Minggu, 28 Desember 2014

Hubungan Para Malaikat dengan Berbagai Peristiwa di Alam Semesta, Termasuk Bencana Alam dan Azab Ilahi




بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr

Bab 15

Hubungan Para  Malaikat  dengan Berbagai Peristiwa di Alam Semesta, Termasuk Bencana Alam dan Azab   Ilahi


 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam akhir Bab sebelumnya telah dikemukakan mengenai  hakikat “sujudnya” para Malaikat kepada ”Adam” (Khalifah Allah), sehubungan dengan terjadinya berbagai mukjizat  para Rasul Allah berupa berbagai peristiwa alam    -- banjir, taufan,  gempa bumi, tsunami, kekeringan dan lain-lain – bahwa semuanya itu sangat erat kaitannya dengan “sujudnya” para malaikat kepada Adam, ketika Allah Swt. memerintahkan mereka untuk  sujud” kepada Khalifah Allah tersebut,  kecuali Iblis, ia  menolak perintah Allah Swt. tersebut, berikut firman-Nya:
 وَ لَقَدۡ خَلَقۡنٰکُمۡ ثُمَّ صَوَّرۡنٰکُمۡ ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا  لِاٰدَمَ ٭ۖ فَسَجَدُوۡۤا  اِلَّاۤ  اِبۡلِیۡسَ ؕ لَمۡ  یَکُنۡ مِّنَ السّٰجِدِیۡنَ ﴿﴾  قَالَ مَا مَنَعَکَ  اَلَّا  تَسۡجُدَ   اِذۡ   اَمَرۡتُکَ ؕ قَالَ  اَنَا خَیۡرٌ  مِّنۡہُ ۚ خَلَقۡتَنِیۡ مِنۡ نَّارٍ  وَّ  خَلَقۡتَہٗ  مِنۡ  طِیۡنٍ ﴿ ﴾ قَالَ فَاہۡبِطۡ مِنۡہَا فَمَا یَکُوۡنُ لَکَ اَنۡ تَتَکَبَّرَ فِیۡہَا فَاخۡرُجۡ  اِنَّکَ مِنَ الصّٰغِرِیۡنَ ﴿﴾
Dan  sungguh  Kami  benar-benar telah menciptakan kamu, ثُمَّ صَوَّرۡنٰکُمۡ   -- kemudian Kami memberi kamu bentuk, ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا  لِاٰدَمَ --   lalu Kami berfirman kepada para malaikat:  اسۡجُدُوۡا  لِاٰدَمَ --   Sujudlah yakni patuhlah sepenuhnya  kamu kepada Adam", فَسَجَدُوۡۤا  اِلَّاۤ  اِبۡلِیۡسَ  --  maka mereka bersujud kecuali iblis,  -- لَمۡ  یَکُنۡ مِّنَ السّٰجِدِیۡنَ   -- ia tidak termasuk orang-orang yang bersujud.   قَالَ مَا مَنَعَکَ  اَلَّا  تَسۡجُدَ   اِذۡ   اَمَرۡتُکَ  -- Dia  berfirman:  “Apa  yang telah menghalangi engkau sehingga engkau tidak bersujud yakni patuh sepenuhnya ketika Aku memberi perintah kepada engkau?” قَالَ  اَنَا خَیۡرٌ  مِّنۡہُ ۚ خَلَقۡتَنِیۡ مِنۡ نَّارٍ  وَّ  خَلَقۡتَہٗ  مِنۡ  طِیۡنٍ   -- Ia (Iblis) berkata: “Aku lebih baik daripada dia, Engkau menciptakan aku dari api dan Engkau menciptakan dia dari tanah liat.”  قَالَ فَاہۡبِطۡ مِنۡہَا فَمَا یَکُوۡنُ لَکَ اَنۡ تَتَکَبَّرَ فِیۡہَا فَاخۡرُجۡ  اِنَّکَ مِنَ الصّٰغِرِیۡنَ  --  Dia berfirman:  ”Jika demikian, pergilah engkau darinya, karena sekali-kali tidak patut bagi engkau berlaku takabur di dalamnya, karena itu keluarlah, sesungguhnya engkau termasuk di antara orang-orang yang hina.” (Al-A’rāf [7]:12-14). 

Makna Kata Malaikat  & Berbagai Azab Ilahi yang Membinasakan Kaum-kaum Purbakala

  Malā’ikah (malaikat-malaikat) yang adalah jamak dari malak diserap dari malaka, yang berarti: ia mengendalikan, mengawasi; atau dari alaka, artinya  ia mengirimkan. Para malaikat disebut demikian sebab mereka mengendalikan kekuatan-kekuatan alam atau mereka membawa wahyu Ilahi kepada utusan-utusan Allah (Rasul Allah) dan pembaharu-pembaharu samawi.
        Jadi, karena para malaikat telah diperintahkan Allah Swt. “sujud” kepada “Khalifah Allah” (Rasul Allah), itulah sebabnya sudah merupakan Sunnatullah, jika umat manusia  mendustakan dan melakukan penentangan secara zalim terhadap Rasul Allah yang kedatangannya dijanjikan kepada mereka (QS.7:35-37) maka pasti  akan mengundang turunnya berbagai bentuk azab Ilahi, antara lain berupa bencana alam yang hebat. (QS.6:132; QS.11:118; QS.:17:16-17; QS.20:135; QS.26:209; QS.28:60).
      Berikut ini adalah firman Allah Swt.  mengenai berbagai bentuk azab Ilahi yang membinasakan kaum-kaum purbakala akibat kedurhakaan mereka kepada Allah Swt. dan para Rasul Allah yang dibangkitkan (diutus) di kalangan mereka:
وَ قَارُوۡنَ وَ فِرۡعَوۡنَ وَ ہَامٰنَ ۟ وَ لَقَدۡ جَآءَہُمۡ  مُّوۡسٰی بِالۡبَیِّنٰتِ فَاسۡتَکۡبَرُوۡا فِی الۡاَرۡضِ وَ مَا کَانُوۡا سٰبِقِیۡنَ ﴿ۚۖ﴾  فَکُلًّا  اَخَذۡنَا بِذَنۡۢبِہٖ ۚ فَمِنۡہُمۡ مَّنۡ اَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِ حَاصِبًا ۚ وَ  مِنۡہُمۡ مَّنۡ اَخَذَتۡہُ  الصَّیۡحَۃُ ۚ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ خَسَفۡنَا بِہِ الۡاَرۡضَ ۚ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ  اَغۡرَقۡنَا ۚ وَ مَا کَانَ اللّٰہُ  لِیَظۡلِمَہُمۡ  وَ لٰکِنۡ  کَانُوۡۤا  اَنۡفُسَہُمۡ  یَظۡلِمُوۡنَ ﴿﴾
Dan Kami  membinasakan   Qarun, Fir’aun dan Haman. Dan  sungguh  Musa benar-benar telah datang kepada mereka dengan Tanda-tanda yang nyata  tetapi mereka berlaku sombong di bumi dan mereka sekali-kali tidak dapat melepaskan diri dari azab Kami.   Maka setiap orang dari mereka Kami tangkap karena dosanya, di antara mereka ada yang Kami kirim kepadanya badai pasir, di antara mereka ada yang disambar oleh petir,  di antara mereka ada  yang Kami be-namkan  di bumi, di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, وَ مَا کَانَ اللّٰہُ  لِیَظۡلِمَہُمۡ  وَ لٰکِنۡ  کَانُوۡۤا  اَنۡفُسَہُمۡ  یَظۡلِمُوۡنَ --  dan Allah sekali-kali tidak berbuat zalim terhadap mereka, tetapi mereka  menzalimi  diri mereka sendiri. (Al-Ankabūt [29]:40-41).
       Al-Quran telah mempergunakan berbagai kata dan ungkapan untuk hukuman yang ditimpakan kepada para penentang berbagai nabi Allah pada zamannya masing-masing,  azab  Ilahi yang melanda kaum ‘Ād digambarkan sebagai badai pasir (QS.41:17; QS.54:20; dan QS.69:7); yang menimpa kaum Tsamud sebagai gempa bumi (QS.7:79); ledakan (QS.11:68; QS.54:32), halilintar (QS.41:18), dan ledakan dahsyat (QS.69:6); azab yang menghancurkan umat Nabi Luth a.s.  sebagai batu-batu tanah (QS.11:83; QS.15:75); badai batu (QS.54:35); dan azab yang menimpa Midian, kaum Nabi Syu’aib a.s.   sebagai gempa bumi (QS.7:92; QS.29:38); ledakan (QS.11:95); dan azab pada hari siksaan yang mendatang (QS.26:190).
       Terakhir dari semua azab Ilahi  itu ialah azab Ilahi yang menimpa Fir’aun dan lasykarnya serta pembesar-pembesarnya yang gagah-perkasa, Haman dan Qarun (Qorah), dan membinasakan mereka sampai hancur-luluh, telah digambarkan dengan ungkapan, “Kami ........ tenggelamkan pengikut-pengikut Fir’aun” (QS.2:51; QS.7:137; dan QS.17:104), dan “Kami menyebabkan bumi menelannya” (QS.28:82).

Membanggakan Kekuasaan dan Kekayaan  Duniawi

       Kaum-kaum purbakala yang dibinasakan Allah Swt. tersebut dari segi jumlah orang mau pun dari segi kekuasaan dan kekuatan duniawi,   mereka itu jauh melebihi jumlah dan kekuatan duniawi kaum kafir Quraisy pimpinan Abu Jahal dan kawan-kawannya  yang mendustakan Nabi Besar Muhammad saw. (QS.6:6-7; QS.46:27; QS.47:13-14), mereka sangat bangga dengan kekuasaan dan kekuatan duniawi mereka  (QS.28:77-79; QS.30:10-11; QS.35:43-45; QS.540:22-23 & 83-86), berikut firman-Nya mengenai  ketakaburan kaum ‘Ad:
فَاِنۡ  اَعۡرَضُوۡا فَقُلۡ  اَنۡذَرۡتُکُمۡ  صٰعِقَۃً  مِّثۡلَ  صٰعِقَۃِ عَادٍ  وَّ  ثَمُوۡدَ ﴿ؕ﴾  اِذۡ جَآءَتۡہُمُ  الرُّسُلُ مِنۡۢ بَیۡنِ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مِنۡ خَلۡفِہِمۡ  اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا  اِلَّا اللّٰہَ ؕ قَالُوۡا لَوۡ شَآءَ  رَبُّنَا لَاَنۡزَلَ مَلٰٓئِکَۃً  فَاِنَّا بِمَاۤ  اُرۡسِلۡتُمۡ  بِہٖ کٰفِرُوۡنَ ﴿﴾  فَاَمَّا عَادٌ  فَاسۡتَکۡبَرُوۡا فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ وَ قَالُوۡا مَنۡ  اَشَدُّ مِنَّا قُوَّۃً ؕ اَوَ لَمۡ  یَرَوۡا  اَنَّ اللّٰہَ  الَّذِیۡ خَلَقَہُمۡ ہُوَ اَشَدُّ مِنۡہُمۡ  قُوَّۃً ؕ وَ کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا یَجۡحَدُوۡنَ ﴿﴾  فَاَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِمۡ  رِیۡحًا صَرۡصَرًا فِیۡۤ اَیَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِیۡقَہُمۡ عَذَابَ الۡخِزۡیِ فِی الۡحَیٰوۃِ  الدُّنۡیَا ؕ وَ لَعَذَابُ الۡاٰخِرَۃِ   اَخۡزٰی  وَ ہُمۡ  لَا  یُنۡصَرُوۡنَ ﴿﴾  وَ اَمَّا ثَمُوۡدُ فَہَدَیۡنٰہُمۡ  فَاسۡتَحَبُّوا الۡعَمٰی عَلَی الۡہُدٰی فَاَخَذَتۡہُمۡ صٰعِقَۃُ الۡعَذَابِ الۡہُوۡنِ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ ﴿ۚ﴾  وَ نَجَّیۡنَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ کَانُوۡا یَتَّقُوۡنَ ﴿٪﴾
Lalu jika mereka itu berpaling, فَقُلۡ  اَنۡذَرۡتُکُمۡ  صٰعِقَۃً  مِّثۡلَ  صٰعِقَۃِ عَادٍ  وَّ  ثَمُوۡدَ --  maka katakanlah: ”Aku memperingatkan kamu dengan  petir yang membinasakan seperti petir yang menimpa kaum 'Ād dan Tsamud.” اِذۡ جَآءَتۡہُمُ  الرُّسُلُ مِنۡۢ بَیۡنِ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مِنۡ خَلۡفِہِمۡ  اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا  اِلَّا اللّٰہَ   -- ketika datang kepada mereka rasul-rasul dari depan mereka dan dari belakang mereka   -- seraya berkata: اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا  اِلَّا اللّٰہَ --  Janganlah kamu menyembah selain Allah.” قَالُوۡا لَوۡ شَآءَ  رَبُّنَا لَاَنۡزَلَ مَلٰٓئِکَۃً  فَاِنَّا بِمَاۤ  اُرۡسِلۡتُمۡ  بِہٖ کٰفِرُوۡنَ  -- Mereka berkata: ”Seandainya Rabb (Tuhan) kami menghendaki niscaya Dia  menurunkan malaikat-malaikat, maka sesungguhnya kami mengingkari  apa yang dengannya kamu diutus.”  فَاَمَّا عَادٌ  فَاسۡتَکۡبَرُوۡا فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ --   adapun mengenai kaum 'Ād maka mereka berlaku sombong di bumi tanpa kebenaran وَ قَالُوۡا مَنۡ  اَشَدُّ مِنَّا قُوَّۃً -- dan mereka berkata: ”Siapakah lebih hebat dari kami dalam kekuatan?” اَوَ لَمۡ  یَرَوۡا  اَنَّ اللّٰہَ  الَّذِیۡ خَلَقَہُمۡ ہُوَ اَشَدُّ مِنۡہُمۡ  قُوَّۃً  -- Apakah mereka tidak melihat bahwa Allah Yang menciptakan mereka Dia lebih hebat daripada mereka dalam kekuatan?  وَ کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا یَجۡحَدُوۡنَ  -- Tetapi mereka menolak Tanda-tanda Kami.  فَاَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِمۡ  رِیۡحًا صَرۡصَرًا فِیۡۤ اَیَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِیۡقَہُمۡ عَذَابَ الۡخِزۡیِ فِی الۡحَیٰوۃِ  الدُّنۡیَا      --   Maka Kami mengirimkan kepada mereka angin sangat kencang dalam beberapa hari yang naas itu, supaya Kami membuat mereka merasakan azab kehinaan dalam kehidupan di dunia, وَ لَعَذَابُ الۡاٰخِرَۃِ   اَخۡزٰی  وَ ہُمۡ  لَا  یُنۡصَرُوۡنَ  -- dan niscaya azab alam akhi-rat itu lebih hina dan mereka tidak akan ditolong. وَ اَمَّا ثَمُوۡدُ فَہَدَیۡنٰہُمۡ  فَاسۡتَحَبُّوا الۡعَمٰی عَلَی الۡہُدٰی  --  Dan adapun mengenai  kaum Tsamud maka Kami telah memberi mereka petunjuk,  فَاَخَذَتۡہُمۡ صٰعِقَۃُ الۡعَذَابِ الۡہُوۡنِ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ --  tetapi mereka lebih menyukai kebutaan daripada petunjuk, lalu azab yang menghinakan  menimpa mereka  disebabkan apa yang selalu mereka usahakan.  وَ نَجَّیۡنَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ کَانُوۡا یَتَّقُوۡنَ  -- Dan Kami menyelamatkan  orang-orang yang beriman serta ber-takwa. (Al-Fushshilat [41]:14-19).

Hubungan Para Malaikat dengan Terjadinya  Bencana Alam 

         Pendek kata, mulai dari zaman Nabi Nuh a.s. sampai dengan Zaman Nabi  Musa a.s.  berbagai azab Ilahi yang membinasakan para penentang Rasul-rasul Allah tersebut  adalah kekuatan-kekuatan alam  yakni berbagai bentuk bencana alam sebagaimana dikemukakan   sebelumnya (Al-Ankabūt [29]:40-41),  dimana  yang diberi wewenang oleh Allah Swt. untuk mengendalikan kekuatan-kekuatan alam tersebut adalah para Malaikat.
       Sebelumnya telah dijelaskan bahwa kata malā’ikah (malaikat-malaikat)   adalah jamak dari malak diserap dari malaka, yang berarti: ia mengendalikan, mengawasi; atau dari alaka, artinya  ia mengirimkan. Para malaikat disebut demikian sebab mereka mengendalikan kekuatan-kekuatan alam atau mereka membawa wahyu Ilahi kepada utusan-utusan Allah (Rasul Allah) dan pembaharu-pembaharu samawi.
      Jadi, karena para malaikat telah diperintahkan Allah Swt. “sujud” kepada “Khalifah Allah” (Rasul Allah), itulah sebabnya sudah merupakan Sunnatullah, jika umat manusia  mendustakan dan melakukan penentangan secara zalim terhadap Rasul Allah yang kedatangannya dijanjikan kepada mereka (QS.7:35-37) maka pasti  akan mengundang turunnya berbagai bentuk azab Ilahi, antara lain berupa bencana alam yang hebat. (QS.6:132; QS.11:118; QS.:17:16-17; QS.20:135; QS.26:209; QS.28:60), firman-Nya:
یٰۤاَیُّہَا  الَّذِیۡنَ  اٰمَنُوۡا قُوۡۤا  اَنۡفُسَکُمۡ  وَ اَہۡلِیۡکُمۡ  نَارًا وَّ قُوۡدُہَا  النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ  عَلَیۡہَا مَلٰٓئِکَۃٌ  غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا یَعۡصُوۡنَ اللّٰہَ مَاۤ  اَمَرَہُمۡ وَ یَفۡعَلُوۡنَ مَا  یُؤۡمَرُوۡنَ ﴿﴾  یٰۤاَیُّہَا  الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا  لَا تَعۡتَذِرُوا الۡیَوۡمَ ؕ اِنَّمَا  تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ ٪﴿﴾
Hai orang-orang yang beriman,  قُوۡۤا  اَنۡفُسَکُمۡ  وَ اَہۡلِیۡکُمۡ  نَارًا وَّ قُوۡدُہَا  النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ    -- peliharalah diri kamu dan keluargamu dari Api, yang bahan bakarnya manusia dan batu,  عَلَیۡہَا مَلٰٓئِکَۃٌ  غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا یَعۡصُوۡنَ اللّٰہَ مَاۤ  اَمَرَہُمۡ وَ یَفۡعَلُوۡنَ مَا  یُؤۡمَرُوۡنَ  --  penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah atas apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperin-tahkan.  یٰۤاَیُّہَا  الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا  لَا تَعۡتَذِرُوا الۡیَوۡمَ  --  Hai  orang-orang kafir, لَا تَعۡتَذِرُوا الۡیَوۡمَ ؕ اِنَّمَا  تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ  --  kamu pada hari ini jangan  mengemukakan dalih, sesungguhnya kamu dibalas menurut apa yang kamu kerjakan. (At-Tahrīm [66]:7-8).

Berbagai Tugas dan Kemampuan Para Malaikat

       Dalam firman-Nya berikut ini Allah Swt. secara kiasan menjelaskan berbagai tugas (wewenang) dan berbagai kemampuan yang dianugerahkan-Nya kepada para malaikat:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ﴿﴾  اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ جَاعِلِ الۡمَلٰٓئِکَۃِ  رُسُلًا اُولِیۡۤ  اَجۡنِحَۃٍ مَّثۡنٰی وَ ثُلٰثَ وَ رُبٰعَ ؕ یَزِیۡدُ فِی الۡخَلۡقِ مَا یَشَآءُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ  قَدِیۡرٌ ﴿﴾  مَا یَفۡتَحِ اللّٰہُ  لِلنَّاسِ مِنۡ  رَّحۡمَۃٍ  فَلَا مُمۡسِکَ لَہَا ۚ وَ مَا یُمۡسِکۡ ۙ فَلَا مُرۡسِلَ  لَہٗ  مِنۡۢ  بَعۡدِہٖ ؕ وَ ہُوَ  الۡعَزِیۡزُ  الۡحَکِیۡمُ ﴿﴾
Aku baca  dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.  اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ  --  Segala puji milik Allah   Yang menciptakan seluruh langit dan bumi, جَاعِلِ الۡمَلٰٓئِکَۃِ  رُسُلًا اُولِیۡۤ  اَجۡنِحَۃٍ مَّثۡنٰی وَ ثُلٰثَ وَ رُبٰعَ ؕ  --  Yang menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-utusan yang bersayap dua, tiga  dan empat.  یَزِیۡدُ فِی الۡخَلۡقِ مَا یَشَآءُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ  قَدِیۡرٌ -- Dia menambahkan pada ciptaan-Nya   apa yang Dia kehendaki, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.  مَا یَفۡتَحِ اللّٰہُ  لِلنَّاسِ مِنۡ  رَّحۡمَۃٍ  فَلَا مُمۡسِکَ لَہَا  --  Rahmat apa pun yang dibukakan Allah bagi umat manusia  maka tidak ada yang dapat menahannya, وَ مَا یُمۡسِکۡ ۙ فَلَا مُرۡسِلَ  لَہٗ  مِنۡۢ  بَعۡدِہٖ ؕ وَ ہُوَ  الۡعَزِیۡزُ  الۡحَکِیۡمُ  -- dan apa pun yang ditahan-Nya  maka tidak ada yang dapat melepaskannya sesudah itu,  dan Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Al-Fathīr [35]:1-3).
   Kepada malaikat-malaikat dipercayakan menjaga, mengatur, dan mengawasi segala urusan yang berlaku di alam jasmani (QS.79:6). Inilah tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepada mereka. Tugas mereka yang lain dan yang lebih berat yaitu  melaksanakan perintah dan kehendak Allah Swt.   kepada rasul-rasul-Nya (QS.71:27-29).
  Malaikat-malaikat pembawa wahyu menampakkan serentak dua, tiga, atau empat Sifat Ilahi, dan ada pula malaikat lain, yang bahkan menjelmakan lebih banyak lagi dari Sifat-sifat Ilahi itu.  Karena ajnihah merupakan lambang kekuatan dan kemampuan (Lexicon Lane), maka ayat  جَاعِلِ الۡمَلٰٓئِکَۃِ  رُسُلًا اُولِیۡۤ  اَجۡنِحَۃٍ مَّثۡنٰی وَ ثُلٰثَ وَ رُبٰعَ ؕ  --  Yang menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-utusan yang bersayap dua, tiga  dan empat” mengandung arti bahwa malaikat-malaikat itu memiliki kekuatan dan sifat yang berbeda-beda derajatnya sesuai dengan kepentingan pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka masing-masing, sebagaimana dikemukakan ayat selanjutnya: یَزِیۡدُ فِی الۡخَلۡقِ مَا یَشَآءُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ  قَدِیۡرٌ  -- Dia menambahkan pada ciptaan-Nya   apa yang Dia kehendaki, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”   

Tugas Malaikat Jibril a.s.  & Pentingnya Kesinambungan Wahyu Ilahi

    Sebagian malaikat dianugerahi kekuatan-kekuatan dan sifat-sifat yang lebih besar daripada yang lain. Malaikat Jibril a.s. adalah penghulu semua malaikat  karena itu pekerjaan mahapenting  yakni  menyampaikan wahyu Ilahi kepada para rasul Allah, diserahkan kepadanya serta dilaksanakan di bawah asuhan dan pengawasannya
   Oleh karena itu orang-orang yang mengatakan bahwa  setelah  diwahyukan-Nya Al-Quran kepada Nabi Besar Muhammad saw.  sebagai Kitab suci terakhir dan tersempurna (QS.5:4), maka seluruh  jenis wahyu Ilahi  telah berakhir pewahyuannya oleh Malaikat Jibril a.s. sama saja dengan memusuhi Malaikat Jibril a.s. (QS.2:98-99; QS.9:63; QS.58:6 & 21-22) serta telah  menuduh Allah Swt. telah kehilangan Sifat  Al-Mutakallim  (Yang Maha Berbicara – QS.42:52-54). Jika anggapan tersebut benar, lalu mengapa Allah Swt. dalam Al-Quran memerintahkan kepada manusia supaya  berdoa kepada-Nya dan Dia  menyatakan akan mengabulkan doa mereka itu  (QS.2:187; QS.6:64-66; QS.7:56; QS.27:63 & 206; QS.40:61.)
   Sesudah menyebutkan dalam ayat sebelumnya bahwa Allah Swt. telah menciptakan seluruh langit dan bumi, dan telah menyediakan keperluan-keperluan jasmani dan ruhani manusia dengan selengkap-lengkapnya, ayat  مَا یَفۡتَحِ اللّٰہُ  لِلنَّاسِ مِنۡ  رَّحۡمَۃٍ  فَلَا مُمۡسِکَ لَہَا  --  Rahmat  apa pun yang dibukakan Allah bagi umat manusia  maka tidak ada yang dapat menahannya   mengandung arti bahwa Allah Swt.   sekarang sudah menakdirkan melimpahkan rahmat-Nya atas umat manusia dalam bentuk wahyu Al-Quran, yang untuk memahami serta untuk dapat memperoleh berbagai khazanah ruhani tak terbatas yang terkandung di dalamnya  (QS.18:110; QS.31:28)  maka  kesinambungan turunnya   wahyu Ilahi tetap diperlukan (QS.3:180; QS.71:27-29).


(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar,  28 Desember     2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar