بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ
الرَّحِیۡمِ
Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr
Bab 68
Dua Peristiwa Besar Peringatan dan Nubuatan Bagi Umat Islam & Sampainya Ajal (Batas Waktu) Umat Islam
Bani Isma’il
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam akhir Bab
sebelumnya telah dibahas mengenai
sejumlah besar orang Yahudi
buangan kembali ke Yerusalem (Ezra, 1:3-5). Pekerjaan pembangunan kembali rumah peribadatan di Yerusalem berangsur-angsur maju terus
dan selesai pada tahun 516 s.M..
Kejadian-kejadian ini dan kejayaan serta kesejahteraan orang-orang Yahudi berikutnya itulah yang
diisyaratkan oleh ayat yang sedang dibahas ini. Tetapi semuanya itu telah dinubuatkan oleh Nabi Musa a.s. jauh sebelum hal itu sungguh-sungguh
terjadi (Ulangan 30:1-5).
Jadi, itulah makna ayat اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ -- Jika kamu berbuat ihsan, kamu berbuat
ihsan bagi diri kamu sendiri, وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا -- dan jika kamu berbuat buruk maka itu
untuk diri kamu sendiri”, firman-Nya:
وَ قَضَیۡنَاۤ اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ وَ لَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ
عِبَادًا لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ
وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾ ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ اَکۡثَرَ نَفِیۡرًا ﴿﴾ اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ ۟ وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا ؕ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا
تَتۡبِیۡرًا ﴿﴾
Dan telah
Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi
ini dua kali, dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan
kesombongan yang sangat besar.” فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ عِبَادًا
لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ --
Apabila datang saat sempurnanya janji yang pertama dari kedua
janji itu, Kami membangkitkan untuk menghadapi kamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan tempur yang dahsyat,
dan mereka menerobos jauh ke dalam rumah-rumah,
وَ کَانَ وَعۡدًا
مَّفۡعُوۡلًا -- dan itu merupakan suatu janji yang pasti
terlaksana. Kemudian Kami mengembalikan lagi kepada kamu
kekuatan untuk melawan mereka, dan Kami
memban-tu kamu dengan harta dan anak-anak, dan Kami
menjadikan kelompok kamu lebih besar dari sebelumnya. اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ -- Jika kamu berbuat ihsan, kamu berbuat
ihsan bagi diri kamu sendiri, وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا -- dan jika kamu berbuat buruk maka itu
untuk diri kamu sendiri. فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ --
Lalu bila datang saat sempurnanya janji yang kedua itu, لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ -- Kami
membangkitkan lagi hamba-hamba Kami yang lain supaya mereka mendatangkan kesusahan kepada pemimpin-pemimpin kamu, dan
supaya mereka memasuki masjid
seperti pernah mereka memasukinya pada
kali pertama, وَّ لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا
تَتۡبِیۡرًا -- dan
supaya mereka menghancurluluhkan segala
yang telah mereka kuasai. (Bani Israil [17]:5-8).
Hukuman Ilahi yang Kedua
Selanjutnya Allah Swt. berfirman ketika orang-orang Yahudi kembali melakukan kedurhakaan terhadap Nabi Isa Ibnu Maryam a.s., sehingga mereka
kembali mendapat kutukan dari beliau:
فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ --
Lalu bila datang saat sempurnanya janji yang kedua itu, لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ -- Kami
membangkitkan lagi hamba-hamba Kami yang lain supaya mereka mendatangkan kesusahan kepada pemimpin-pemimpin kamu, dan
supaya mereka memasuki masjid
seperti pernah mereka memasukinya pada
kali pertama, وَّ لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا
تَتۡبِیۡرًا -- dan
supaya mereka menghancurluluhkan segala
yang telah mereka kuasai.” (ayat 8).
Kata-kata
لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ ini berarti pula, “Supaya mereka akan menghina
pemimpin-pemimpin kamu.” Kata wujuh berarti pula pemimpin-pemimpin (Lexicon Lane). Ayat
ini membicarakan jatuhnya kembali orang-orang Yahudi ke lembah keburukan, dan tentang azab Ilahi yang menimpa mereka sebagai
akibatnya.
Mereka menentang dan menganiaya Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. serta berusaha membunuh beliau pada palang
salib dan memusnahkan pergerakan
beliau, karena itu Allah Swt. menimpakan kepada mereka azab yang sangat keras, ketika pada tahun 70 M. pasukan-pasukan Romawi di bawah pimpinan
Titus melanda Palestina (Matius 24:1-3 & 15-22), dan di tengah-tengah kejadian-kejadian mengerikan yang tidak ada bandingannya
dalam sejarah itu, kota Yerusalem
telah dihancurkan dan rumah peribadatan Nabi Sulaiman dibumihanguskan (Matius
23:37-39; Encyclopaedia Biblica,
pada kata “Yerusalem”).
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. Wafat dan Dikubur di
Kasymir
Malapetaka (azab Ilahi) yang kedua tersebut
terjadi ketika Nabi Isa Inu Maryam a.s. masih
hidup di Kasymir (QS.23:51). Hal
ini pun dinubuatkan oleh Nabi Musa
a.s. (Ulangan 32:
18-26), firman-Nya:
وَ جَعَلۡنَا ابۡنَ مَرۡیَمَ وَ اُمَّہٗۤ
اٰیَۃً وَّ اٰوَیۡنٰہُمَاۤ اِلٰی
رَبۡوَۃٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَّ مَعِیۡنٍ ﴿٪﴾
Dan Kami menjadikan Ibnu Maryam dan ibunya suatu Tanda, dan Kami melindungi keduanya ke suatu dataran
yang tinggi yang memiliki lembah-lembah
hijau dan sumber-sumber
mata air yang mengalir. (Al-Mu’minūn
[23]:51).
Berikut adalah nubuatan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. mengenai penghancuran kedua kali kota Yerusalem
oleh serbuan Titus dari kerajaan
Romawi:
Keluhan terhadap
Yerusalem
23:37 "Yerusalem, Yerusalem ,
engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang
diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan
anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah
sayapnya, tetapi kamu tidak
mau. 23:38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
23:39 Dan Aku berkata
kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan
melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! "
(Matius 23:37-39).
Oleh sebab kematian Yesus (Nabi Isa
Ibnu Maryam a.s.) seperti pula kelahirannya
telah menjadi masalah yang banyak dipertentangkan,
dan beberapa kekacauan pendapat dan keraguan masih tetap ada yaitu mengenai bagaimana
dan di mana beliau melampaukan hari-hari terakhir dalam kehidupan
beliau yang padat karya itu, dan oleh karena persoalan cara menemui ajal beliau pun merupakan persoalan yang
sangat penting bagi agama Kristen maka pada tempatnya diberikan catatan yang agak lengkap mengenai persoalan yang penting tapi rumit tersebut.
Al-Quran dan Bible dikuatkan oleh
kenyataan-kenyataan sejarah yang telah diakui sahnya, memberi dukungan kuat kepada pandangan bahwa Yesus (Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.) tidak wafat di atas salib (QS.4:158-159)
karena – akibat serbuan raja Nebukadnezar ke Palestina -- ada 10
suku (domba-domba) Bani Israil
yang tercerai-berai di luar Kanaan
(Palestina) yang harus beliau cari
dan “gembalakan” (Yohanes 10:11-16) sebagai Al-Masih.
(1)
Tidak mungkin ada lukisan lebih bagus mengenai tempat di mana sesudah beliau
terhindar dari kematian terkutuk di
atas salib, Nabi Isa Ibnu Maryam a.s..
dan ibunda beliau tinggal
dengan aman-sentausa dan pulang ke rahmatullāh dalam usia 120 tahun,
daripada yang dikemukakan oleh Al-Quran
dalam kata-kata "dataran yang
tinggi yang memiliki lembah-lembah hijau dan sumber-sumber air yang mengalir"
yang merupakan lukisan yang sangat tepat mengenai Lembah
Kasymir yang indah itu. Nicholas Notovitch menamakan Kasymir "Lembah Kebahagiaan Abadi", karena
orang-orang Afganistan dan Kasymir adalah keturunan dari 10 suku Bani Israil yang hilang.
Kenyataan
berdasarkan pada catatan-catatan sejarah, yaitu bahwa sesudah Nabi Isa Ibnu
Maryam a.s. ditolak oleh orang-orang Yahudi dan jiwa beliau dalam keadaan bahaya di Palestina, beliau lalu
meninggalkan negeri
itu guna mencari — untuk memenuhi nubuatan-nubuatan
lama dalam Bible. — "Sepuluh suku Bani Israil yang hilang"
dan menempuh perjalanan jauh serta berbahaya ke India dan Kasymir dan menjalani
suatu kehidupan yang penuh peristiwa-peristiwa
sampai mencapai usia yang amat tua yaitu 120 tahun (Kanz al-Ummal, Jilid
6).
Saat itulah catatan-catatan mengenai
kegiatan-kegiatan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. mulai disimpan. "Sepuluh suku Bani Israil yang hilang” itu, sesudah mereka dicerai-beraikan oleh serbuan
bangsa-bangsa Assiria dan Babilonia, dan telah menetap di Irak dan Iran, dan kemudian ketika orang-orang
Iran di bawah Cyrus (Dzulqarnain)
dan Darius meluaskan daerah jajahannya lebih jauh lagi
ke timur yaitu ke Afghanistan dan India, maka suku-suku Bani Israil pun hijrah
bersama-sama dengan mereka ke negeri-negeri tersebut (QS.18:84-92).
(2) Orang-orang Kasymir dan Afghan adalah
keturunan "Sepuluh Suku Bani Israil
yang Hilang” itu. Kenyataan ini nampak jelas dari riwayat, sejarah, dan catatan tertulis mengenai kedua kaum
tersebut. Nama kota-kota dan kabilah-kabilah mereka, bentuk tubuh mereka
dan sebagainya, semuanya menyerupai
orang-orang Yahudi.
Demikian pula barang-barang pusaka mereka
dan prasasti-prasasti kuno mereka menyokong pandangan itu. Ceritera-ceritera
rakyatnva penuh dengan kisah-kisah yang berbau
Yahudi. Nama Kasymir sendiri
sebenarnya Kasyir yang berarti "seperti Siria" (atau nampaknya nama Kasyir itu diambil dari Kasyi atau Kusy, seorang cucu Nabi Nuh a.s.). Semua kenyataan memberi
kepastian kepada pandangan bahwa bangsa
Afghan dan Kasymir sebagian besar
adalah keturunan "Sepuluh Suku Bani
Israil yang Hilang."
(3) Bukti-bukti tersebut cukup menjadi saksi untuk menunjukkan kenyataan, bahwa
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. sungguh-sungguh datang ke Kasymir dan orang-orang Kasymir adalah keturunan "Sepuluh Suku Bani Israil yang Hilang”. Tetapi
bukti terbesar dan paling terang mengenai kedatangan beliau ke Kasymir dan telah tinggal dan wafat di
sana adalah adanya kuburan beliau di
kampung Khanyar, Srinagar, Kasymir. Kuburan yang disebut Rauzabal itu. dikenal dengan berbagai
sebutan, yaitu: kuburan Yus Asaf,
kuburan Nabi Sahib (Baginda Nabi),
kuburan Syahzadah Nabi (Nabi
Pangeran), dan bahkan kuburan Isa Sahib
(Baginda Isa).
Menurut penuturan sejarah yang telah terbukti sahnya, Yus Asaf datang
ke Kasymir lebih dari 1900 tahun lampau dan mengajar dengan memakai tamsil dan mempergunakan banyak tamsil-tamsil yang tercantum dalam Injil.
Dalam sebagian buku sejarah
tertentu. beliau digambarkan sebagai seorang nabi.
Tambahan pula Yus Asaf itu suatu nama dalam Bible, yang berarti "Yasu”
yaitu ”pengumpul" yang merupakan
salah satu nama sifat Yesus, sebab tugas
beliau adalah mengumpulkan
suku-suku Bani Israil yang telah hilang ke pangkuan Majikannya, sebagaimana beliau sendiri katakan: "Ada lagi padaKu domba lain yang bukan masuk
kandang domba ini, maka sekalian itu juga wajib Aku bawa, dan domba-domba itu
kelak mendengar akan seruanku, lalu akan
menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaja" (Injil Yohanes 10:16).
Peringatan dan Nubuatan Bagi Umat Islam
Perlu pula dicatat di sini, bahwa nubuatan
mengenai azab kedua kali itu telah
disebut dalam Bible sesudah adanya nubuatan yang membicarakan hukuman pertama (Ulangan Bab 28). Lebih dari itu, bahkan nubuatan ini disebut sesudah nubuatan mengenai kembalinya orang-orang Yahudi ke Yerusalem (Ulangan 30:1-5). Hal ini menunjukkan, bahwa nubuatan ini (Ulangan 32:18-26) menunjuk kepada azab ilahi yang kedua, yang telah
disinggung dalam Al-Quran, yaitu وَ قَضَیۡنَاۤ اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ
فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ وَ لَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا -- Dan
telah Kami tetapkan terhadap Bani
Israil dalam kitab itu: “Niscaya
“Niscaya kamu akan
melakukan kerusakan besar di muka
bumi ini dua kali.” (QS.17:5).
Ayat tersebut mengandung peringatan dan juga merupakan nubuatan bagi umat Islam, bahwa seperti orang-orang Yahudi mereka pun akan dihukum dua kali, jika mereka tidak mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk mereka setelah
mengalami kejayaan Islam yang pertama
selama 3 abad.
Tetapi
umat Islam tidak memperoleh
faedah dari peringatan yang tepat pada waktunya itu, serta tidak
meninggalkan cara-cara yang buruk;
dan oleh karena itu mereka pun telah dihukum Allah Swt. dua kali. Hukuman
pertama menimpa mereka, ketika kota Baghdad
jatuh pada tahun 1258 M.. Pasukan-pasukan Hulaku Khan yang biadab
itu sama sekali memusnahkan pusat ilmu
pengetahuan dan kekuasaan yang
agung itu, dan konon kabarnya 1.800.000 orang Islam telah terbunuh pada ketika itu.
Tetapi dari malapetaka yang mengerikan
itu akhirnya Islam keluar sebagai pemenang. Mereka yang menaklukkan menjadi
yang ditaklukkan. Cucu Hulaku Khan -- yang merupakan keturunan Jenghis Khan yang sangat terkenal -- bersama-sama sejumlah besar orang Moghul dan Tartar memeluk agama Islam.
Hukuman Ilahi yang kedua telah ditakdirkan akan menimpa umat
Islam di Akhir Zaman melalui
tersebarnya Gog (Ya’juj) dan Magog
(Ma’juj), yakni bangsa-bangsa Kristen dari Barat
yang bermata biru.
Jadi, kembali kepada firman-Nya mengenai peperangan
antara kerajaan Romawi dengan
kerajaan Persia yang pada babak peperangan kedua dimenangkan oleh kerajaan
Romawi:
یَعۡلَمُوۡنَ
ظَاہِرًا مِّنَ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۚۖ وَ ہُمۡ عَنِ الۡاٰخِرَۃِ ہُمۡ
غٰفِلُوۡنَ ﴿﴾ اَوَ
لَمۡ یَتَفَکَّرُوۡا فِیۡۤ اَنۡفُسِہِمۡ ۟ مَا خَلَقَ اللّٰہُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ وَ مَا بَیۡنَہُمَاۤ اِلَّا بِالۡحَقِّ وَ اَجَلٍ مُّسَمًّی ؕ وَ
اِنَّ کَثِیۡرًا مِّنَ النَّاسِ بِلِقَآیِٔ رَبِّہِمۡ لَکٰفِرُوۡنَ ﴿﴾ اَوَ لَمۡ یَسِیۡرُوۡا فِی
الۡاَرۡضِ فَیَنۡظُرُوۡا کَیۡفَ کَانَ عَاقِبَۃُ
الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ؕ کَانُوۡۤا
اَشَدَّ مِنۡہُمۡ قُوَّۃً وَّ اَثَارُوا الۡاَرۡضَ وَ عَمَرُوۡہَاۤ اَکۡثَرَ مِمَّا عَمَرُوۡہَا وَ
جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُہُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ ؕ
فَمَا کَانَ اللّٰہُ لِیَظۡلِمَہُمۡ وَ
لٰکِنۡ کَانُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ
یَظۡلِمُوۡنَ ؕ﴿﴾ ثُمَّ کَانَ
عَاقِبَۃَ الَّذِیۡنَ اَسَآءُوا السُّوۡٓاٰۤی اَنۡ
کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِ اللّٰہِ
وَ کَانُوۡا بِہَا یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ ﴿٪﴾
Mereka hanya mengetahui bagian zahir kehidupan dunia
ini sedangkan mereka mengenai akhirat
mereka lalai. Apakah mereka
itu tidak merenungkan mengenai diri mereka sendiri, bahwa Allah tidak menciptakan seluruh langit dan
bumi dan apa pun yang ada di antara
keduanya melainkan dengan haq dan
untuk masa yang telah ditentukan? Dan sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar kafir
(ingkar) terhadap pertemuan
dengan Rabb (Tuhan) mereka.
Apakah mereka itu tidak berjalan di bumi ini maka mereka
dapat melihat bagaimana akibatnya orang-orang sebelum mereka? Mereka itu lebih unggul dalam kekuatan daripada
mereka, mereka itu mengolah tanah dan menghuninya lebih banyak daripada yang
telah mereka huni. Dan telah datang
kepada mereka rasul-rasul mereka dengan Tanda-tanda yang nyata. Dan Allah tidak akan berbuat zalim terhadap mereka, melainkan mereka sendirilah yang telah berbuat zalim
terhadap diri mereka sendiri.
Kemudian sangat buruk aki-bat
orang-orang yang berbuat keburukan karena mereka senantiasa men-dustakan Tanda-tanda Allah dan mereka memperolokkannya. (Ar-Rūm
[30]:8-11).
Makna ayat یَعۡلَمُوۡنَ ظَاہِرًا مِّنَ
الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۚۖ وَ ہُمۡ
عَنِ الۡاٰخِرَۃِ ہُمۡ غٰفِلُوۡنَ
-- “Mereka hanya mengetahui bagian zahir kehidupan dunia
ini sedangkan mereka mengenai akhirat
mereka lalai.” Ilmu orang-orang
kafir terbatas pada pengertian
mengenai sebab-sebab lahiriah
kejadian-kejadian, namun sebab-sebab
kekalahan orang-orang Persia dan
kekalahan kaum Quraisy itu lebih
mendalam dan lebih bersifat keruhanian
daripada madiah (kebendaan atau
lahiriah/jasmani), yakni berhubungan erat dengan masalah kenabian, termasuk di Akhir
Zaman ini, sebab setiap umat memiliki ajal
(batas waktu) masing-masing, termasuk umat
Islam Bani Isma’il, firman-Nya:
وَ لِکُلِّ اُمَّۃٍ اَجَلٌ ۚ
فَاِذَا جَآءَ اَجَلُہُمۡ
لَا یَسۡتَاۡخِرُوۡنَ سَاعَۃً وَّ
لَا یَسۡتَقۡدِمُوۡنَ ﴿﴾ یٰبَنِیۡۤ اٰدَمَ اِمَّا یَاۡتِیَنَّکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ
یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِیۡ ۙ فَمَنِ اتَّقٰی وَ اَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ
عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ ﴿﴾ وَ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا
خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾
Dan bagi tiap-tiap umat ada batas waktu,
maka apabila telah datang batas waktunya,
mereka tidak dapat mengundurkannya
barang sesaat pun dan tidak pula
dapat memajukannya. یٰبَنِیۡۤ اٰدَمَ اِمَّا یَاۡتِیَنَّکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ
یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِیۡ
-- Wahai Bani Adam, jika datang kepada kamu rasul-rasul dari antaramu yang membacakan Ayat-ayat-Ku kepadamu, فَمَنِ اتَّقٰی وَ اَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ
یَحۡزَنُوۡنَ -- maka barangsiapa
bertakwa dan memperbaiki diri, tidak akan ada ketakutan menimpa mereka
dan tidak pula mereka akan bersedih hati. وَ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ -- Dan
orang-orang yang mendustakan
Ayat-ayat Kami dan dengan takabur
berpaling darinya, اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ -- mereka itu penghuni Api, mereka kekal
di dalamnya. (Al-A’rāf [7]:35).
Dua Kali Pengutusan
Nabi Besar Muhammad Saw.
Bila waktu yang ditetapkan untuk menghukum suatu kaum tiba, waktu itu tidak dapat dihindarkan,
diulur-ulur, atau ditunda-tunda. Itulah makna ayat وَ لِکُلِّ اُمَّۃٍ اَجَلٌ -- “Dan bagi tiap-tiap
umat ada batas waktu, فَاِذَا جَآءَ اَجَلُہُمۡ
لَا یَسۡتَاۡخِرُوۡنَ سَاعَۃً وَّ
لَا یَسۡتَقۡدِمُوۡنَ -- maka apabila telah datang batas waktunya,
mereka tidak dapat mengundurkannya
barang sesaat pun dan tidak pula
dapat memajukannya.”
Hal ini patut mendapat perhatian istimewa.
Seperti pada beberapa ayat sebelumnya (yakni QS.7:27, 28 & 32), seruan dengan kata-kata Hai anak-cucu
Adam, ditujukan kepada umat di
zaman Nabi Besar Muhammad saw. dan
kepada generasi-generasi yang akan
lahir, bukan kepada umat yang hidup
di masa jauh silam dan yang datang tak lama sesudah masa Nabi Adam a.s..
Kata-kata
وَ الَّذِیۡنَ
کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ -- Dan
orang-orang yang mendustakan
Ayat-ayat Kami dan dengan takabur
berpaling darinya, اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ -- mereka itu penghuni Api, mereka kekal
di dalamnya,” ayat itu berarti
bahwa mereka yang mendustakan dan menentang para Rasul Allah akan melihat
dengan mata kepala sendiri penyempurnaan kabar-kabar
gaib yang meramalkan kekalahan
dan kegagalan mereka (QS.58:21-22),
Mereka akan merasakan hukuman Ilahi
yang dijanjikan kepada mereka karena
menentang utusan-utusan Allah Swt..
Atas dasar Sunnatullah itu pulalah
-- guna melengkapi persamaan
antara Bani Isma’il (umat Islam)
dengan Bani Israil -- maka Allah Swt.
telah menubuatkan pengutusan dua orang Rasul di kalangan Bani Isma’il, yakni nabi yang seperti Musa
a..s – yaitu Nabi Besar Muhammad saw. (Ulangan
18:15-19; QS.46:11) dan Nabi
yang seperti Isa Ibnu Maryam atau misal Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.
(QS.43:68) atau Al-Masih Mau’ud a.s., yaitu Mirza Ghulam Ahmad a.s.,
yang muncul dari kalangan umat Islam
kaum ākharīn, firman-Nya:
ہُوَ الَّذِیۡ بَعَثَ فِی الۡاُمِّیّٖنَ
رَسُوۡلًا مِّنۡہُمۡ یَتۡلُوۡا
عَلَیۡہِمۡ اٰیٰتِہٖ وَ
یُزَکِّیۡہِمۡ وَ
یُعَلِّمُہُمُ الۡکِتٰبَ وَ الۡحِکۡمَۃَ ٭ وَ اِنۡ کَانُوۡا مِنۡ قَبۡلُ
لَفِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنٍ ۙ﴿﴾ وَّ اٰخَرِیۡنَ مِنۡہُمۡ لَمَّا
یَلۡحَقُوۡا بِہِمۡ ؕ وَ ہُوَ
الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ ﴿﴾ ذٰلِکَ فَضۡلُ اللّٰہِ یُؤۡتِیۡہِ مَنۡ
یَّشَآءُ ؕ وَ اللّٰہُ ذُو الۡفَضۡلِ
الۡعَظِیۡمِ ﴿﴾
Dia-lah Yang telah membangkitkan di kalangan bangsa
yang buta huruf seorang rasul dari antara mereka, yang membacakan kepada mere-ka Tanda-tanda-Nya, mensucikan
mereka, dan mengajarkan kepada
mereka Kitab dan Hikmah walaupun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata, وَّ اٰخَرِیۡنَ مِنۡہُمۡ لَمَّا
یَلۡحَقُوۡا بِہِمۡ ؕ وَ ہُوَ
الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ -- Dan juga akan membangkitkannya pada
kaum lain dari antara mereka, yang belum bertemu dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. ذٰلِکَ فَضۡلُ اللّٰہِ یُؤۡتِیۡہِ مَنۡ یَّشَآءُ ؕ وَ اللّٰہُ ذُو الۡفَضۡلِ الۡعَظِیۡمِ -- Itulah karunia Allah, Dia menganugerahkannya
kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan
Allah mempunyai karunia yang besar.
(Al-Jumu’ah
[62]:3-5).
(Bersambung)
Rujukan:
The
Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 1 Maret
2015
t 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar