بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr
Bab 52
Kedatangan
“Anak Manusia” yakni Al-Masih’Mau’ud a.s. di Akhir
Zaman Seperti Datangnya “Pencuri
di Malam Hari” Sehingga Banyak yang “Kecolongan” Dalam Penantian yang Sia-sia
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam
akhir Bab sebelumnya telah dibahas Surah Al-Kahf
ayat 52-55, mengenai ayat فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا
-- Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya dan Kami menjadikan di antara mereka suatu
penghalang," ayat ini dapat berarti, bahwa bangsa-bangsa itu akan membangun dinding-dinding peraturan harga-harga barang yang tinggi atau akan
membuat tirai-tirai besi serta akan
melakukan boikot ekonomi terhadap
satu sama lain; dan dapat pula berarti mereka akan terlibat dalam peperangan-peperangan sengit yang akan membinasakan mereka.
Makna ayat وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا -- dan orang-orang yang berdosa akan
melihat Api itu, dan meyakini bahwa
sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan dapat menemukan
tempat berpaling darinya,” yakni
bangsa-bangsa kafir dari barat
akan menyaksikan mendekatnya suatu peperangan yang sangat dahsyat. Mereka akan mempergunakan segala macam cara yang mungkin untuk menghindarinya, tetapi segala rencana
dan usaha mereka untuk tujuan itu
akan terbukti sia-sia belaka.
Dunia Barat
sebelumnya telah melalui kesengsaraan
yang ditimbulkan oleh dua perang dunia yang sangat membinasakan, yang telah hampir-hampir
memusnahkan kekuasaan politik dan kehormatannya di dunia, serta telah
menggoncangkan kebudayaan barat
sampai ke dasar-dasarnya. Malapetaka
ketiga berupa ancaman Perang Nuklir
sedang mengancam kebudayaan itu,
mungkin juga mengancam seluruh dunia.
Ayat وَ لَقَدۡ
صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ -- Dan sungguh Kami benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia setiap
perumpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ جَدَلًا
-- tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah,” dapat berarti:
(a) Dari semua
makhluk Allah, manusia telah dianugerahi akal
dan kemampuan-kemampuan otak, tetapi
amat disayangkan ia mempergunakannya untuk menolak
kebenaran dan juga untuk tujuan-tujuan
buruk lainnya;
(b) atau dapat
pula berarti, bahwa manusia itu
adalah kurban prasangka-prasangka dan
keragu-raguan mendalam yang jarang
memperoleh kepuasan; dan oleh karena sifat ragu-ragu menjadi darah-dagingnya
maka ia berusaha menemukan celah-celah
untuk mengelak dari dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang sangat meyakinkan sekalipun.
Makna “Peniupan Nafiri” & Penciptaan “Langit Baru dan Bumi Baru”
Sehubungan dengan nubuatan Dzulqarnain (Cyrus) dalam penjelasan sebelumnya mengenai “robohnya tembok Darband” oleh seruan
liar Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) di Akhir Zaman, setelah lepas
dari “pemenjaraan seribu tahun”,
firman-Nya:
فَمَا
اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا لَہٗ نَقۡبًا ﴿﴾ قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ
رَبِّیۡ جَعَلَہٗ دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ
وَعۡدُ رَبِّیۡ حَقًّا ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا
بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی
الصُّوۡرِ
فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾
Ia,
Dzulqarnain, berkata: “Ini rahmat
dari Rabb-ku (Tuhan-ku), فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ دَکَّآءَ -- tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku), Dia akan
memecahkannya berkeping-keping, وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ حَقًّا -- dan janji
Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar.
وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ -- Dan pada
hari itu Kami akan membiarkan sebagian mereka
menyerang sebagian lain, وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا -- dan nafiri akan ditiup, lalu Kami akan menghimpun mereka itu semuanya.
(Al-Kahf [18]:99-100).
Makna peniupan
nafiri dalam ayat وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ -- dan pada
hari itu Kami akan membiarkan sebagian mereka
menyerang sebagian lain, وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا -- dan nafiri akan ditiup, lalu Kami akan menghimpun mereka itu semuanya” mengisyaratkan kepada pengutusan Rasul Akhir
Zaman yang kedatangannya
ditunggu-tunggu oloeh semua umat
beragama dalam rangka tercipta keamanan
dan kedamaian yang hakiki di
dunia -- yang disebut sebagai
penciptaan “langit baru dan bumi baru”
(QS.14:48-53; Wahyu 21:1-5) atau “Yerusalem
yang baru” (Wahyu 21:9-11),
firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
فَلَا
تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ مُخۡلِفَ وَعۡدِہٖ
رُسُلَہٗ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَزِیۡزٌ
ذُو انۡتِقَامٍ ﴿ؕ﴾ یَوۡمَ تُبَدَّلُ
الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ
بَرَزُوۡا لِلّٰہِ الۡوَاحِدِ
الۡقَہَّارِ ﴿﴾ وَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ مُّقَرَّنِیۡنَ
فِی الۡاَصۡفَادِ ﴿ۚ﴾ سَرَابِیۡلُہُمۡ مِّنۡ قَطِرَانٍ وَّ تَغۡشٰی
وُجُوۡہَہُمُ النَّارُ ﴿ۙ﴾ لِیَجۡزِیَ اللّٰہُ
کُلَّ نَفۡسٍ مَّا کَسَبَتۡ ؕ
اِنَّ اللّٰہَ سَرِیۡعُ
الۡحِسَابِ ﴿﴾ ہٰذَا بَلٰغٌ لِّلنَّاسِ وَ لِیُنۡذَرُوۡا بِہٖ وَ
لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا ہُوَ اِلٰہٌ وَّاحِدٌ
وَّ لِیَذَّکَّرَ اُولُوا
الۡاَلۡبَابِ ﴿٪﴾
Maka janganlah engkau sama sekali menyangka bahwa Allah
akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya, sesungguhnya Allah
Maha Perkasa, Yang memiliki
pembalasan. یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ بَرَزُوۡا
لِلّٰہِ الۡوَاحِدِ الۡقَہَّارِ -- Pada hari
ketika bumi ini akan digantikan dengan
bumi yang lain, dan begitu pula seluruh
langit, dan mereka akan
tampil menghadap Allah, Yang Maha
Esa, Maha Perkasa. -- Dan engkau
akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat dengan rantai Baju mereka dari pelangkin (ter), dan wajah mereka akan tertutup api, supaya Allah membalas setiap jiwa apa
yang telah diusahakannya, sesungguhnya penghisaban
Allah sangat cepat Al-Quran ini adalah penjelas-an yang cukup bagi manusia, dan supaya dengannya mereka mendapat peringatan,
dan supaya mereka mengetahui bahwa
sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, dan supaya orang-orang yang berakal memberikan perhatian. (Ibrahim
[14]:48-53).
Makna “Yerusalem Baru” yang Turun dari “Surga”
Dalam Bible, Kitab Wahyu dijelaskan mengenai topik
yang sama serta tentang “Yerusalem baru” yang turun dari Sorga:
Langit yang
baru dan bumi yang baru
21:1 Lalu aku melihat langit
yang baru dan bumi yang baru ,
sebab langit
yang pertama dan bumi yang pertama
telah berlalu, dan lautpun
tidak ada lagi. 21:2 Dan aku melihat kota
yang kudus, Yerusalem
yang baru , turun
dari sorga, dari Allah,
yang berhias bagaikan pengantin
perempuan yang berdandan
untuk suaminya. 21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan
Ia akan diam bersama-sama dengan mereka.
Mereka
akan menjadi umat-Nya dan Ia akan
menjadi Allah mereka. 21:4 Dan Ia akan
menghapus segala air mata dari mata mereka ,
dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita,
sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. " 21:5 Ia yang duduk
di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru! "
Dan firman-Nya: "Tuliskanlah,
karena segala perkataan ini adalah tepat
dan benar." (Wahyu 21:1-5).
Yerusalem
yang baru
21:9 Maka datanglah seorang
dari ketujuh malaikat yang memegang
ketujuh cawan, yang penuh dengan
ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku,
katanya: "Marilah ke sini, aku akan
menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai
Anak Domba ." 21:10 Lalu, di dalam
roh ia
membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan
ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus
itu, Yerusalem, turun dari sorga,
dari Allah. 21:11 Kota itu penuh
dengan kemuliaan Allah dan cahayanya
sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih
seperti kristal. (Wahyu 21:9-11).
Ada pun yang dimaksud dengan “Yerusalem yang baru” adalah kaum Bani Israil atau “golongan Ahli Kitab”
atau orang-orang Yahudi yang sikapnya
tidak seperti para penghuni “Yerusalem” sebelumnya (Yerusalem lama),
yang sampai dengan masa pengutusan Nabi
Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus Kristus), melakukan berbagai perbuatan buruk serta zaman -- termasuk kepada para nabi Allah yang
dibangkitkan di kalangan mereka (QS.2:88-90).
Mengenai
sikap buruk mereka, Allah Swt.
melalui lidah Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. bernubuatan dengan bahasa kiasan
(perumpamaan) mengenai azab Ilahi kedua
kali (QS.17:5-9) yang akan menimpa Bani Israil (Yahudi) -- sebelumnya kutukan Ilahi yang pertama menimpa mereka melalui lidah Nabi Daud a.s. (QS.5:79-81; QS.2:260):
Keluhan
terhadap Yerusalem
23:37 "Yerusalem, Yerusalem ,
engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang
diutus kepadamu! Berkali-kali
Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu,
sama seperti induk ayam mengumpulkan
anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu
tidak mau. 23:38 Lihatlah rumahmu ini akan
ditinggalkan dan menjadi sunyi.
23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai
sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! "
(Matius 23:37-39).
Mengenai keburukan-keburukan lainnya para ulama golongan Ahli Taurat yakni orang-orang Yahudi dijelaskan
dalam Matius 23:1-36, yang
disambung dengan keluhan terhadap “Yerusalem”
tersebut.
Kedua nubuatan dalam Al-Quran
dan Bible tersebut memiliki hubungan
yang sangat erat dan merujuk kepada satu
peristiwa yang sama, yaitu terciptanya
“langit baru dan bumi baru”, pertama
pada masa pengutusan Nabi Besar
Muhammad saw. sebagai Nabi yang
seperti Musa (Ulangan 18:15-19;
QS.46:11) atau “Roh Kebenaran” yang membawa “Seluruh Kebenaran” (Yohanes 16:12-13), atau “Dia yang datang dalam nama Tuhan”, sebagaimana
yang diisyaratkan dalam Matius 23:38-39 tersebut:
23:38 Lihatlah rumahmu ini akan
ditinggalkan dan menjadi sunyi. 23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai
sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! "
(Matius 23:38-39).
Penciptaan “langit baru dan bumi baru”
yang kedua kali adalah di Akhir Zaman ini melalui kedatangan Al-Masih Mau’ud a.s. atau
misal Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (QS.43:58)
yang digambarkan atau diumpamakan sebagai kedatangan “Anak
Manusia”, bukan “Anak Tuhan”:
Kedatangan
Anak Manusia Perumpamaan tentang pohon ara
24:29 "Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari
akan menjadi gelap dan bulan
tidak bercahaya dan bintang-bintang
akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa
langit akan goncang. 24:30 Pada waktu itu akan tampak
tanda Anak Manusia di langit dan semua
bangsa di bumi akan meratap dan mereka
akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit
dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar
malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka
akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang
lain. 24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara :
Apabila ranting-rantingnya melembut
dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa
musim panas sudah dekat. 24:33 Demikian juga, jika kamu
melihat semuanya ini , ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. 24:34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
24:36 Tetapi tentang hari dan saat
itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat
di sorga tidak, dan Anakpun tidak,
hanya Bapa sendiri." (Matius
24:29-36).
Azab Ilahi Senantiasa
Terjadi Setelah Pendustaan dan Penentangan Terhadap Rasul Allah & Bagaikan Datangnya “Pencuri” di Malam Hari
Perang Dunia I dan Perang
Dunia II telah terjadi, demikian pula bala
bencana besar pun telah dan sedang
melanda berbagai kawasan di dunia,
demikian pula pertentangan di
kalangan antar dan intern umat beragama pun terus menerus terjadi, semuanya itu merupakan “tanda-tanda” bahwa ”Anak Manusia” yang kedatangannya
dijanjikan tersebut telah datang.
Mengapa demikian? Sebab Allah Swt. dalam
Al-Quran dengan tegas mengatakan, bahwa Dia
tidak pernah menimpakan berbagai bentuk azab-Nya sebelum terlebih dulu mengutus Rasul Allah yang kedatangannya dijanjikan kepada umat manusia (umat
beragama), sebab jika tidak maka ada
alasan bagi manusia untuk menghujat
Allah Swt. – QS.6:132; QS.11:118; QS.17:16; QS.20:135;
QS,26:209; QS.28:60), firman-Nya:
مَا یَفۡعَلُ اللّٰہُ بِعَذَابِکُمۡ
اِنۡ شَکَرۡتُمۡ وَ اٰمَنۡتُمۡ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ شَاکِرًا عَلِیۡمًا ﴿﴾
Mengapa Allah akan mengazab kamu jika kamu
bersyukur dan beriman? Dan Allah benar-benar Maha Menghargai, Maha
Mengetahui (An-Nisa [4]:148).
Ada pun yang dimaksud dengan “Anak Manusia” tersebut adalah Al-Masih Mau’ud a.s., Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah, yakni Mirza
Ghulam Ahmad (QS.1835-1906). Beliau diutus Allah Swt. sebelum
terjadinya Perang Dunia I pada tahun
1914, pada saat Gog (Ya’juj) dan Magog (Ma’juj) sedang berada di puncak
kekuasaannya di berbagai wilayah dunia, termasuk di Hindustan.
Jika dalam kenyataan di Akhir Zaman ini banyak manusia atau umat beragama yang mendustakan
atau menentang kedatangan serta pendakwaan “Anak
Manusia” -- yakni Al-Masih Mau’ud a.s. – hal itu sesuai dengan ucapan Nabi Isa Ibnu
Maryam a.s. (Yesus Kristus) bahwa kedatangan “Anak Manusia” tersebut akan seperti datangnya “pencuri di malam hari”:
Nasihat
supaya berjaga-jaga
24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia .
24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum,
kawin dan mengawinkan, s sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam
bahtera, 24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan
melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 24:40 Pada waktu itu kalau ada dua
orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan ;
24:41 kalau ada dua orang perempuan
sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan
ditinggalkan. 24:42 Karena itu berjaga-jagalah ,
sebab kamu tidak tahu pada hari mana
Tuhanmu datang. 24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika
tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia
berjaga-jaga, dan tidak akan
membiarkan rumahnya dibongkar. 24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga
siap sedia, karena Anak
Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Tugas Utama Kedatangan “Anak Manusia” Sebagai “Nafiri
(Sangkakala)” Allah Swt.
“Anak Manusia” tersebut datang untuk mengajak umat manusia hanya menyembah satu Tuhan yang sama, yaitu Allah
Swt., sebab hanya Allah
Swt. sajalah yang berkuasa
melakukan menciptakan “langit baru
dan bumi baru” atau “Yerusalem baru yang turun dari surga,” sedangkan “tuhan
Yesus” serta “tuhan-tuhan palsu” lainnya telah gagal menyelamatkan para penyembahnya dari bencana dahsyat Perang Dunia I dan Perang Dunia II, sekali pun telah dibentuk Liga Bangsa-bangsa yang kemudian menjadi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa), yang pembentukannya disponsori oleh golongan Jin
(penganut sistem Kapitalisme)
dan ins (penganut system Sosialisme), firman-Nya:
مَاۤ اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ
السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا
خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ وَ مَا کُنۡتُ
مُتَّخِذَ الۡمُضِلِّیۡنَ عَضُدًا ﴿﴾ وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ
جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا ﴿﴾ وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ
مُّوَاقِعُوۡہَا وَ
لَمۡ یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا ﴿٪﴾ وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا
الۡقُرۡاٰنِ
لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ
مَثَلٍ ؕ وَ کَانَ
الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ
جَدَلًا ﴿﴾
Aku
sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan
penciptaan seluruh langit dan bumi,
dan tidak
pula penciptaan mereka sendiri, dan Aku
sama sekali tidak dapat mengambil mereka yang menyesatkan orang-orang
sebagai pembantu. Dan ingatlah hari ketika Dia akan berfirman kepada
mereka: نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ -- "Panggillah mereka yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku." فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا
-- Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya dan Kami menjadikan di antara mereka suatu
penghalang." وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا -- Dan orang-orang yang berdosa akan
melihat Api itu, dan meyakini bahwa
sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan dapat menemukan
tempat berpaling darinya. وَ لَقَدۡ
صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ -- Dan sungguh Kami benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia setiap
perumpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ جَدَلًا
-- tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah.
(Al-Kahf [18]:52-55).
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik
Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 9 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar