Selasa, 10 Maret 2015

Mereka yang "Thawaf" di Sekeliling Kobaran "Api Kemurkaan" Allah Swt.




بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr


Bab 73

Mereka yang Thawaf di Sekeliling  Kobaran “Api” Kemurkaan Allah Swt.
 
 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam akhir Bab sebelumnya telah dibahas mengenai    makna ayat اَوۡ یَلۡبِسَکُمۡ شِیَعًا وَّ یُذِیۡقَ بَعۡضَکُمۡ بَاۡسَ بَعۡضٍ  -- atau mencampur-baurkan kamu menjadi golongan-golongan yang saling berselisih dan membuat sebagian kamu merasakan keganasan sebagian yang lain,  mengisyaratkan atau menubuatkan pada hukuman (azab Ilahi)  berupa kekacauan, perpecahan-perpecahan dan perselisihan yang kadang-kadang berakhir dalam perang saudara yang berkepanjangan, sebagaimana yang saat ini terjadi di negara-negara Timur Tengah  yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam (Muslim), firman-Nya:
قُلۡ ہُوَ  الۡقَادِرُ عَلٰۤی  اَنۡ یَّبۡعَثَ عَلَیۡکُمۡ عَذَابًا مِّنۡ فَوۡقِکُمۡ اَوۡ مِنۡ تَحۡتِ اَرۡجُلِکُمۡ اَوۡ یَلۡبِسَکُمۡ شِیَعًا وَّ یُذِیۡقَ بَعۡضَکُمۡ بَاۡسَ بَعۡضٍ ؕ اُنۡظُرۡ کَیۡفَ نُصَرِّفُ الۡاٰیٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَفۡقَہُوۡنَ﴿﴾  وَ کَذَّبَ بِہٖ قَوۡمُکَ وَ ہُوَ الۡحَقُّ ؕ قُلۡ لَّسۡتُ عَلَیۡکُمۡ  بِوَکِیۡلٍ ﴿ؕ﴾  لِکُلِّ نَبَاٍ  مُّسۡتَقَرٌّ ۫ وَّ سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ ﴿﴾
Katakanlah: “Dia-lah Yang berkuasa mengirimkan azab kepada kamu dari atas kamu atau dari bawah kaki kamu  اَوۡ یَلۡبِسَکُمۡ شِیَعًا وَّ یُذِیۡقَ بَعۡضَکُمۡ بَاۡسَ بَعۡضٍ  -- atau mencampur-baurkan kamu menjadi golongan-golongan yang saling berselisih dan membuat sebagian kamu merasakan keganasan sebagian yang lain.”  اُنۡظُرۡ کَیۡفَ نُصَرِّفُ الۡاٰیٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَفۡقَہُوۡنَ  -- Lihatlah bagaimana Kami membentangkan Tanda-tanda supaya mereka mengerti.  وَ کَذَّبَ بِہٖ قَوۡمُکَ وَ ہُوَ الۡحَقُّ -- Dan  kaum engkau telah mendustakannya, padahal itu adalah haqq (kebenaran). قُلۡ لَّسۡتُ عَلَیۡکُمۡ  بِوَکِیۡلٍ  -- Katakanlah:  ”Aku sekali-kali bukan  penanggungjawab atas kamu.”  لِکُلِّ نَبَاٍ  مُّسۡتَقَرٌّ ۫ وَّ سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ   --  Bagi tiap kabar gaib ada masa yang tertentu,  dan kamu segera akan mengetahui. (Al-An’ām [6]:66-68).

Makna al-Haqq (Kebenaran) & Saat Terjadinya Azab Ilahi yang Diperingatkan Rasul Allah

  Dalam ayat وَ کَذَّبَ بِہٖ قَوۡمُکَ وَ ہُوَ الۡحَقُّ -- Dan  kaum engkau telah mendustakannya, padahal itu adalah haqq (kebenaran)  sini kata ganti “nya” dalam kalimat “mendustakannya” menunjuk kepada: (1) perkara yang sedang dibahas; (2) Al-Quran; (3) azab Ilahi. Jika kita ambil arti yang terakhir, maka kata-kata “padahal itu adalah kebenaran” akan berarti bahwa azab  Ilahi yang dijanjikan pasti akan tiba (terjadi). Dan  merupakan Sunnah-Nya Allah Swt. tidak pernah menurukan azab-Nya sebelum terlebih dulu mengutus Rasul Allah yang kedatangannya dijanjikan (QS,.17:16).
 Makna ayat selanjutnya  قُلۡ لَّسۡتُ عَلَیۡکُمۡ  بِوَکِیۡلٍ  -- Katakanlah:  ”Aku sekali-kali bukan  penanggungjawab atas kamu,”   bahwa  Nabi Besar Muhammad saw. atas terjadinya berbagai  azab Ilahi yang terjadi tersebut  berlepas-diri” dari tanggungjawab, sebab pada hakikatnya semua itu terjadi karena umumnya umat Islam di Akhir Zaman ini  -- terutama di kawasan Timur Tengah termasuk di Afganistan dan Pakistan – mereka telah mendurhakai firman Allah Swt.  yang dikemukakan sebelumnya dalam QS.3:103-106, padahal mereka mendakwakan sebagai negara-negara yang berdasarkan ajaran Islam (Al-Quran).
  Ayat  لِکُلِّ نَبَاٍ  مُّسۡتَقَرٌّ ۫ وَّ سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ   --  bagi tiap kabar gaib ada masa yang tertentu,  dan kamu segera akan mengetahui,”   berarti bahwa  Allah  Swt.  --      sesuai dengan hikmah-Nya yang tidak dapat salah itu  --  telah menentukan satu saat penggenapan setiap kabar gaib (nubuatan), maka azab Ilahi yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang menolak kebenaran akan datang juga pada saatnya yang tepat, sebab Allah Swt. telah menetapkan bahwa setiap umat  -- termasuk Bani Israil dan Bani Isma’il (umat Islam)  -- memiliki ajal (jangka waktu) sebagai “kaum pilihan” pada zamannya masing-masing, firman-Nya:
وَ لِکُلِّ اُمَّۃٍ  اَجَلٌ ۚ فَاِذَا  جَآءَ  اَجَلُہُمۡ  لَا یَسۡتَاۡخِرُوۡنَ سَاعَۃً  وَّ لَا یَسۡتَقۡدِمُوۡنَ ﴿﴾  یٰبَنِیۡۤ  اٰدَمَ  اِمَّا یَاۡتِیَنَّکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِیۡ ۙ فَمَنِ اتَّقٰی وَ اَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ ﴿﴾  وَ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ  اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾   
Dan bagi  tiap-tiap umat ada batas waktu, maka apabila telah datang batas waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula dapat memajukannya.  یٰبَنِیۡۤ  اٰدَمَ  اِمَّا یَاۡتِیَنَّکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِیۡ    -- Wahai Bani Adam,   jika datang kepada kamu  rasul-rasul dari antara kamu yang menceritakan  Ayat-ayat-Ku kepadamu, فَمَنِ اتَّقٰی وَ اَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ  -- maka barangsiapa bertakwa dan memperbaiki diri, tidak akan ada ketakutan menimpa mereka dan tidak pula mereka akan bersedih hati.    وَ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ    --  Dan orang-orang yang mendustakan Ayat-ayat Kami dan dengan takabur berpaling  darinya,  اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ -- mereka itu penghuni Api, mereka kekal di dalamnya. (Al-A’rāf [7]:35-37).

Mereka yang “Thawaf (Berkeliling) di Sekitar “Api”

          Selama umat manusia – khususnya umat beragama – di Akhir Zaman ini tetap bersikap takabbur    terhadap Rasul Akhir Zaman  yang diutus oleh Allah Swt. guna mewujudkan keunggulan (kejayaan) Islam yang kedua kali atas semua agama (QS.61:10; QS.62:3-5), maka berbagai konflik berkepanjangan yang saat ini terjadi di berbagai kawasan dunia – terutama di Timur tengah – akan terus berlangsung lama, sebagaimana firman-Nya:  وَ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ    --  Dan orang-orang yang mendustakan Ayat-ayat Kami dan dengan takabur berpaling  darinya, mereka itu penghuni Api, mereka kekal di dalamnya. (Al-A’rāf [7]:37).
       Salah satu makna ashābun-nār  (penghuni api)  adalah mereka akan  bertempat-tinggal di dalam “api   -- yakni api pertentangan, api peperangan serta berbagai bentuk api kemurkaan Allah Swt. lainnya (QS.6:66-68) -- dan Allah Swt. menyebut keadaan demikian sebagai  orang-orang yang  dengan sengaja menghadapkan wajahnya sebagai perisai terhadap  api”, firman-Nya:
اَفَمَنۡ یَّتَّقِیۡ  بِوَجۡہِہٖ  سُوۡٓءَ  الۡعَذَابِ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ ؕ وَ قِیۡلَ  لِلظّٰلِمِیۡنَ ذُوۡقُوۡا مَا کُنۡتُمۡ تَکۡسِبُوۡنَ ﴿﴾  کَذَّبَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ  فَاَتٰىہُمُ الۡعَذَابُ مِنۡ حَیۡثُ لَا  یَشۡعُرُوۡنَ ﴿﴾ فَاَذَاقَہُمُ  اللّٰہُ  الۡخِزۡیَ فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۚ وَ لَعَذَابُ الۡاٰخِرَۃِ  اَکۡبَرُ ۘ لَوۡ  کَانُوۡا  یَعۡلَمُوۡنَ ﴿﴾
Maka apakah orang yang menjadikan wajahnya  sebagai pelindung diri dari keburukan azab pada Hari Kiamat sama dengan orang yang selamat? Dan akan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: ذُوۡقُوۡا مَا کُنۡتُمۡ تَکۡسِبُوۡنَ  --  “Rasakanlah olehmu balasan apa yang  selalu  kamu usahakan.”   Orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan rasul-rasul Kami, lalu datang kepada mereka  azab dari arah yang tidak mereka sadari. اللّٰہُ  الۡخِزۡیَ فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا   فَاَذَاقَہُمُ  --   Maka Allah telah membuat mereka merasakan kehinaan dalam kehidupan dunia ini, وَ لَعَذَابُ الۡاٰخِرَۃِ  اَکۡبَرُ ۘ لَوۡ  کَانُوۡا  یَعۡلَمُوۡنَ  --  dan niscaya  azab di akhirat  lebih besar lagi, seandainya mereka mengetahui  (Az-Zumar [39]:27).
     Kata-kata    الۡعَذَابِ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ  اَفَمَنۡ یَّتَّقِیۡ  بِوَجۡہِہٖ  سُوۡٓءَ --  “Maka apakah orang yang menjadikan wajahnya  sebagai pelindung diri dari keburukan azab pada Hari Kiamat,”  berarti kehebatan siksaan  yang akan diterima orang-orang kafir pada Hari Pembalasan, bahkan di dunia ini juga ketika haq (kebenaran)  yang dibawa Rasul Allah  mengungguli kebathilan  para penentangnya.
   Mereka akan begitu bingung dan kacau-balau pikirannya oleh siksaan yang dahsyat itu sehingga daripada melindungi muka mereka  --  yang adalah bagian tubuh yang paling peka -- malahan mereka mendongakkan muka mereka ke depan.  Sebagaimana telah dijelaskan dalam salah satu Bab sebelumnya bahwa arti  lain wujuh (wajah-wajah)  adalah para pemimpin kaum, sebab mereka itulah yang membawa para pengikut mereka memasuki api kemurkaan Alah Swt., firman-Nya:
وَ لِلّٰہِ  مُلۡکُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ وَ یَوۡمَ تَقُوۡمُ السَّاعَۃُ  یَوۡمَئِذٍ یَّخۡسَرُ الۡمُبۡطِلُوۡنَ ﴿﴾  وَ تَرٰی کُلَّ  اُمَّۃٍ  جَاثِیَۃً ۟ کُلُّ  اُمَّۃٍ تُدۡعٰۤی  اِلٰی کِتٰبِہَا ؕ اَلۡیَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ  تَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾  ہٰذَا کِتٰبُنَا یَنۡطِقُ عَلَیۡکُمۡ  بِالۡحَقِّ ؕ اِنَّا کُنَّا نَسۡتَنۡسِخُ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾  فَاَمَّا  الَّذِیۡنَ  اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ فَیُدۡخِلُہُمۡ رَبُّہُمۡ  فِیۡ  رَحۡمَتِہٖ ؕ ذٰلِکَ ہُوَ الۡفَوۡزُ الۡمُبِیۡنُ ﴿﴾ وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۟ اَفَلَمۡ  تَکُنۡ اٰیٰتِیۡ  تُتۡلٰی عَلَیۡکُمۡ فَاسۡتَکۡبَرۡتُمۡ وَ کُنۡتُمۡ قَوۡمًا  مُّجۡرِمِیۡنَ ﴿﴾
Dan kepunyaan Allah kerajaan seluruh langit dan bumi. Dan pada hari Saat itu datang, pada hari itu sangat rugi orang-orang yang mengerjakan kebatilan.  وَ تَرٰی کُلَّ  اُمَّۃٍ  جَاثِیَۃً   -- Dan engkau akan melihat tiap-tiap umat bertekuk lutut,  کُلُّ  اُمَّۃٍ تُدۡعٰۤی  اِلٰی کِتٰبِہَا  -- tiap-tiap umat akan  dipanggil kepada Kitab-nya. اَلۡیَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ  تَعۡمَلُوۡنَ   -- Pada hari itu kamu akan dibalas atas apa yang telah kamu kerjakan. ہٰذَا کِتٰبُنَا یَنۡطِقُ عَلَیۡکُمۡ  بِالۡحَقِّ  --    "Inilah Kitab Kami  yang berbicara mengenai kamu dengan benar,  اِنَّا کُنَّا نَسۡتَنۡسِخُ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ  -- sesungguhnya Kami mencatat apa yang kamu kerjakan. فَاَمَّا  الَّذِیۡنَ  اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ فَیُدۡخِلُہُمۡ رَبُّہُمۡ  فِیۡ  رَحۡمَتِہٖ  --  Lalu ada pun orang-orang yang beriman dan beramal saleh   maka Rabb (Tuhan) mereka akan memasukkan mereka dalam rahmat-Nya,  ذٰلِکَ ہُوَ الۡفَوۡزُ الۡمُبِیۡنُ  -- itulah kemenangan yang nyata.  وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۟ اَفَلَمۡ  تَکُنۡ اٰیٰتِیۡ  تُتۡلٰی عَلَیۡکُمۡ فَاسۡتَکۡبَرۡتُمۡ وَ کُنۡتُمۡ قَوۡمًا  مُّجۡرِمِیۡنَ  --  Dan ada pun orang-orang  kafir dikatakan kepada mereka:  "Tidakkah Tanda-tanda-Ku telah dibacakan kepada kamu, tetapi kamu berlaku sombong dan kamu adalah kaum yang berdosa." (Al-Jatsiyah [45]:28-32).

Kitab Catatan Amal” Bangsa-bangsa dan Perorangan &  Catatan” Al-Quran

     Kata-kata "tiap-tiap umat akan dipanggil kepada Kitabnya" mengisyaratkan, bahwa "Saat" yang disinggung dalam ayat sebelumnya berarti saat perhitungan bagi suatu kaum di dunia ini juga (QS.7:35), sebab dalam kehidupan ini pun bangsa-bangsa diadili menurut amal-perbuatan mereka dan dihukum atau diganjar sesuai dengan itu.
         Ungkapan "Kitabnya" yang disebut dalam ayat sebelumnya telah digantikan oleh "Kitab Kami" dalam ayat selanjutnya, karena pencatatan amal-perbuatan bangsa-bangsa dan perorangan-perorangan dipelihara oleh Allah Swt. dan mereka itu diadili dan diberi pembalasan oleh-Nya sesuai dengan itu, firman-Nya: وَ تَرٰی کُلَّ  اُمَّۃٍ  جَاثِیَۃً   -- Dan engkau akan melihat tiap-tiap umat bertekuk lutut,  کُلُّ  اُمَّۃٍ تُدۡعٰۤی  اِلٰی کِتٰبِہَا  -- tiap-tiap umat akan  dipanggil kepada Kitab-nya. اَلۡیَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ  تَعۡمَلُوۡنَ   -- Pada hari itu kamu akan dibalas atas apa yang telah kamu kerjakan. ہٰذَا کِتٰبُنَا یَنۡطِقُ عَلَیۡکُمۡ  بِالۡحَقِّ  --    "Inilah Kitab Kami  yang berbicara mengenai kamu dengan benar,  اِنَّا کُنَّا نَسۡتَنۡسِخُ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ  -- sesungguhnya Kami mencatat apa yang kamu kerjakan.”
       Sebagaimana telah dikemukakan dalam salah satu Bab sebelumnya, Kitab suci  Al-Quran pun dari satu segi merupakan “kitab catatan amal   umat manusia, yang telah “mencatatnya” dengan sangat lengkap   -- termasuk mencatat masalah ilmu pengetahuan mengenai proses penciptaan  tatanan alam semesta  (QS.21:35; QS.13:1-5; QS.67:1-6) --  firman-Nya:
 وَ وُضِعَ الۡکِتٰبُ فَتَرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ مُشۡفِقِیۡنَ  مِمَّا فِیۡہِ وَ یَقُوۡلُوۡنَ یٰوَیۡلَتَنَا مَالِ ہٰذَا الۡکِتٰبِ لَا یُغَادِرُ صَغِیۡرَۃً وَّ لَا کَبِیۡرَۃً  اِلَّاۤ  اَحۡصٰہَا ۚ وَ  وَجَدُوۡا مَا عَمِلُوۡا حَاضِرًا ؕ وَ لَا یَظۡلِمُ  رَبُّکَ  اَحَدًا ﴿٪﴾
Dan kitab amalannya akan diletakkan di hadapan mereka, maka engkau akan melihat orang-­orang yang berdosa itu ketakutan dari apa yang ada di dalamnya itu, dan mereka akan berkata: "Aduhai  celakalah kami! Kitab apakah ini? Ia tidak meninggalkan sesuatu, baik yang kecil maupun yang besar  melainkan telah mencatatnya."  Dan mereka menjumpai apa yang telah mereka kerjakan itu berada di hadapan mereka, dan Rabb (Tuhan) engkau tidak menzalimi seorang pun. (Al-Kahf [18]:50).

Orang-orang yang “Dilupakan” Allah Swt. Pada  Hari Pertemuan” dengan-Nya di Dunia

        Lebih lanjut Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Jatsiyah mengenai  para “penghuni api” tersebut:
وَ اِذَا قِیۡلَ  اِنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ وَّ السَّاعَۃُ لَا رَیۡبَ فِیۡہَا  قُلۡتُمۡ مَّا نَدۡرِیۡ مَا السَّاعَۃُ ۙ اِنۡ  نَّظُنُّ   اِلَّا ظَنًّا وَّ مَا نَحۡنُ  بِمُسۡتَیۡقِنِیۡنَ ﴿﴾  وَ بَدَا لَہُمۡ سَیِّاٰتُ مَا عَمِلُوۡا وَ حَاقَ بِہِمۡ  مَّا  کَانُوۡا  بِہٖ  یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ ﴿﴾  وَ قِیۡلَ  الۡیَوۡمَ نَنۡسٰکُمۡ کَمَا نَسِیۡتُمۡ لِقَآءَ یَوۡمِکُمۡ  ہٰذَا وَ مَاۡوٰىکُمُ النَّارُ وَ مَا  لَکُمۡ  مِّنۡ  نّٰصِرِیۡنَ ﴿﴾  ذٰلِکُمۡ  بِاَنَّکُمُ  اتَّخَذۡتُمۡ  اٰیٰتِ اللّٰہِ ہُزُوًا وَّ غَرَّتۡکُمُ الۡحَیٰوۃُ  الدُّنۡیَا ۚ فَالۡیَوۡمَ لَا یُخۡرَجُوۡنَ مِنۡہَا وَ لَا ہُمۡ یُسۡتَعۡتَبُوۡنَ ﴿﴾  فَلِلّٰہِ  الۡحَمۡدُ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَ رَبِّ الۡاَرۡضِ  رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾  وَ لَہُ  الۡکِبۡرِیَآءُ  فِی  السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ۪ وَ ہُوَ  الۡعَزِیۡزُ  الۡحَکِیۡمُ ﴿٪﴾

Dan apabila dikatakan: اِنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ وَّ السَّاعَۃُ لَا رَیۡبَ فِیۡہَا    --  "Sesungguhnya janji Allah itu pasti benar dan  saat itu tidak ada keraguan di dalamnya." Kamu berkata: "Kami sekali-kali tidak mengetahui apa saat itu,  kami mengira itu hanya  dugaan belaka dan kami tidak yakin."  وَ بَدَا لَہُمۡ سَیِّاٰتُ مَا عَمِلُوۡا وَ حَاقَ بِہِمۡ  مَّا  کَانُوۡا  بِہٖ  یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ   --  Dan nyatalah  bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan, dan mereka dikepung  oleh apa yang mengenainya selalu mereka perolokkan.    وَ قِیۡلَ  الۡیَوۡمَ نَنۡسٰکُمۡ کَمَا نَسِیۡتُمۡ لِقَآءَ یَوۡمِکُمۡ  ہٰذَا وَ مَاۡوٰىکُمُ النَّارُ وَ مَا  لَکُمۡ  مِّنۡ  نّٰصِرِیۡنَ   --  Dan dikatakan:   "Pada hari ini Kami akan melupakan kamu, sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan pada harimu ini, dan tempat tinggal kamu adalah Api, dan sekali-kali tidak  ada bagimu penolong.   ذٰلِکُمۡ  بِاَنَّکُمُ  اتَّخَذۡتُمۡ  اٰیٰتِ اللّٰہِ ہُزُوًا وَّ غَرَّتۡکُمُ الۡحَیٰوۃُ  الدُّنۡیَا  -- Hal itu disebabkan   kamu telah menjadikan Tanda-tanda Allah perolokan, dan kamu telah diperdayakan oleh kehidupan dunia ini,  فَالۡیَوۡمَ لَا یُخۡرَجُوۡنَ مِنۡہَا وَ لَا ہُمۡ یُسۡتَعۡتَبُوۡنَ  -- maka pada hari itu mereka tidak akan dikeluarkan darinya, dan tidak akan di-terima alasan mereka.    فَلِلّٰہِ  الۡحَمۡدُ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَ رَبِّ الۡاَرۡضِ  رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ  -- Maka segala puji kepunyaan Allah  Rabb (Tuhan) seluruh langit dan Rabb (Tuhan) bumi,  Rabb (Tuhan) seluruh alam. وَ لَہُ  الۡکِبۡرِیَآءُ  فِی  السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ۪ وَ ہُوَ  الۡعَزِیۡزُ  الۡحَکِیۡمُ --  Dan kepunyaan-Nya semua  keagungan di seluruh langit dan bumi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Al-Jatsiyah [45]:33-38).
        Makna kata “hari kamu ini” dalam ayat وَ قِیۡلَ  الۡیَوۡمَ نَنۡسٰکُمۡ کَمَا نَسِیۡتُمۡ لِقَآءَ یَوۡمِکُمۡ  ہٰذَا وَ مَاۡوٰىکُمُ النَّارُ وَ مَا  لَکُمۡ  مِّنۡ  نّٰصِرِیۡنَ   --  Dan dikatakan:   "Pada hari ini Kami akan melupakan kamu, sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan pada harimu ini, dan tempat tinggal kamu adalah Api, dan sekali-kali tidak  ada bagimu penolong”    adalah  Hari penghukuman kamu yang telah dijanjikan ini”, yang dalam Surah Al-Fatihah ayat 7 disebut “Hari Pembalasan.”

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar10 Maret      2015





Tidak ada komentar:

Posting Komentar