴿﴾  وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ  الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا ﴿﴾  وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ  یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا ﴿٪﴾ وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ ؕ وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ  شَیۡءٍ  جَدَلًا ﴿﴾
Aku sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan penciptaan seluruh langit dan bumi,   dan tidak pula penciptaan mereka sendiri, dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil mereka yang menyesatkan orang-orang sebagai pembantu. Dan ingatlah hari  ketika Dia akan berfirman kepada mereka: نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ  الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ  --  "Panggillah mereka yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku."  فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا  -- Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya  dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang."      وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ  یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا --  Dan orang-orang yang berdosa akan melihat Api itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan dapat menemukan  tempat berpaling darinya.   وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ    -- Dan sungguh Kami benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia setiap perumpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ  شَیۡءٍ  جَدَلًا  --   tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah.  (Al-Kahf [18]:52-55).

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 9 Februari      2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar