بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
Khazanah Ruhani Surah Ad-Dahr
Bab 73
Mereka yang Thawaf
di Sekeliling Kobaran “Api” Kemurkaan Allah Swt.
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam akhir Bab sebelumnya telah dibahas mengenai makna ayat اَوۡ یَلۡبِسَکُمۡ شِیَعًا وَّ
یُذِیۡقَ بَعۡضَکُمۡ بَاۡسَ بَعۡضٍ -- atau mencampur-baurkan
kamu menjadi golongan-golongan yang saling berselisih dan membuat sebagian kamu merasakan keganasan
sebagian yang lain,” mengisyaratkan atau menubuatkan pada hukuman
(azab Ilahi) berupa kekacauan, perpecahan-perpecahan dan perselisihan yang kadang-kadang berakhir dalam perang saudara yang berkepanjangan, sebagaimana yang saat ini
terjadi di negara-negara Timur Tengah yang mayoritas
penduduknya memeluk agama Islam (Muslim),
firman-Nya:
قُلۡ ہُوَ الۡقَادِرُ عَلٰۤی اَنۡ یَّبۡعَثَ عَلَیۡکُمۡ عَذَابًا مِّنۡ
فَوۡقِکُمۡ اَوۡ مِنۡ تَحۡتِ اَرۡجُلِکُمۡ اَوۡ یَلۡبِسَکُمۡ شِیَعًا وَّ یُذِیۡقَ
بَعۡضَکُمۡ بَاۡسَ بَعۡضٍ ؕ اُنۡظُرۡ کَیۡفَ نُصَرِّفُ الۡاٰیٰتِ لَعَلَّہُمۡ
یَفۡقَہُوۡنَ﴿﴾ وَ کَذَّبَ بِہٖ قَوۡمُکَ وَ ہُوَ الۡحَقُّ ؕ قُلۡ
لَّسۡتُ عَلَیۡکُمۡ بِوَکِیۡلٍ ﴿ؕ﴾ لِکُلِّ نَبَاٍ
مُّسۡتَقَرٌّ ۫ وَّ سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ ﴿﴾
Katakanlah: “Dia-lah
Yang berkuasa mengirimkan azab kepada kamu dari atas kamu atau dari
bawah kaki kamu اَوۡ یَلۡبِسَکُمۡ شِیَعًا وَّ
یُذِیۡقَ بَعۡضَکُمۡ بَاۡسَ بَعۡضٍ -- atau mencampur-baurkan
kamu menjadi golongan-golongan yang saling berselisih dan membuat sebagian kamu merasakan keganasan
sebagian yang lain.” اُنۡظُرۡ کَیۡفَ نُصَرِّفُ
الۡاٰیٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَفۡقَہُوۡنَ -- Lihatlah bagaimana Kami membentangkan Tanda-tanda supaya mereka mengerti. وَ کَذَّبَ بِہٖ قَوۡمُکَ وَ
ہُوَ الۡحَقُّ -- Dan kaum
engkau telah mendustakannya,
padahal itu adalah haqq
(kebenaran). قُلۡ لَّسۡتُ عَلَیۡکُمۡ بِوَکِیۡلٍ -- Katakanlah: ”Aku sekali-kali bukan
penanggungjawab atas kamu.” لِکُلِّ نَبَاٍ مُّسۡتَقَرٌّ ۫ وَّ سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ -- Bagi
tiap kabar gaib ada masa yang
tertentu, dan kamu segera akan mengetahui. (Al-An’ām
[6]:66-68).
Makna al-Haqq (Kebenaran) & Saat Terjadinya Azab Ilahi yang Diperingatkan
Rasul Allah
Dalam
ayat وَ کَذَّبَ بِہٖ
قَوۡمُکَ وَ ہُوَ الۡحَقُّ -- Dan kaum
engkau telah mendustakannya,
padahal itu adalah haqq
(kebenaran)” sini kata ganti “nya”
dalam kalimat “mendustakannya” menunjuk kepada: (1) perkara yang sedang
dibahas; (2) Al-Quran; (3) azab Ilahi. Jika kita ambil arti yang
terakhir, maka kata-kata “padahal itu adalah kebenaran” akan berarti
bahwa azab Ilahi yang dijanjikan pasti akan tiba (terjadi). Dan merupakan Sunnah-Nya Allah Swt. tidak pernah
menurukan azab-Nya sebelum terlebih
dulu mengutus Rasul Allah yang
kedatangannya dijanjikan (QS,.17:16).
Makna
ayat selanjutnya قُلۡ لَّسۡتُ عَلَیۡکُمۡ بِوَکِیۡلٍ -- Katakanlah: ”Aku sekali-kali bukan
penanggungjawab atas kamu,”
bahwa Nabi Besar Muhammad saw.
atas terjadinya berbagai azab Ilahi yang terjadi tersebut “berlepas-diri”
dari tanggungjawab, sebab pada
hakikatnya semua itu terjadi karena umumnya
umat Islam di Akhir Zaman
ini -- terutama di kawasan Timur Tengah termasuk di Afganistan dan Pakistan – mereka telah mendurhakai
firman Allah Swt. yang dikemukakan
sebelumnya dalam QS.3:103-106, padahal mereka mendakwakan sebagai negara-negara
yang berdasarkan ajaran Islam
(Al-Quran).
Ayat لِکُلِّ نَبَاٍ مُّسۡتَقَرٌّ ۫ وَّ سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ -- bagi
tiap kabar gaib ada masa yang
tertentu, dan kamu segera akan mengetahui,” berarti bahwa Allah
Swt. -- sesuai dengan hikmah-Nya yang tidak dapat salah itu --
telah menentukan satu saat penggenapan
setiap kabar gaib (nubuatan), maka azab Ilahi yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang menolak kebenaran akan datang juga pada saatnya yang tepat, sebab Allah Swt.
telah menetapkan bahwa setiap umat --
termasuk Bani Israil dan Bani Isma’il (umat Islam) -- memiliki ajal (jangka waktu) sebagai “kaum
pilihan” pada zamannya masing-masing, firman-Nya:
وَ لِکُلِّ
اُمَّۃٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَآءَ
اَجَلُہُمۡ لَا یَسۡتَاۡخِرُوۡنَ
سَاعَۃً وَّ لَا یَسۡتَقۡدِمُوۡنَ ﴿﴾ یٰبَنِیۡۤ
اٰدَمَ اِمَّا یَاۡتِیَنَّکُمۡ
رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِیۡ ۙ فَمَنِ اتَّقٰی وَ اَصۡلَحَ
فَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ ﴿﴾ وَ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ
اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ اُولٰٓئِکَ
اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾
Dan bagi tiap-tiap
umat ada batas waktu, maka apabila
telah datang batas waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat
pun dan tidak pula dapat memajukannya. یٰبَنِیۡۤ اٰدَمَ
اِمَّا یَاۡتِیَنَّکُمۡ رُسُلٌ مِّنۡکُمۡ یَقُصُّوۡنَ عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتِیۡ -- Wahai Bani Adam, jika datang kepada kamu rasul-rasul
dari antara kamu yang menceritakan
Ayat-ayat-Ku kepadamu, فَمَنِ اتَّقٰی وَ اَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ
عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ
-- maka barangsiapa bertakwa
dan memperbaiki diri, tidak akan ada ketakutan menimpa mereka dan
tidak pula mereka akan bersedih hati.
وَ الَّذِیۡنَ
کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ -- Dan
orang-orang yang mendustakan
Ayat-ayat Kami dan dengan takabur
berpaling darinya, اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ
فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ -- mereka itu penghuni
Api, mereka kekal di dalamnya. (Al-A’rāf
[7]:35-37).
Mereka yang “Thawaf”
(Berkeliling) di Sekitar “Api”
Selama umat manusia – khususnya umat beragama – di Akhir Zaman ini tetap bersikap
takabbur terhadap Rasul Akhir Zaman yang diutus oleh Allah Swt. guna mewujudkan keunggulan (kejayaan) Islam yang kedua kali atas semua agama (QS.61:10; QS.62:3-5), maka
berbagai konflik berkepanjangan yang
saat ini terjadi di berbagai kawasan dunia – terutama di Timur tengah – akan terus berlangsung
lama, sebagaimana firman-Nya: وَ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ
اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَاۤ -- Dan
orang-orang yang mendustakan
Ayat-ayat Kami dan dengan takabur
berpaling darinya, mereka itu penghuni Api, mereka kekal di dalamnya. (Al-A’rāf
[7]:37).
Salah satu makna ashābun-nār (penghuni
api) adalah mereka akan bertempat-tinggal
di dalam “api” -- yakni api
pertentangan, api peperangan serta
berbagai bentuk api kemurkaan Allah Swt. lainnya
(QS.6:66-68) -- dan Allah Swt. menyebut keadaan demikian sebagai orang-orang yang dengan sengaja
menghadapkan wajahnya sebagai perisai terhadap “api”,
firman-Nya:
اَفَمَنۡ
یَّتَّقِیۡ بِوَجۡہِہٖ سُوۡٓءَ الۡعَذَابِ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ ؕ وَ قِیۡلَ لِلظّٰلِمِیۡنَ ذُوۡقُوۡا مَا کُنۡتُمۡ
تَکۡسِبُوۡنَ ﴿﴾ کَذَّبَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ فَاَتٰىہُمُ الۡعَذَابُ مِنۡ حَیۡثُ لَا یَشۡعُرُوۡنَ ﴿﴾ فَاَذَاقَہُمُ اللّٰہُ الۡخِزۡیَ فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۚ وَ
لَعَذَابُ الۡاٰخِرَۃِ اَکۡبَرُ ۘ
لَوۡ کَانُوۡا یَعۡلَمُوۡنَ ﴿﴾
Maka apakah orang yang menjadikan wajahnya sebagai pelindung diri dari keburukan
azab pada Hari Kiamat sama dengan orang yang selamat? Dan akan
dikatakan kepada orang-orang yang zalim: ذُوۡقُوۡا مَا کُنۡتُمۡ تَکۡسِبُوۡنَ -- “Rasakanlah olehmu balasan apa
yang selalu kamu usahakan.” Orang-orang yang sebelum mereka pun telah
mendustakan rasul-rasul Kami, lalu datang kepada mereka azab
dari arah yang tidak mereka sadari. اللّٰہُ الۡخِزۡیَ فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا فَاَذَاقَہُمُ -- Maka Allah telah membuat mereka merasakan kehinaan
dalam kehidupan dunia ini, وَ لَعَذَابُ
الۡاٰخِرَۃِ اَکۡبَرُ ۘ لَوۡ کَانُوۡا
یَعۡلَمُوۡنَ -- dan niscaya
azab di akhirat lebih besar lagi, seandainya mereka mengetahui (Az-Zumar [39]:27).
Kata-kata الۡعَذَابِ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ اَفَمَنۡ
یَّتَّقِیۡ بِوَجۡہِہٖ سُوۡٓءَ -- “Maka apakah orang yang menjadikan wajahnya sebagai pelindung diri dari keburukan azab pada Hari Kiamat,” berarti kehebatan
siksaan yang akan diterima orang-orang kafir pada Hari Pembalasan, bahkan di dunia ini
juga ketika haq (kebenaran) yang dibawa Rasul Allah mengungguli kebathilan para penentangnya.
Mereka akan begitu bingung dan kacau-balau
pikirannya oleh siksaan yang dahsyat
itu sehingga daripada melindungi muka
mereka -- yang adalah bagian tubuh yang paling peka -- malahan mereka mendongakkan muka mereka ke depan. Sebagaimana telah dijelaskan dalam salah satu
Bab sebelumnya bahwa arti lain wujuh (wajah-wajah) adalah para pemimpin kaum, sebab mereka itulah yang membawa para pengikut
mereka memasuki api kemurkaan Alah Swt., firman-Nya:
وَ
لِلّٰہِ مُلۡکُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ
ؕ وَ یَوۡمَ تَقُوۡمُ السَّاعَۃُ
یَوۡمَئِذٍ یَّخۡسَرُ الۡمُبۡطِلُوۡنَ ﴿﴾
وَ تَرٰی کُلَّ اُمَّۃٍ جَاثِیَۃً ۟ کُلُّ اُمَّۃٍ تُدۡعٰۤی اِلٰی کِتٰبِہَا ؕ اَلۡیَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ مَا
کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾ ہٰذَا کِتٰبُنَا یَنۡطِقُ عَلَیۡکُمۡ بِالۡحَقِّ ؕ اِنَّا کُنَّا نَسۡتَنۡسِخُ مَا
کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾ فَاَمَّا الَّذِیۡنَ
اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ
فَیُدۡخِلُہُمۡ رَبُّہُمۡ فِیۡ رَحۡمَتِہٖ ؕ ذٰلِکَ ہُوَ الۡفَوۡزُ
الۡمُبِیۡنُ ﴿﴾ وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۟ اَفَلَمۡ
تَکُنۡ اٰیٰتِیۡ تُتۡلٰی عَلَیۡکُمۡ
فَاسۡتَکۡبَرۡتُمۡ وَ کُنۡتُمۡ قَوۡمًا
مُّجۡرِمِیۡنَ ﴿﴾
Dan kepunyaan Allah kerajaan seluruh langit dan
bumi. Dan pada hari Saat itu datang,
pada hari itu sangat rugi orang-orang
yang mengerjakan kebatilan. وَ تَرٰی کُلَّ اُمَّۃٍ
جَاثِیَۃً -- Dan engkau
akan melihat tiap-tiap umat bertekuk lutut, کُلُّ
اُمَّۃٍ تُدۡعٰۤی اِلٰی کِتٰبِہَا -- tiap-tiap umat akan dipanggil kepada Kitab-nya. اَلۡیَوۡمَ
تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ -- Pada hari itu kamu akan
dibalas atas apa yang telah kamu
kerjakan. ہٰذَا کِتٰبُنَا یَنۡطِقُ عَلَیۡکُمۡ
بِالۡحَقِّ
-- "Inilah Kitab Kami yang berbicara
mengenai kamu dengan benar, اِنَّا کُنَّا نَسۡتَنۡسِخُ مَا کُنۡتُمۡ
تَعۡمَلُوۡنَ -- sesungguhnya
Kami mencatat apa yang kamu kerjakan.
فَاَمَّا الَّذِیۡنَ
اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ
فَیُدۡخِلُہُمۡ رَبُّہُمۡ فِیۡ رَحۡمَتِہٖ -- Lalu
ada pun orang-orang yang beriman dan
beramal saleh maka Rabb
(Tuhan) mereka akan memasukkan mereka
dalam rahmat-Nya, ذٰلِکَ ہُوَ
الۡفَوۡزُ الۡمُبِیۡنُ -- itulah
kemenangan yang nyata. وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۟
اَفَلَمۡ تَکُنۡ اٰیٰتِیۡ تُتۡلٰی عَلَیۡکُمۡ فَاسۡتَکۡبَرۡتُمۡ وَ
کُنۡتُمۡ قَوۡمًا مُّجۡرِمِیۡنَ -- Dan ada pun orang-orang kafir dikatakan
kepada mereka: "Tidakkah Tanda-tanda-Ku telah dibacakan kepada
kamu, tetapi kamu berlaku sombong
dan kamu adalah kaum yang berdosa."
(Al-Jatsiyah
[45]:28-32).
“Kitab Catatan Amal” Bangsa-bangsa dan Perorangan & “Catatan”
Al-Quran
Kata-kata "tiap-tiap umat akan
dipanggil kepada Kitabnya" mengisyaratkan, bahwa "Saat" yang
disinggung dalam ayat sebelumnya berarti saat
perhitungan bagi suatu kaum di dunia
ini juga (QS.7:35), sebab dalam kehidupan
ini pun bangsa-bangsa diadili menurut
amal-perbuatan mereka dan dihukum atau diganjar sesuai dengan itu.
Ungkapan "Kitabnya" yang disebut dalam ayat sebelumnya telah digantikan
oleh "Kitab Kami" dalam ayat selanjutnya, karena pencatatan amal-perbuatan bangsa-bangsa dan perorangan-perorangan dipelihara oleh Allah Swt. dan mereka
itu diadili dan diberi pembalasan oleh-Nya sesuai dengan itu,
firman-Nya: وَ تَرٰی کُلَّ اُمَّۃٍ جَاثِیَۃً -- Dan engkau
akan melihat tiap-tiap umat bertekuk lutut, کُلُّ
اُمَّۃٍ تُدۡعٰۤی اِلٰی کِتٰبِہَا -- tiap-tiap umat akan dipanggil kepada Kitab-nya. اَلۡیَوۡمَ
تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ -- Pada hari itu kamu akan
dibalas atas apa yang telah kamu
kerjakan. ہٰذَا کِتٰبُنَا یَنۡطِقُ عَلَیۡکُمۡ
بِالۡحَقِّ
-- "Inilah Kitab Kami yang berbicara
mengenai kamu dengan benar, اِنَّا کُنَّا نَسۡتَنۡسِخُ مَا کُنۡتُمۡ
تَعۡمَلُوۡنَ -- sesungguhnya
Kami mencatat apa yang kamu kerjakan.”
Sebagaimana telah dikemukakan dalam salah satu
Bab sebelumnya, Kitab suci Al-Quran pun dari satu segi merupakan “kitab catatan amal” umat manusia, yang telah “mencatatnya” dengan sangat lengkap
-- termasuk mencatat masalah ilmu pengetahuan mengenai proses
penciptaan tatanan alam semesta
(QS.21:35; QS.13:1-5; QS.67:1-6) -- firman-Nya:
وَ وُضِعَ الۡکِتٰبُ فَتَرَی
الۡمُجۡرِمِیۡنَ
مُشۡفِقِیۡنَ مِمَّا فِیۡہِ وَ یَقُوۡلُوۡنَ یٰوَیۡلَتَنَا
مَالِ ہٰذَا الۡکِتٰبِ لَا یُغَادِرُ
صَغِیۡرَۃً وَّ لَا کَبِیۡرَۃً اِلَّاۤ اَحۡصٰہَا ۚ وَ وَجَدُوۡا مَا عَمِلُوۡا حَاضِرًا ؕ وَ لَا یَظۡلِمُ رَبُّکَ
اَحَدًا ﴿٪﴾
Dan
kitab amalannya akan diletakkan
di hadapan mereka, maka engkau
akan melihat orang-orang yang berdosa itu ketakutan dari apa yang ada di
dalamnya itu, dan mereka akan berkata: "Aduhai celakalah kami! Kitab apakah ini? Ia tidak meninggalkan sesuatu, baik yang kecil maupun yang besar melainkan telah mencatatnya." Dan mereka menjumpai apa yang telah mereka kerjakan itu berada di hadapan
mereka, dan Rabb (Tuhan) engkau tidak menzalimi seorang pun. (Al-Kahf
[18]:50).
Orang-orang yang “Dilupakan” Allah Swt. Pada “Hari
Pertemuan” dengan-Nya di Dunia
Lebih lanjut Allah Swt. berfirman dalam
Surah Al-Jatsiyah mengenai para “penghuni api” tersebut:
وَ اِذَا
قِیۡلَ اِنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ وَّ
السَّاعَۃُ لَا رَیۡبَ فِیۡہَا قُلۡتُمۡ
مَّا نَدۡرِیۡ مَا السَّاعَۃُ ۙ اِنۡ
نَّظُنُّ اِلَّا ظَنًّا وَّ مَا
نَحۡنُ بِمُسۡتَیۡقِنِیۡنَ ﴿﴾ وَ بَدَا لَہُمۡ سَیِّاٰتُ مَا عَمِلُوۡا وَ حَاقَ
بِہِمۡ مَّا کَانُوۡا
بِہٖ یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ ﴿﴾ وَ قِیۡلَ
الۡیَوۡمَ نَنۡسٰکُمۡ کَمَا نَسِیۡتُمۡ لِقَآءَ یَوۡمِکُمۡ ہٰذَا وَ مَاۡوٰىکُمُ النَّارُ وَ مَا لَکُمۡ
مِّنۡ نّٰصِرِیۡنَ ﴿﴾ ذٰلِکُمۡ
بِاَنَّکُمُ اتَّخَذۡتُمۡ اٰیٰتِ اللّٰہِ ہُزُوًا وَّ غَرَّتۡکُمُ
الۡحَیٰوۃُ الدُّنۡیَا ۚ فَالۡیَوۡمَ لَا
یُخۡرَجُوۡنَ مِنۡہَا وَ لَا ہُمۡ یُسۡتَعۡتَبُوۡنَ ﴿﴾ فَلِلّٰہِ
الۡحَمۡدُ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَ رَبِّ الۡاَرۡضِ رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾ وَ لَہُ
الۡکِبۡرِیَآءُ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ۪ وَ ہُوَ الۡعَزِیۡزُ
الۡحَکِیۡمُ ﴿٪﴾
Dan apabila
dikatakan: اِنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ وَّ السَّاعَۃُ لَا رَیۡبَ فِیۡہَا -- "Sesungguhnya
janji Allah itu pasti benar dan saat
itu tidak ada keraguan di dalamnya." Kamu berkata: "Kami
sekali-kali tidak mengetahui apa saat
itu, kami mengira itu hanya dugaan belaka dan kami tidak yakin." وَ بَدَا لَہُمۡ
سَیِّاٰتُ مَا عَمِلُوۡا وَ حَاقَ بِہِمۡ
مَّا کَانُوۡا بِہٖ
یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ -- Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan
dari apa yang mereka kerjakan, dan mereka dikepung oleh apa
yang mengenainya selalu mereka perolokkan. وَ قِیۡلَ الۡیَوۡمَ نَنۡسٰکُمۡ کَمَا نَسِیۡتُمۡ
لِقَآءَ یَوۡمِکُمۡ ہٰذَا وَ مَاۡوٰىکُمُ
النَّارُ وَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ
نّٰصِرِیۡنَ -- Dan dikatakan: "Pada hari ini Kami akan melupakan kamu,
sebagaimana kamu telah melupakan
pertemuan pada harimu ini, dan tempat tinggal kamu adalah Api, dan sekali-kali tidak ada bagimu
penolong. ذٰلِکُمۡ بِاَنَّکُمُ اتَّخَذۡتُمۡ
اٰیٰتِ اللّٰہِ ہُزُوًا وَّ غَرَّتۡکُمُ الۡحَیٰوۃُ الدُّنۡیَا -- Hal itu disebabkan kamu telah menjadikan Tanda-tanda Allah
perolokan, dan kamu telah
diperdayakan oleh kehidupan dunia ini, فَالۡیَوۡمَ
لَا یُخۡرَجُوۡنَ مِنۡہَا وَ لَا ہُمۡ یُسۡتَعۡتَبُوۡنَ -- maka pada
hari itu mereka tidak akan dikeluarkan darinya, dan tidak akan di-terima alasan mereka. فَلِلّٰہِ الۡحَمۡدُ رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَ رَبِّ
الۡاَرۡضِ رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ -- Maka segala puji kepunyaan Allah Rabb (Tuhan) seluruh langit dan Rabb
(Tuhan) bumi, Rabb
(Tuhan) seluruh alam. وَ لَہُ الۡکِبۡرِیَآءُ فِی
السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ۪ وَ ہُوَ
الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ -- Dan
kepunyaan-Nya semua keagungan di seluruh langit dan bumi
dan Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Al-Jatsiyah [45]:33-38).
Makna kata “hari kamu ini” dalam ayat وَ قِیۡلَ الۡیَوۡمَ نَنۡسٰکُمۡ کَمَا نَسِیۡتُمۡ
لِقَآءَ یَوۡمِکُمۡ ہٰذَا وَ مَاۡوٰىکُمُ
النَّارُ وَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ
نّٰصِرِیۡنَ -- Dan dikatakan: "Pada hari ini Kami akan melupakan kamu,
sebagaimana kamu telah melupakan
pertemuan pada harimu ini, dan tempat tinggal kamu adalah Api, dan sekali-kali tidak ada bagimu
penolong” adalah “Hari
penghukuman kamu yang telah dijanjikan ini”, yang dalam Surah Al-Fatihah ayat 7 disebut “Hari Pembalasan.”
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik
Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar, 10 Maret
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar